
Trinity college dublin
nama giordan sangat tidak asing di telinga semua teman teman satu kampusnya , merry dan gio memang juga melanjutkan pendidikan di satu kampus yang sama , dimana kampus tersebut ialah salah satu kampus terbaik di irlandia . meskipun mereka mengambil fakultas yang berbeda tetapi itu tak membuat gio menyerah mendekati merry agar bisa mengganggu dan berbuat usil kepadanya . gio sangat tau apa yang dilakukan olehnya akan membuat merry semakin membencinya , tetapi gio tidak mempedulikan itu , karna ketika ia mengganggu merry ada kesenangan sendiri didalam dirinya .
kala itu merry dan carrol sedang berada di canteen untuk makan sembari berbincang bincang , tiba tiba william menghampirinya .
" merry , carrol .. apa aku boleh bergabung dengan kalian ? " tanya william ia membawa semangkuk makanan dan segelas minuman di kedua tangannya .merry pun diam dan sejenak melihat kearah sekitar william .
" boleh saja , asal tidak ada dia " seru merry , william pun tertawa lirih ia mengerti apa maksud merry
" dia siapa ? gio maksudmu ? " saut william , sembari mendudukan tubuhnya dan meletakan mangkuk beserta gelasnya diatas meja , merry pun mengiyakannya .
" tenang saja di kampus aku jarang sekali bertemu dengan gio , kecuali jika ada latihan basket " ucap william
mereka bertiga pun makan bersama seraya berbincang bincang , namun saat william sedang asyik bercerita tiba tiba carrol mengernyit seakan menahan sesuatu .
" merry .. perutku sangat sekali , rasanya aku ingin sekali ke kamar mandi " ucap cerrol dengan memegang perutnya
" kalau sakit ya pergi ke kamar mandi sana kenapa harus berbicara dulu " celetuk merry .
" bisakah kau mengantarku ? aku sangat takut sendirian di kamar mandi kampus " pinta carrol dengan menggigit bibir bawahnya
" tidak mau ! pergi sendiri sana , aku sangat lelah kau ajak keliling dari tadi " seru merry
" yasudah , aku pergi ke toilet sendiri dasar sialan kau ini ! " ucap carrol , ia menggerutu kesal dan berlalu meninggalkan william dan juga merry
william dan merry pun melanjutkan perbincangan ringannya , namun tak lama kemudian gio juga pergi ke canteen bersama kareen teman satu kelasnya yang berasal dari india ,
saat berada di canteen kampus tiba tiba dahi gio mengkerut seketika , saat melihat merry sedang duduk berdua bersama william .
" gio .. itu kan william , sepertinya dia sedang bersama dengan anak sastra ? " ucap kareen , gio pun mengiyakannya .
" apa kita ikut duduk bergabung dengan mereka saja ? " ajak kareen
" tidak usah , kita mencari meja sendiri saja " ucap gio , ia berjalan menahului kareen , seketika merry pun melihat gio matanya melirik tajam ke arah gio , saat gio merlirik merry balik , merry malah membuang wajahnya .
" sungguh menjijikan " gumam merry kesal , william yang melihat gio dan juga kareen , ia pun tak segan untuk menyapanya . gio yang kalah itu tengah berjalan , ia langsung menghentikan langkahnya , begitu juga dengan kareen .
" gioo kebetulan sekali kita bertemu disini " sapa william , beranjak berdiri dari duduknya
" kak willy , jangan mengajaknya duduk bersama kita " pinta merry dengan meninggikan suaranya
" merry aku hanya menyapanya saja " ucap william
" cih , siapa juga yang mau duduk dengan wanita murahan sepertimu " saut gio dengan menajamkan kedua matanya , ia pun berlalu pergi meninggalkan meja merry , ia berbicara seperti itu karna tidak suka melihat merry dekat dengan william , namun merry tak menggubris sindiran gio , karna ia sama sekali tak peduli .
