
" kakek dulu pernah sekali membaca salah satu surat gio , karna kakek sangat ingin tau sekali , tetapi sialnya gio malah mengetahuinya , dan kakek langsung dimarahi habis habisan olehnya ha..ha..ha.. " ujar kakek vino tertawa mengingat masa kecil gio , merry pun ikut tertawa melihat kakek vino yang sedang mencoba menghilangkan kesedihannya
" seiring berjalannya waktu gio tumbuh semakin dewasa dan waktu mampu mengubah sikapnya , mungkin karna dia sudah mengenal wanita dan cinta " ucap kakek tersenyum
" pasti wanita itu aline " gumam merry dalam hati dengan berssedih
" ehmm apa aline sering berkunjung kemari kek ? " tanya merry
" aline ?? Siapa itu aline ? " tanya kakek vino ia menatap merry dengan bingung
" pacarnya gio kek " ujar merry dengan sedikit ragu
" setau kakek gio tidak pernah punya pacar , jangankan pacar . Teman perempuan saja dia tidak punya , teman gio laki laki semua .. Makanya dulu kakek khawatir ha..ha..ha.. " saut kakek vino seraya tertawa
" takut kenapa kek ? " tanya merry dengan menahan tawanya karna melihat kakek vino tertawa
" takut kalau gio suka dengan sesama jenis ha..ha..ha.. " ucap kakek vino tertawa dengan suara khasnya yang serak , merry pun ikut tertawa
" Makanya kakek berniat menjodohkannya , dengan menikah dan memiliki sebuah keluarga baru mungkin gio bisa melupakan kesedihannya di masa lalu , ya kakek sangat berharap semoga kalian segera di beri keturunan " sambung kakek vino tersenyum membelai kepala merry
" iya kek " ucap merry lirih memeluk kakek vino , ia pun menjadi bersedih kembali
" oiya nak apa kau ingin melihat isi dalam kotak surat gio ? " tanya kakek vino
" memangnya apa boleh kek ? " tanya merry tersenyum
" tentu saja boleh , kakek tau letak kuncinya , ayo kemarilah " ajak kakek vino ia berdiri mendekati kotak tersebut
" apa kakek sering membaca surat gio ? " tanya merry
" tidak nak , semenjak gio memarahi kakek , kakek tidak pernah mencoba membaca surat gio lagi , meskipun kuncinya sekarang kakek yang menyimpan " ucap kakek vino
Saat merry dan kakek vino hendak membuka kotaknya , dering ponsel berbunyi dari dalam tas jinjing merry , ia pun meraih ponselnya dan terlihat dilayar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari gio , merry pun teriak kegirangann
" Kakek .. gio menelponku " teriak merry dengan senang
" cepat angkatlah nak " pinta kakek vino , merry pun menganggukan kepalanya
" kau dimana ? " tanya gio yang kala itu sedang mengemudikan mobilnya sembari menelpon merry
" aku dirumah kakek ! Gio .. kau sekarang dimana ? " tanya merry
" Aku kesana jangan kemana mana " ucap gio , merry hendak berbicara namun gio sudah mengakhiri panggilan telponnya
" kakek .. Gio akan kemari , kalau begitu kapan kapan saja ya kek kita buka kotaknya . Merry takut nanti gio akan marah kalau tau kita membuka kotaknya " pinta merry
" baiklah nak " ucap kakek mengunci kembali kotak tersebut , dan mengajak merry kembali dduduk di tempat tidur , sembari menunggu kedatangan gio , kakek dan merry berbincang bincang dan tertawa
tak lama kemudian gio pun tiba dirumah kakeknya , ia langsung membuka pintu rumah dan masuk kedalam , ia mencari istri dan kakeknya , namun ia melihat kakek dan istrinya sedang berada dikamar sedang tertawa bersama , gio yang melihatnya pun menahan senyumnya , kemudian merry melihat gio yang sedang berdiri depan pintu kamar ia langsung menegurnya .
" gioo " sapa merry lirih , gio masuk menghampiri istri dan kakeknya itu , ia langsung memeluk kakeknya
" anak nakal , darimana saja kau .. sampai istrimu mencarimu kemari " ucap kakek memukul pelan kepala gio ,
" maafkan gio kek , gio di rumah william dan tidak membawa ponsel " jawab gio sembari memperhatikan merry yang sedang menundukan kepalanya karna rasa yang masih bersalah
" cepat selesaikan masalah kalian berdua , kakek mau makan dulu " ucap kakek menepuk bahu gio dan pergi menutup pintu kamar itu .
beberapa saat mereka berdua masih terdiam namun merry mendekat , ia langsung memeluk tubuh gio ia memejamkan matanya dan menenggelamkan kepalanya diatas dada bidang gio , seakan ia menyimpan begitu banyak kerinduan terhadap suaminya tersebut .
" gio maafkan aku " ucap merry lirih , namun gio hanya diam saja , dirinya tidak membalas pelukan merry , merry melepaskan pelukannya ia memgang lengan gio dan menatap kedua mata gio
" gio kau benar benar marah kepada ku ? " tanya merry , namun gio tetap diam dan hanya menatap merry
" giooo bicaralah " imbuh merry lirih seraya tangannya menggoyangkan gayangkan lengan gio , melihat gio yang masih mendiamkannya air mata merry pun meleleh seketika .
" kenapa kau menangis ?" tanya gio menghapus lembut air mata merry dengan kedua tangannya ,
" aku tidak marah , aku hanya kecewa saja kepadamu , jangan menangis lagi " sambung gio , kemudian ia memeluk erat merry dan mencium keningnya