
Merry mengajak carrol kedalam kamarnya mereka berdua berbincang bincang sembari memilih novel dan buku untuk di baca .
" merry aku ingin sekali menikah " ucap carrol sembari menekuk wajahnya
" ya kalau mau menikah ya menikah lah saja " celetuk merry
" tapi dengan siapa merr ? " tanya carrol
" ya mana ku tau !! Bukannya kau sering bergonta ganti pacar ? Minta saja salah satu pacarmu untuk menikahimu . Beres kan ! " tutur merry
" enak sekali kau kalau bicara , kau seperti tidak tau orang tuaku saja ! " ucap carrol memutarkan kedua matanya
" merry .. Rasanya aku ingin sekali dijodohkan seperti dirimu , tetapi dengan laki laki yang seperti kak gio , renyah di luar tetapi lembut didalam uhhhh menggemaskannnn " sambung carrol seraya memejamkan matanya , merry langsung menepuk keras jidat carrol
" kau pikir enak apa dijodohkan ? Tidak enak kau tau ! " celetuk merry dengan menajamkan kedua alisnya
" ha tidak enak , tapi bukankah kau menikmatinya ? " saut carrol meledek merry , merry langsung melirik tajam carrol
" ku rasa kak gio itu cinta pertamamu " imbuh carrol
" aku tidak mencintainya sama sekali " saut merry menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari membaca buku yang ia pilih
" jangan membohongi dirimu sendiri , aku tau kau sudah mulai cinta dengan kak gio " seru carrol
" kau ini tau apa ? sudah ku bilang aku tidak mencintainya , jangan bicara lagi ! " celetuk merry
" baiklah , akan ku lihat sampai kapan kau akan membohongi perasaanmu sendiri " seru carrol , merry pun hanya terdiam mencerna perkataan carrol
Keesokannya Di rumah kikan .
Kala itu Alka dan cathrine sedang berkunjung di rumah kikan
tiba tiba terdengar ketukan pintu dari luar rumah , kikan langsung membukakan pintu rumahnya , ternyata merry
" mama " sapa merry memeluk erat kikan
" kau pagi pagi sudah kemari , ayo masuklah .. ada bibi dan juga pamanmu didalam " ajak kikan , mereka berdua pun masuk kedalam rumah , merry langsung menyapa alka dan cathrine
" paman .. bibi .. " sapa merry
" eh keponakan paman yang cantik ini kemari " sapa alka ia memeluk dan mencium pipi mery , cathrine pun juga memeluk merry
" gio kemana sayang ? " tanya cathrine
" gio ada keperluan di luar kota bi , jadi merry tidur dirumah mama " jawab merry sembari duduk di tengah tengah cathrine dan alka
" nak .. kenapa kau tidak bilang papa ? biar papa jemput tadi " saut rey
" sebenarnya kemarin gio mau mengantar merry kemari pa .. tetapi berhubung ada carrol yasudah aku minta dia untuk tidur dirumah , jaddi merry kemarinya sekarang " ucap merry
" oh iya elyn kemana paman ? " tanya merry
" entahlah dia sering pamit tidur di rumah temannya " jawab alka
Mereka berlima masih duduk bersama di ruang depan . mereka berbincang bincang ringan sembari menikmati teh dan biskuit sesekali terselip canda dan tawa dalam perbincangan mereka . karna jarang sekali mereka berkumpul bersama kalau tidak hari tertentu , namun sayangnya hanya kurang elyn saja yang tidak ada disana waktu itu .
" merry .. bagaimana apa kau sudah isi ? " tanya cathrine kepada merry seraya menyeruput teh hijau yang ada di cangkirnya
" belum bi " saut merry dengan menggelengkan kepalanya
" bibi sangat berharap sekali agar kau segera mimiliki anak " ucap cathrine seraya tangannya membelai lembut kepala merry , merry pun hanya memaksakan senyumannya
" cathrineeee " teriak alka ,
" oh iya .. bibi , paman , ma , pa .. merry tinggal istirahat ke kamar dulu tidak apa apa kan ? soalnya merry mengantuk , semalam merry tidak bisa tidur nyenyak gara gara carrol " ucap merry sambil memutarkan kedua bola matanya
" iya sayang istirahatlah " saut kikan , merry pun langsung pergi ke kamarnya .. sepertinya ia sengaja menghindar dari pertanyaan cathrine .