kala itu gio memesan ice cappucino . ia memegang gelas isi cappucino dingin itu di tangan kanannya sembari mencari bangku kosong sedangkan kareen pun mengikutinya dari belakang , gio mencoba mencari tempat duduk yang dekat dengan merry , saat merry melihat gio kembali dari kasir canteen , senyuman usil menyeringai wajah nya ,
saat langkah kaki gio semakin mendekat , merry pun menyelonjorkan kakinya berharap gio terjatuh ,
Jeduk (gio hampir terjatuh)
gio yang kala itu memegang gelas berisi ice cappucino malah menumpahkan minuman dingin tersebut dengan sengaja ke arah merry . ternyata ia sudah tau bahwa merry hendak membuatnya terjatuh .
" gioooooooo " teriak merry , ia beranjak berdiri dan mencoba mengibas ngibaskan bajunya yang basah akibat tersiram dairan dingin yang berwarna coklat itu
" oops .. merry aku tidak sengaja " ucap gio dengan mengangkat kedua alisnya
" kau sengaja kan ? lihatlah bajuku menjadi kotor , aku nanti masih ada kelas ! kau ini benar benar bajingannn " teriak merry seraya melototkan kedua matanya
" kenapa jadi kau yang marah ? seharusnya aku yang marah ! lihatlah , minumanku jadi tumpah semua gara gara kau ! aku tidak peduli meskipun kau ada kelas ! salah siapa kakimu menghalangi jalanku " seru gio dengan membuang wajahnya ,
" astaga gio .. bukannya minta maaf malah memaki maki merry , kau ini benar benar keterlaluan " saut william
" untuk apa aku meminta maaf ? dia yang keterlaluan , kenapa kau menyalahkanku ? jelas jelas kaki dia yang membuatku hampir terjatuh , kalau kau tidak ingin menyalahkan merry ya salahkan saja kakinya " teriak gio , berlalu meninggalkan mereka berdua , gio kembali ke kasir untuk memesan ice cappucino lagi .
" kak william bajuku jadi basah " ucap merry mencoba membersihkannya dengan tissue ,
" apa kau tidak membawa baju ganti ? " tanya william , merry pun menggelengkan kepalanya , tak lama kemudian carrol pun kembali dari kamar mandi , ia menghampiri merry dan william .
" uhh leganya " ucap carrol dengan menarik nafas dengan lega , matanya memusat ke arah baju merry yang basah .
" merry kenapa bajumu basah ? " tanya carrol dengan heran
" gio , menumpahkan minuman di bajuku , padahal nanti aku masih ada kelas . tidak mungkin kalau aku pulang ambil baju , ini semua gara gara bajingan itu , aku sangat membencinya " ketus merry dengan raut wajah bersedih .
" (menghela nafas) dari dulu kau dengan kak gio selalu ada saja masalah . gantilah baju dan pakailah sweateerku ini " ucap carrol sembari menyodorkan sweater rajut berwarna baby blue yang tertumpuk di atas tasnya .
" ayo antarkan aku ke kamar mandi " pinta merry , carrol pun tersenyum meledek
" tidak mau ! enak saja , pergi sendiri sana " seru carrol
" carrolll kenapa kau begitu ? kumohon antar aku sebentar " pinta merry kembali
" tidak mau ! salah siapa kau tadi tidak mau mengantarku ! pergi sana sendiri " celetuk carrol , ia pun mendudukan tubuhnya
" merry .. ayo biar aku antar kaua ke kamar mandi " ajak william
" ehmm tidak usah kak , aku ke kamar mandi sendiri saja " ucap merry
" apa yakin kau berani ? " tanya william
" kau ini meremehkanku ,kak willy pikir aku takut ? aku bukan penakut " seru merry , carrol pun tertawa meledek saat mendengar kata kata merry , karna carrol sangat tau bahwa merry sangat penakut .
