My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Mengabaikan



Keesokan paginya


Gio terbangun terlebih dahulu , ia terbangun dengan posisi yang sama seperti semalam . Dengan tidur memeluk tubuh wanita yang tengah ada di hadapannya . Namun lengannya terasa kram karna semalam penuh lengannya menumpu kepala merry .


Ia mencoba mengangkat dan memindahkan  kepala merry perlahan lahan dari lengannya .


" emmm " mery mendengung dan malah  mengeratkan pelukannya ke tubuh gio . Gio menghela nafas dan mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidur .


Namun Lengan gio semakin lama semakin terasa kram , ia mendesis dan mencoba kembali memindahkan kepala merry . Namun saat ia menarik tangannya dari kepala merry , tiba tiba merry langsung terbangun .


" Kau mau kemana ? " tanya merry dengan setengah sadar .


" aku mau ke kamar mandi , tidurlah lagi " ucap gio


" cepat kembali lah lagi kemari " pinta merry . Gio pun hanya diam saja dan berlalu meninggalkan merry masuk ke dalam kamar mandi .


Merry pun masih menunggu gio , kedua matanya tak lepas memperhatikan ke arah pintu kamar mandi yang ada didalam kamarnya .


" kenapa badanku rasanya sakit semua " gumam merry . Nafas yang terbuang dari mulutnya terasa begitu panas , ia menelan ludahnya seakan ada sesuatu yang menempel disana .


Tak lama kemudian gio pun keluar dari kamar mandi dan merry pun menegurnya


" gio .. Kemarilah aku masih ingin memelukmu , temani aku tidur " pinta merry dengan sedikit manja .


" ini sudah siang lebih baik kau bangun " tutur gio . Merry pun merasa kesal akan sikap gio , ia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya .


" astaga " gio pun berdecak


" merry .. Kenapa kau selalu bersikap  seperti anak kecil begini ? " tanya gio dengan menaikan sedikit suaranya . Namun merry tak menggubris pertanyaan gio .


Ia semakin mempererat untuk menutup selimutnya ,  merry memejamkan kedua matanya menahan rasa sakit akan sikap gio .


Gio pun menghampiri merry dan mencoba menarik selimutnya , namun merry menahan selimut tersebut agar tidak terlepas dari tubuhnya .


" merry .. ayo akan ku temani tidur lagi " kata gio , ia masih mencoba menarik selimut tersebut.


" tidak usah ! Pergilah sana " seru merry , gio pun terlihat kesal , ia pun melepas selimut itu dan beranjak pergi keluar dari kamarnya . Merry membuka sebagian selimutnya bermaksud mengintip gio . Namun kedua matanya melihat gio sudah tidak ada di dalam kamar nya . Merry pun menghela nafas , ia bersedih dan


" apa gio sudah tidak mencintaiku lagi ? kenapa sikapnya semakin hari semakin berbeda seperti itu kepadaku  " gumam merry bertanya dalam hatinya . tiba tiba kata kata aline terngiang lagi di telinganya .


" memang benar apa yang dikatakan aline , coba saja aku bisa memberikan gio sebuah keluarga  " gumam merry kembali , nafasnya yang terbuang terdengar begitu berat seolah ada beban yang sedang ia tumpu didalam hatinya .


tak lama kemudian gio pun kembali lagi masuk kedalam kamar , ketika merry melihat gio kembali kedalam kamar . ia dengan cepat menarik selimutnya kembali .


gio pun hanya memperhatikan merry dengan kesal akan sikapnya yang  ia rasa semakin kekanak kanakan .


" merry ayo bangun dan bersiaplah .. aku akan mengantarkanmu ke rumah mama " ucap gio


" untuk apa kau mau mengantarkanku ke rumah mama ? apa kau sudah tidak ingin melihatku lagi ? Apa kau sudah tidak mau hidup bersamaku lagi ? " tanya merry ketus , dari balik selimut tersebut ia begitu kesal akan gio , gio menghela nafas panjang dan  duduk mendekati merry .


" kau ini bicara apa ? Aku mau mengantarkanmu ke rumah mama karna aku  hari ini akan pergi ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis " ucap gio , mendengar perkataan gio . Merry langsung membuka selimutnya .


