My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Kerinduan



" kakek dulu pernah sekali membaca salah satu surat gio , karna kakek sangat ingin tau sekali ,  tetapi sialnya gio malah mengetahuinya , dan kakek langsung dimarahi habis habisan olehnya ha..ha..ha.. " ujar kakek vino tertawa mengingat masa kecil gio , merry pun ikut tertawa melihat kakek vino yang sedang mencoba menghilangkan kesedihannya


" seiring berjalannya waktu gio tumbuh semakin dewasa dan waktu mampu mengubah sikapnya , mungkin karna dia sudah mengenal wanita dan cinta " ucap kakek tersenyum


" pasti wanita itu aline " gumam merry dalam hati dengan berssedih


" ehmm apa aline sering berkunjung kemari kek ? " tanya merry


" aline ?? Siapa itu aline ? " tanya kakek vino ia menatap merry dengan bingung


" pacarnya gio kek " ujar merry dengan sedikit ragu


" setau kakek gio tidak pernah punya pacar , jangankan pacar . Teman perempuan saja dia tidak punya , teman gio laki laki semua .. Makanya dulu kakek khawatir ha..ha..ha.. " saut kakek vino seraya tertawa


" takut kenapa kek ? " tanya merry dengan menahan tawanya karna melihat kakek vino tertawa


" takut kalau gio suka dengan sesama jenis ha..ha..ha.. " ucap kakek vino tertawa dengan suara khasnya yang serak , merry pun ikut  tertawa


" Makanya kakek berniat menjodohkannya , dengan menikah dan memiliki sebuah keluarga baru mungkin gio bisa melupakan kesedihannya di masa lalu , ya kakek sangat berharap semoga kalian segera di beri keturunan " sambung kakek vino tersenyum membelai kepala merry


" iya kek " ucap merry lirih memeluk kakek vino , ia pun menjadi bersedih kembali


" oiya nak apa kau ingin melihat isi dalam kotak surat gio ? " tanya kakek vino


" memangnya apa boleh kek ? " tanya merry tersenyum


" tentu saja boleh , kakek tau letak kuncinya , ayo kemarilah " ajak kakek vino ia berdiri mendekati kotak tersebut


" apa kakek sering membaca surat gio ? " tanya merry


" tidak nak , semenjak gio memarahi kakek , kakek tidak pernah mencoba membaca surat gio lagi , meskipun kuncinya sekarang kakek yang menyimpan  " ucap kakek vino


Saat merry dan kakek vino hendak membuka kotaknya , dering ponsel berbunyi dari dalam tas jinjing merry , ia pun meraih ponselnya dan terlihat dilayar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari gio , merry pun teriak kegirangann


" Kakek .. gio menelponku " teriak merry dengan senang


" cepat angkatlah nak " pinta kakek vino , merry pun menganggukan kepalanya


" kau dimana ? " tanya gio yang kala itu sedang mengemudikan mobilnya sembari menelpon merry


" aku dirumah kakek ! Gio .. kau sekarang dimana ? " tanya merry


" Aku kesana jangan kemana mana " ucap gio , merry hendak berbicara namun gio sudah mengakhiri panggilan telponnya


" kakek .. Gio akan kemari , kalau begitu kapan kapan saja ya kek kita buka kotaknya . Merry takut nanti gio akan marah kalau tau kita membuka kotaknya " pinta merry


" baiklah nak " ucap kakek mengunci kembali kotak tersebut , dan mengajak merry kembali dduduk di tempat tidur , sembari menunggu kedatangan gio , kakek dan merry berbincang bincang dan tertawa


tak lama kemudian gio pun tiba dirumah kakeknya , ia langsung membuka pintu rumah dan masuk kedalam , ia mencari istri dan kakeknya , namun ia melihat kakek dan istrinya sedang berada dikamar sedang tertawa bersama , gio yang melihatnya  pun menahan senyumnya , kemudian merry melihat gio yang sedang berdiri depan pintu kamar ia langsung menegurnya .


" gioo " sapa merry lirih , gio masuk menghampiri istri dan kakeknya itu , ia langsung memeluk kakeknya


" anak nakal , darimana saja kau .. sampai istrimu mencarimu kemari " ucap kakek memukul pelan kepala gio ,


" maafkan gio kek , gio di rumah william dan tidak membawa ponsel " jawab gio sembari memperhatikan merry yang sedang menundukan kepalanya karna rasa yang masih bersalah


" cepat selesaikan masalah kalian berdua , kakek mau makan dulu " ucap kakek menepuk bahu gio dan pergi menutup pintu kamar itu .


beberapa saat mereka berdua masih terdiam namun merry mendekat , ia langsung memeluk tubuh gio ia memejamkan matanya dan menenggelamkan kepalanya diatas dada bidang gio , seakan ia menyimpan begitu banyak kerinduan terhadap suaminya  tersebut .


" gio maafkan aku " ucap merry lirih  , namun gio hanya diam saja , dirinya  tidak membalas pelukan merry  , merry melepaskan pelukannya ia memgang lengan gio  dan menatap kedua mata gio


" gio kau benar benar marah kepada ku ? " tanya merry , namun gio tetap diam dan hanya menatap merry


" giooo bicaralah " imbuh merry lirih seraya tangannya menggoyangkan gayangkan lengan gio , melihat gio yang masih mendiamkannya air mata merry pun meleleh  seketika .


" kenapa kau menangis ?"  tanya gio menghapus lembut air mata merry dengan kedua tangannya ,


" aku tidak marah , aku hanya kecewa saja kepadamu , jangan menangis lagi " sambung gio , kemudian ia memeluk erat merry dan mencium keningnya