" kenapa kau harus bertanya dan berbicara seperti itu kepada merry " teriak alka dengan kesal
" alka .. wajar kalau cathrine bertanya , tidak ada salahnya kalau cathrine menginginkan anak dari merry , karna aku sendiri juga menginginkannya " saut kikan
" kalian pikir semuanya tidak butuh proses apa ? Gio sama merry masih sama sama beradaptasi " saut rey dengan ketus
" sayang .. aku dan Kikan menginginkan merry bisa segera memiliki momongan agar hubungan pernikahannya dengan gio semakin erat , itu saja " ucap cathrine kepada alka
" iya aku tau itu !! tapi kalian harus berpikir sedikit ! jangan karna keinginan kalian , kalian jadi membebani keponakannku seperti ini ! setiap kali bertemu yang kalian bicarakan dan kalian bahas tentang hal yang sama .. Merry bukan seperti elyn yang mudah beradaptasi dengan lawan jenisnya . apalagi Dia menikah karna dijodohkan jadi wajar kalau dia masih beradaptasi " celetuk alka dengan kesal
" tapi sayang .. dulu kikan dan kakak ipar .. " saut cathrine , belum selesai ia berbicara alka langsung memotongnya
" jangan samakan dengan pernikahan kakak ! Karna rumah tangga setiap orang itu berbeda beda !! " teriak alka dengan menunjukan jarinya kepada cathrine , cathrine pun hanya diam tak membantah lagi perkataan suaminya
" sudah , sudah .. Kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini " teriak rey
sementara di kamar merry terlihat begitu kesal
" Dulu yang di pertanyakan , merry kenapa kamu masih belum punya pacar ? , merry kenapa kamu belum menikah ? , Sekarang sudah menikah , merry kapan kamu punya anak ? yatuhan aku sungguh lelah dengan pertanyaan semacam itu" gumam merry kesal , ia memutarkan kedua bola matanya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur , ia langsung memejamkan matanya
di luar kota , gio sedang menjadi narasumber workshop di salah satu hotel bintang 5 , karna ia merasa ingin membagikan pengalamannya dan memotivasi semua para anak muda agar tidak menyerah jika mengalami suatu kegagalan dalam usaha maupun berbisnis . kala itu disela sela acara ia sedang menikmati coffee break di hotel tersebut , ia meraih ponselnya hendak menghubungi merry .. namun tiba tiba dirinya di hampiri oleh 2 orang wanita
" kak giordan maaf mengganggu .. namaku maurrine dan ini temanku shesya bisakah aku bertanya sedikit tentang usaha yang sedang kakak geluti sekarang , kebetulan aku baru saja menggeluti dunia bisnis jadi aku ingin kau berbagi sedikit tentang pengalamanmu kepadaku ? " tanya wanita itu seraya menyunggingkan senyumnya
" tentu saja silahkan .. " saut gio , ia meletakan kembali ponselnya , kemudian gio menjelaskan panjang lebar tentang usaha dan bisnisnya saat ini , namun lama kelamaan gio terlihat merasa tidak begitu nyaman dan risih dengan 2 wanita itu .
" oh iya .. kalau sudah jelas saya permisi mau menghubungi istri saya dulu " tutur gio , maurrine an shesya pun terkejut mendengarnya karna ia mengira gio belum menikah .
" Oh . kak giordan sudah menikah ? memang umurnya kakak berapa ? " tanya maurrine ,
" permisi .. " pamit gio , tanpa menggubris pertanyaan maurrine ia langsung berlalu meninggalkan maurrine dan shesya ,
" yahhhh .. aku kira kak giordan masih single " ucap maurrine cemberut kepada shesya
" jangan macam macam .. dia sudah menikah ! " seru shesya memperingatkan maurrine
" siapa tau tadi kak giordan hanya berbohong , kalau dia sudah menikah , karna dia masih sangat mudah sekali ? saut maurrine tidak percaya
" bohong atau tidaknya itu urusan dia , kau jangan coba coba mengganggunya . lagipula kau harus ingat , kau sudah di jodohkan dengan orang tuamu " saut shesya
sementara gio keluar ke corridor hotel ia langsung meraih ponselnya dan mecoba menghubungi merry melalui video call , karna ia sangat merindukan istrinya .
tut .. tut .. tut (menghubungkan) namun merry tidak mengangkat ponselnya , gio mencoba menghubunginya kembali hingga 3 kali , merry langsung mengangkat , dangan mata yang sayup sayup mengantuk ..
" gioo .. ada apa menelpon ? kau ini mengganggu tidurku saja " celetuk merrry dengan mengarahkan arah ponselnya tepat di depan wajahnya , gio hanya tersenyum
" kau sedang dirumah mama ? " tanya gio
" iya .. kau kapan pulang ? " tanya merry seraya mengucek matanya
" sepertinya aku bakal extend disini selama satu minggu " ucap gio berbohong , merry langsung beranjak duduk dari tidurnya
" kenapa lama sekali ? kemarin kan kau bilangnya hanya 3 hari kenapa sekarang jadi seminggu ? " ketus merry sembari cemberut , gio menahan senyumannya
" kenapa memangnya ? apa kau tidak bisa jauh dariku ? " tanya gio menggoda
" siapa juga yang tidak bisa jauh darimu ? aku justru senang kok kalau kamu lama disana " ucap merry
" baiklah kalau begitu .. aku akan extend disini selama satu bulan biar kau semakin senang " ujar gio menggoda merry kembali
" jangan lama lamaaaaa ! kau kemarin bilangnya hanya 3 hari jadi 3 hari harus pulang !! " ketus merry
" katanya kau senang jika aku lama disini , bagaimana sih kau ini ? " tanya gio tersenyum
" ehm .. itu apa .. maksudku itu .. kan aku ngga enak sama mama sama papa kalau tinggal disini lama lama nanti takutnya mama papa mengira kita lagi bertengkar ! " ucap merry dengan kebingungan ,
" yasudah satu minggu kau harus pulang " sambung merry , gio hanya menahan tawanya mendengar perkataan merry
" baiklah , satu minggu aku akan pulang , yasudah tidurlah lagi " pinta gio ia langsung mematikan ponselnya ,
" merry .. kau itu selalu membuatku semangat seperti ini " gumam gio tertawa kecil , ia langsung masuk kembali ke dalam ruang hotel yang digunakan untuk acara workshop tersebut .
sementara di rumah merry tak henti hentinya menggerutu kesal
" gio itu benar benar menyebalkan ,, " gumam merry , ia langsung melempar keras ponselnya di sampingnya .
merry terlihat begitu kesal karna ia merasa dibohongi oleh gio