" kenapa mendadak sekali ? " tanya merry  seraya mengernyitkan dahinya


" Entahlah .. clientku ini orang chinnese , dia  rekan bisnis jacob , seharusnya lusa aku pergi ke luar kota tapi jacob baru saja menelpon untuk untuk mempercepat pertemuannya hari ini  " ujar gio tanpa menatap wajah merry .


" apa aku boleh ikut ? " tanya merry


" aku bekerja , bukan liburan " seru gio seraya menatap kesal merry .


" apa kau akan lama ? " tanya merry


" hanya 2 - 3 hari " ucap gio


" kenapa lama sekali ? aku ingin sekali ikut denganmu " pinta merry .


" merry ..  bukankah aku sudah sering pergi ke luar kota ?  kenapa kau jadi seperti ini ? aku hanya berangkat berdua bersama jacob , tidak mungkin aku mengajakmu " seru gio semakin kesal


" yasudah berangkatlah .. aku akan dirumah saja bersama bi mia dan bi anne " ucap merry dengan memalingkan wajahnya dari gio .


" apa kau tidak mau tidur rumah mama ? " tanya gio


" tidak ! " singkat merry


" yasudah terserah kau saja ! " ujar gio , ia beranjak berdiri dari tempat tidur . ia membuka lemari dan mengambil pakaian kerja , merry hendak membantu gio menyiapkan pakaian kerjanya , namun saat dirinya hendak bangun dari tempat tidur.  tubuhnya terasa begitu lemas hingga rasanya ia enggan meninggalkan tempat tidur . sesekali gio melirik ke arah merry yang masih berbaring diatas tempat tidur dengan tatapan kesal .


" bahkan dia tidak mau membantuku untuk bersiap " gumam gio sembari nengernyitkan dahinya .


Gio terlihat sudah rapi dengan kemeja yang melekat di tubuhnya dan balutan jas berwarna hitam . Merry mencoba menguatkan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur dan mendekati gio , sesekali ia mengatur nafas yang terasa begitu berat .


" gio ..  kemarikan dasinya , biar aku pasangkan " pinta merry ,


" tidak usah ! aku bisa memasang sendiri " seru gio , ia mencoba membuat simpul dasi di kera kemejanya . Merry tak bergemming ,ia masih berada di hadapan gio dengan perasaan yang campur aduk akan menerima sikap gio .


" istirahatlah ! Kau tampaknya kurang sehat , aku berangkat dulu " pamit gio . ia mengambil tas kerjanya dan hendak berlalu keluar kamar , namun merry menghentikan langkah kakinya


" gio " panggil merry


" ada apa ? " tanya gio


" apa aku boleh memelukmu sebelum kau berangkat ? " pinta merry , gio terdiam sejenak . Dan heran akan merry yang dari semalam ingin sekali memeluknya . gio pun mengangguk .


" kemarilah " ucap gio seraya melebarkan tangannya , merry pun memeluk erat tubuh , ia memejamkan matanya hingga tak terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya .


" kenapa kau menangis ? " Tanya gio


" ehmm tidak .. Cepat berangkatlah. maafkan aku ..  Aku tidak bisa mengantarkanmu sampai halaman  , aku sangat lelah sekali " ucap merry . Gio pun mengangguk dan berlalu meninggalkan merry . merry pun menatap memperhatikan gio dari belakang ,


" aku menangis , karna aku merindukan sikapmu yang dulu terhadapku " gumam merry seraya menepis air matanya , ia pun kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya kembali .


sementara gio , ia melajukan mobilnya di tempat yang telah di tentukan untuk bertemu dengan jacob , setibanya di tempat tersebut terlihat sebuah mobil berhenti di pinggir jalan , mobil tersebut tak lain ialah milik jacob , gio menghentikan laju mobilnya dan turun menghampiri mobil temannya tersebut , melihat gio sudah datang . jacob pun turun dari mobilnya .


" maaf sepertinya kau menunngguku lama " ucap gio


" tidak kok , oh iya gio  lebih baik kita berangkat menggunakan mobilku , mobilmu letakan di kantorku saja " pinta jacob .


" baiklah " saut gio , saat hendak kembali ke dalam mobilnya tiba tiba turunlah seorang wanita dari mobil gio , wanita itu tak lain ialah aline ,


" hai gio " sapa aline , gio hanya diam saja dan mengernyitkan dahinya .