" yasudah kalau kau tidak takut cepat pergilah ke kamar mandi " saut carrol
" oh iya merr .. nanti lihatlah dulu closetnya , takutnya nanti tiba tiba ada kepala didalamnya " ucap carrol menakut nakuti merry
" carroollllllll " teriak merry dengan melototkan kedua matanya , carrol pun terdiam takut akan merry , ia tak henti hentinya menahan tawa . dan merry berlalu pergi ke kamar mandi dengan menggerutu kesal , gio pun melihat merry dari kejauhan sembari menikmati ice cappucino yang sempat ia pesan lagi tadi .
sesampainya di kamar mandi tangannya memegang belakang leher karna ia merasa bulu kuduk nya berdiri ,
karna memang kamar mandi di kampusnya tersebut terkenal menakutkan apalagi , lorongnya dengan penerangan yang begitu minim .
" kenapa kamar mandinya sangat sepi sekali ? " gumam merry dalam hati , ia pun menggigit bibir bawahnya dengan perasaan takut ,
ada seorang perempuan masuk di kamar mandi itu yang tak lain ialah teman merry , perempuan itu mendengar di salah satu kamar mandi tersebut ada suara merry yang sedang bernyanyi lirih , tiba tiba senyuman usil menyeringai wajah perempuan itu .
kreekkkkk ( perempuan itu dengan sengaja memainkan salah satu pintu kamar mandi )
" apa ada orang di luar ? " tanya merry dari dalam kamar mandi , namun tidak ada sautan dari luar , merry pun menjadi takut ia segera mempercepat memakai sweater yang di pinjamkan oleh carrol .
saat sudah selesai mengenakan sweater , merry mencoba keluar dari kamar mandi tersebut , namun pintunya tidak bisa di buka , rupanya perempuan itu menahan pintu tersebut dari luar menggunakan tongkat mop (alat pel) .
( tok .. tok .. tok )
" apa ada orang diluar ? tolong bukakan pintunya " teriak merry , menggedor gedor pintu tersebut dan mencoba mendorong keras pintu itu namun isa kesulitan , perempuan itu malah mematikan lampu kamar mandi merry dan berlari keluar meninggalkan merry . merry semakin menjerit ketakutan ketika lampu kamar mandinya padam .
" maamaaaa " teriak merry ketakutan
dok .. dok .. dok ..
" tolong bukakan pintunya , aku takut " teriak merry , ia berteriak semakin keras
" mama tolong merry , carrolllll " teriak merry , ia menangis .
" tolong bukakan pintunya , aku sangat takut " teriak merry . ia tak henti hentinya berteriak dan menangis .
di canteen gio tak henti hentinya melihat ke arah meja merry namun merry juga tak kunjung kembali .
" kareen .. aku permisi tinggal pergi ke kamar mandi , aku mau buang air kecil " pamit gio , kareen pun mengiyakannya ,
gio melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi , saat berada di kamar mandi . ia mendengar merry berteriak dan menggedor gedor pintu dengan ketakutan , kemudian gio membuang tongkat mop tersebut dan membuka pintu toiletnya , ia melihat merry sedang menangis
" merry tenanglah " ucap gio , ia menyalakan lampu kamar mandi tersebut dan mencoba mendekati merry .
" pergiiiii " teriak merry yang masih menangis , tiba tiba william datang menghampiri merry di kamar mandi , ia khawatir karna merry tidak kunjung juga kembali dari kamar mandi ,
namun saat di kamar mandi william pun terkejut saat melihat merry menangis dan melihat gio juga berada di kamar mandi .
" gio kau sedang apa disini ? " tanya william dengan heran . namun gio hanya diam saja
" merry kenapa kau menangis ? " tanya william , merry pun menghampiri william dan memeluknya dengan begitu erat .
" aku sangat takut , tadi pintu kamar mandinya tidak bisa dibuka dan didalam lampunya mati kak , aku takut sekali , aku sangat takut " ucap merry menangis
" merry tenanglah , kau tidak perlu takut " bujuk william mengelus kepala merry , namun merry masih ketakutan , gio merasa terluka ketika melihat merry memeluk william tepat di depan matanya .
" gio .. apa ini ulah mu ? " tanya william dengan meninggikan suaranya .
