
* Malam harinya
Terdengar bell berbunyi di depan rumah mereka
Ting .. Tong ..
Merry yang mendengarnya langsung membuka pintu tersebut
Namun betapa terkejutnya merry karna ia melihat william , jacob dan teman gio yang satunya lagi bernama andrew , andrew juga pernah menjadi kakak kelas merry dulu , dan mereka bertiga juga terkejut ketika melihat merry di rumah gio
" merry ? " sapa william dengan terheran heran
" kak willy , kak jacob , kak andrew " sapa merry dengan kebingungan
" will ini benar rumah gio kan ? Atau kita salah rumah ? " tanya jacob dan andrew kepada william
" benar kok ini rumahnya , karna gio membeli rumah ini di pamanku " saut william masih menatap merry dengan heran , sementara merry kebingungan harus berbicara apa kepada mereka
Tiba tiba gio keluar dari dalam rumah
" kalian sudah datang , ayo masuklah " pinta gio kepada teman temannya
" merry .. Kenapa kau tidak menyuruh teman temanku masuk " tanya gio tersenyum sinis
" sialan , sepertinya gio memang sengaja membawa teman temannya kemari " gumam merry geram dalam hati
Gio mendahului masuk kedalam dan mempersilahkan teman temannya duduk , mereka semua duduk dan masih terheran heran
" merry kenapa kau berada di rumah gio ? " Tanya william , otaknya masih penuh dengan pertanyaan , merry pun bingung menjawabnya
" dia sekarang bekerja menjadi asisten ku disini , iya kan merry " saut gio meyakinkan merry dengan tersenyum sinis
" dasar sialan berani sekali dia bicara seperti itu " gumam merry dalam hati dengan kedua mata menatap tajam gio
" kau tidak bercanda kan gio ? " tanya william dengan tidak percaya
" gio kau ini bodoh atau bagaimana ? wanita secantik merry itu lebih pantas dijadikan istri bukan asisten " saut andrew
" apa salahnya aku jadikan asisten ? sekali sekali aku ingin memiliki asisten yang galak " ujar gio menatap merry dengan tersenyum sinis , merry hanya menatap tajam gio
" aku buatkan minum dulu , permisi " pamit merry meninggalkan gio dan teman temannya , merry pun membuatkan minum gio dan teman temannya , mulutnya tak henti mengoceh dan menggerutu kesal karna gio mengangapnya sebagai asisten
" gio kau ini sungguh keterlaluan , kenapa merry harus kau jadikan seorang asisten ? Tanya william kesal
" memangnya aku keterlaluan dimananya ? " tanya gio
" gio .. Gio .. Aku sangat heran denganmu kau dari dulu selalu mengganggu merry jangan jangan kau menyukainya " celetuk andrew
" mana mungkin gio menyukai merry ? .. Jelas jelas dia sudah punya aline dan Aline jauh lebih cantik daripada merry " saut jacob
" diammm kalian .. jangan pernah membanding bandingkan orang lain! Aku sangat tidak suka mendengarnya !! " celetuk gio sembari mengernyitkan dahinya
" sudah sudah .. Lebih baik kita bahas rencana akhir tahun kita " saut william , namun pikirannya masih bertanya tanya tentang merry
Tak lama kemudian merry keluar membawa nampan yang berisi minuman , ia pun hendak meletakan minuman tersebut diatas meja
" merry kemarikan , biar aku bantu " pinta william mendekati merry , dahi gio langsung mengkerut seketika seolah tak senang melihat william mendekati merry
" william biar saja dia bisa sendiri " teriak gio kesal ,
namun william tak menggubrisnya ia tetap membantu merry meletakan minumannya , merry pun masuk kembali kedalam kamarnya dengan kesal