" jacob .. kenapa kau mengajak dia ? " tanya gio dengan kesal


" aline kan sudah lama menjadi sekertarisku jadi maka dari itu aku mengajaknya  " ucap jacob .


" kenapa kau tidak bilang jika mengajaknya ?  " tanya gio


" gio .. seharusnya kau kan tau kalau setiap ada perjalanan bisnis aku selalu mengajak sekertarisku  " tutur jacob


" (menghela nafas) baiklah , aku akan membawa mobilku sendiri " ucap gio ,


" gio lebih baik kita berangkat menggunakan  satu mobil " pinta jacob .


" tidak " saut gio seraya berlalu masuk kembali kedalam mobilnya , jacob pun terpaksa mengiyakannya .


Gio dan jacob mengendarai mobil milik mereka masing masih untuk pergi ke luar kota . Mereka menempuh waktu perjalanan selama  3 jam lamanya .


Luxury Bussiness Hotel


Setibanya disana gio dan jacob memarkirkan mobilnya di basement hotel tersebut . Kemudian mereka bertiga menuju ke receptionist untuk melakukan check in .


Kedua mata aline tak henti memperhatikan gio yang terlihat begitu dingin terhadapnya .


karna terlihat jelas Raut wajah Gio mempelihatkan bahwa ia seakan tak senang akan kehadiran aline ,


Seusai mereka bertiga mendapatkan kunci kamar hotel mereka pun menggunakan  lift menuju ke kamar mereka yang ada di lantai 8 .  jacob sudah memesan dua kamar , satu kamar untuknya dan gio satu kamarnya lagi untuk aline . mereka bertiga masuk kedalam kamar mereka masing masing yang letaknya berdampingan .


" jacob .. kapan Mr.ang datang ? " tanya gio


" dia sudah sampai di bandara tetapi masih ada perlu , kemungkinan dia sampai kemari  sore hari " ucap jacob


" baiklah ,kalau begitu aku akan istirahat dulu " ucap gio seraya menjatuhkan tubuhnya dengan keras diatas tempat tidur hotel itu . Ia sejenak memejamkan matanya . jacob memperhatikan gio yang tak bersikap seperti biasanya .


" kau masih bersedih atas kepergian kakek ? " tanya jacob , ia menjatuhkan tubuhnya juga di samping gio .


" tentu saja .. Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi " ucap gio dengan suara yang begitu berat .


" kau jangan lupa ! Kau masih punya merry " seru jacob . Gio pun membuka kedua matanya seketika  .


" (menghela nafas) rasanya aku menyesal tadi tidak mengajaknya kemari " gumam gio ,ia kembali memejamkan matanya , baru saja gio memejamkan matanya dan hendak tertidur tiba tiba ia mendengar suara yang membisik jelas  di telinganya ,


(gio jangan mengabaikan istrimu)


gio pun membuka matanya kembali dan beranjak duduk dari tidurnya .


" gio .. kau kenapa ? " tanya jacob


" tidak .. " suat jacob dengan menggelengkan kepalanya


" kenapa memangnya ? " tanya jacob heran .


" tidak apa apa , lupakan " ucap gio .


 


 


Dirumah


saat merry tengah bangun dari istirahatnya  merry merasakan tubuhnya semakin sakit , semua sekujur tubuhnya melemas seakan tidak bertenaga , perutnya pun serasa diaduk aduk . Merry beranjak turun dari tempat tidur dan cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi dan mengeluarkan  semua isi yang ada di dalam perutnya . Kemudian Ia kembali dan sembarangan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur , nafasnya terhela begitu berat . Keringat dingin melapisi sekujur tubuhnya .


" giooo " gumam merry dengan mengatur nafasnya .


Ia pun mencoba memejamkan matanya kembali untuk beristirahat .


Tok .. Tok .. Tok (terdengar suara ketukan pintu dari kamar merry)


" nyonya merry permisi " terdengar suara bi mia memanggil manggil merry , merry yang kala itu mendengar suara bi mia ia pun langsung menyaut .