" aku masih punya otak ! untuk apa aku berbuat hal bodoh dan menjijikan seperti ini " teriak gio , ia merasa sangat geram ketika william menuduhnya , gio pun berlalu meninggalkan merry dan juga william . ia kembali ke canteen untuk menemui kareen . dan saat gio mendudukan tubuhnya , ia melirik ke arah william yang sedang menggandeng tangan merry . terlihat merry sudah sedikit tenang , mata gio tak bergemming akan pandangannya kepada merry . ia masih meliriknya dari kejauhan .
keesokannya
gio tidak sengaja melihat merry sedang duduk membaca buku di taman yang terletak didalam kampusnya , kala itu merry terlihat sangat cantik dengan baju dress berwarna brown yang membaluti tubuhnya , rambutnya tergerai berayun ayun tertiup angin , dengan syal yang menggantung sebagian di lehernya , kedua matanya memusat fokus di depan buku yang ia pegang . gio pun mencoba menghampiri merry .
ia mendirikan tubuhnya tepat dihadapan merry , kedua mata merry pun melirik , saat tau di hadapannya ialah gio , ia langsung menajamkan kedua matanya .
" sedang apa kau kemari ? " teriak merry melototkan kedua matanya
" aku mau berbicara kepadamu . kemarin bukan aku yang menguncimu di dalam kamar mandi " ucap gio
" aku tidak percaya , pergi sana " teriak merry
" kau percaya atau tidak itu terserah dirimu , aku hanya memberitahu saja bahwa aku tidak melakukan hal bodoh seperti itu " seru gio , merry pun menutup bukunya dan beranjak berdiri mendekati gio .
" kau pikir aku bodoh ! jelas jelas kemarin kau yang berada di kamar mandi itu , siapa lagi yang mau mengunciku jika bukan dirimu ? seumur hidupku aku baru kali ini menemui satu manusia menyebalkan seperti dirimu .. dasar bajingan " teriak merry . gio pun mengernyitkan dahinya , ia begitu kesal mendengar kata kata merry , saat merry hendak melangkahkan pergi kakinya , gio menarik dengan kasar syal yang membaluti leher merry tersebut hingga syal itu terlepas dari leher pemiliknya .
" gio kembalikan syalku " teriak merry
" aku tidak mau mengembalikannya ! akan ku buang syal ini " teriak gio menggengam erat syal tersebut dan menaikan syal itu tinggi tinggi dengan tangannya .
" gio kembalikan , mamaku bersusah payah merajutkan semua syal untukku , jangan kau buang , cepat kemarikan " pinta merry mencoba meraih syal yang tengah di pegang oleh gio . namun merry kesulitan untuk meraihnya . tiba tiba dari belakang gio , william merampas kasar syal milik merry dari tangan gio .
" merry ini ambillah " ucap william mengembalikan syal milik merry
" terimakasih kak willy " ujar merry lirih mencoba mengalungkan syal tersebut kembali ke lehernya , ia hendak berlalu meninggalkan willy dan gio namun merry terlupa sesuatu .
" oh iya kak willy , apa nanti kita jadi membeli buku bersama ? " tanya merry kepada william
" tentu saja , nanti aku akan menjemputmu " saut william
" tidak usah kak biar papaku yang mengantarkanku , kita bertemu di toko buku langsung saja " ucap merry , william pun mengiyakannya , gio menatap merry dengan begitu heran
" apa kau melihatku seperti itu ? dasar bajingan ! aku sangat membencimu " seru merry kepada gio , merry pun berlalu dengan raut wajah kesal meninggalkan gio dan william
" gio apa kau tak bisa sehari saja tidak mengganggu gadis itu " tanya william dengan menepuk bahu gio .
" diamlah ! itu bukan urusanmu " saut gio berlalu meninggalkan william .
" kenapa dia tidak bisa bersikap baik kepadaku seperti sikap dia kepada william " gumam gio dalam hati
dan dari semenjak itu . gio selalu beranggapan bahwa merry menyukai william .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^