" masuk saja  bi " saut merry


Ceklek (pintu terbuka)


Terlihat Bi mia berjalan dengan membawa nampan dan mangkuk putih yang berisi sup menghampiri merry yang tengah bebaring lemah


" nyonya ini sup yang nyonya minta " kata bi mia . merry tadi memang sempat minta kepada bi mia untuk di buatkan sup .


" letakkan di meja saja ya bi , nanti akan merry makan " pinta merry lirih , bi mia menyipitkan kedua matanya dan memperhatikan merry .


" apa nyonya sakit ? " tanya bi mia namun merry diam saja , bi mia memperhatikan wajah merry yang begitu pucat . Ia mengulurkan telapak tangannya menyentuh dahi merry .


" astaga .. Badan nyonya panas sekali "  bi mia setengah meninggikan suaranya karna terkejut , ia pun duduk mendekati merry .


" nyonya .. Ayo bibi antar ke dokter " pinta bi mia .


" tidak bi .. Merry baik baik saja " ucap merry , ia masih memejamkan matanya


" nyonya .. Demam nyonya sangat tinggi sekali , saya akan menghubungi tuan gio dulu nyonya untuk memberitaunya " ucap bi mia hendak beranjak pergi


" bibi jangan ! Gio sedang perjalanan pergi ke luar kota , merry takut nanti dia akan kepikiran dan kenapa kenapa . Jangan beritau gio " pinta merry .


" tapi nyonya .. " ucap bi mia , tiba tiba merry menggembungkan mulutnya dan melangkahkan kakinya lagi dengan cepat menuju  ke dalam kamar mandi , lagi lagi ia mengeluarkan isi yang ada didalam perutnya namun yang keluar hanya cairan saja karna sejak pagi perut merry tidak terisi makanan sama sekali , sesudah itu kepala merry terasa sangat berat dan tubuhnya semakin melemas .


" bibiiii " teriak merry dari dalam kamar mandi , dengan suaranya yang terdengar begitu melemah , ia pun duduk tersungkur di bawah lantai kamar mandi tersebut . karna rasanya ia benar benar tidak bisa menopang tubuhnya . mendengar teriakan merry  dari dalam kamar mandi bi mia pun langsung menghampiri merry .


" astaga nyonya , apa nyonya baik baik saja ? " tanya bi mia , ia mencoba membantu merry berdiri .


" bibi .. merry tidak kuat " ucap merry lirih ,  bibir nya  terlihat begitu pucat . bi mia pun berteriak memanggil manggil bi anne , tak lama kemudian bia anne pun menghampiri mereka berdua


" kakak , nona merry kenapa ? " tanya bi anne


" nyonya merry sakit , suhu badannya sangat tinggi sekali . ayo  bantu aku mengangkat nyonya " pinta bi mia , bi anne pun mengiyakannya .


merry masih memejamkan matanya dan mendesis , belum sampai ia berdiri ,


BRUKK


tiba tiba tubuh merry ambruk dan ia tak sadarkan diri . bi mia dan bi anne semakin panik , bi mia memanggil manggil nama merry , ia menepuk nepuk pipinya berharap merry sadar namun merry tetap saja tidak sadar .lalu bi mia menyuruh bi anne  memanggil security komplek rumahnya untuk meminta bantuan agar membawa merry ke rumah sakit , dan tak lama setelah itu , security komplek  tersebut datang dengan sebuah  taxi , security itu  dan bi mia mencoba mengangkat tubuh merry kedalam taxi dan pergi menuju ke rumah sakit .


sesampainya di rumah sakit merry pun langsung ditangani oleh dokter , bi mia menunggu di depan ruangan dengan tubuh yang gemetar takut jika terjadi apa apa dengan merry .


" ya tuhan semoga nyonya baik baik saja " gumam bi mia .


" lebih baik aku memberitau tuan reyhans " gumam bi mia kembali sembari merogoh ponsel miliknya di dalam saku baju yang ia kenakan .


tut .. tut .. tut .. (menyambungkan)


" iya hallo "  sapa rey


" tuan rey ,, ini saya bi mia " ucap bi mia , ia terlihat masih gemetar .


" iya bi mia ada apa ? " tanya rey


" tuan .. nyonya merry sekarang masuk rumah sakit " ucap bi mia dengan sedikit takut , rey pun terkejut


" apa .. anak saya masuk rumah sakit  ? Rumah sakit mana bi ? " tanya rey , suaranya terdengar begitu panik dari balik telpon tersebut .


" healthy hospital tuan " ucap bi mia .


" baiklah bi .. Saya akan segera kesana , terimakasih banyak " ucap rey ia pun langsung mengakhiri panggilannya bersama bi mia .


Sekitar 20 menit rey pun tiba di rumah sakit , ia memarkirkan mobil miliknya dan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut . Rey terlihat sendirian menuju ke front office rumah sakit untuk menanyakan letak ruang rawat anak semata wayangnya . Setelah tau letak ruangan merry di rawat , ia pun langsung menuju ruang rawat tersebut .


Terlihat di depan ruang rawat itu ada bi mia tengah duduk menunggu .


" bi anak saya dimana ? kenapa bisa sampai masuk rumah sakit ? " tanya rey


" tadi nyonya merry demamnya sangat tinggi tuan dan tiba tiba tidak sadarkan diri jadi saya langsung membawanya kemari , dan sekarang dokter masih memeriksa nyonya merry didalam tuan  " ucap bi mia


" gio sekarang dimana ? " tanya rey kembali


" tuan gio tadi pagi berangkat ke luar kota tuan , saya tadi mau memberitau tuan muda gio . Tapi nyonya melarang saya karna takut tuan gio kepikiran di jalan " kata bi mia


" baiklah bi , terimakasih banyak ya bi sudah mau membawa anak saya kemari " ucap rey


" sama sama tuan " saut bi mia . Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang rawat merry


" dokter .. Anak saya kenapa ? " tanya rey dengan panik .


" anak anda baik baik saja . dimana suaminya nona merry  tuan ? " tanya dokter


" suami anak saya sedang ada pekerjaan di luar kota dok , kenapa memangnya dok" tanya  rey


" anak anda sedang hamil , demamnya sangat tinggi untung cepat di bawa kemari karna kalau terlambat mungkin akan berpengaruh kepada kondisi janinnya bahkan hanya karna demam tinggi pada awal kehamilan bisa  beresiko mengalami keguguran   " ucap dokter . Rey pun terkejut mendengarnya . Begitu juga bi mia wajahnya terlihat sumringah saat tau merry hamil .


" anak saya hamil ? " tanya rey ,


" iya tuan .. Kandungan nona merry saat ini berusia sekitar  3 minggu " kata dokter .


" tapi anak saya dan kandungannya baik baik saja kan dok ? " tanya rey


" baik baik saja tuan , tapi saya sarankan  lebih baik  dirawat di rumah sakit selama satu hari ,  karna tubuh nyonya merry masih sangat lemah karna terlalu dehidrasi dan kurangnya asupan gizi ,


nona merry seperti nya terlalu banyak pikiran dan saya rasa makannya juga tidak teratur . jadi untuk awal kehamilan tolong lebih di perhatikan lagi ya tuan ,  karna awal kehamilan kondisi janin sangat rentan , apalagi nona merry juga pernah memiliki riwayat sakit ginjal , " tutur dokter , rey pun mengiyakannya. dokter itu pun pamit berlalu meninggalkan rey dan bi mia .


" apa bibi tidak pernah memasak makanan yang sehat dirumah ? dan apa merry makannya tidak teratur ? " Tanya rey kepada bi mia


" saya selalu masak makanan yang sehat tuan untuk nona merry dan tuan gio , tapi nona merry akhir akhir ini jarang sekali makan , kalau tuan gio tidak makan nona merry juga tidak ikut makan . Apalagi tuan gio masih bersedih karna kehilangan tuan besar jadi tuan gio tidak terlalu memperhatikan nona merry ." ucap bi mia , rey pun mendengar pernyataan bi mia , dahinya mengerut dengan geram .


 


 


.


.


.


.


.


mohon maaf untuk satu minggu  ini kemungkinan saya akan  terlambat update karna pekerjaan saya banyak sekali


tapi tetap akan saya usahakan untuk update .


 


kok satu episode doang thor ? kemarin kan ngga update ? coba deh di scroll dari atas ! ini episodenya udah panjang banget karna aku gabung ..


 


jangan lupa tekan tombol like


terimakasih ^_^