My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Menyebalkan



Merry mengajak carrol kedalam kamarnya mereka berdua berbincang bincang sembari memilih novel dan buku untuk di baca .


" merry aku ingin sekali menikah " ucap carrol sembari menekuk wajahnya


" ya kalau mau menikah ya menikah lah saja " celetuk merry


" tapi dengan siapa merr ? " tanya carrol


" ya mana ku tau !! Bukannya kau sering bergonta ganti pacar ? Minta saja salah satu pacarmu untuk menikahimu . Beres kan ! " tutur merry


" enak sekali kau kalau bicara , kau seperti tidak tau orang tuaku saja ! " ucap carrol memutarkan kedua matanya


" merry .. Rasanya aku ingin sekali dijodohkan seperti dirimu  , tetapi dengan laki laki yang seperti kak gio , renyah di luar tetapi lembut didalam uhhhh menggemaskannnn " sambung carrol seraya memejamkan matanya , merry langsung menepuk keras jidat carrol


" kau pikir enak apa dijodohkan ? Tidak enak kau tau ! " celetuk merry dengan menajamkan kedua alisnya


" ha tidak enak , tapi bukankah kau menikmatinya ?  " saut carrol meledek merry , merry langsung melirik tajam carrol


"  ku rasa kak gio itu cinta pertamamu  " imbuh carrol


" aku tidak mencintainya sama sekali " saut merry menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari membaca buku yang ia pilih


" jangan membohongi dirimu sendiri , aku tau kau sudah mulai cinta dengan kak gio " seru carrol


" kau ini tau apa ? sudah ku bilang aku tidak mencintainya , jangan bicara lagi ! " celetuk merry


" baiklah , akan ku lihat  sampai kapan kau akan membohongi perasaanmu sendiri " seru carrol , merry pun hanya terdiam mencerna perkataan carrol


 


 


 


Keesokannya Di rumah kikan .


 


Kala itu Alka dan cathrine sedang berkunjung di rumah kikan


tiba tiba terdengar ketukan pintu dari luar rumah , kikan langsung membukakan pintu rumahnya , ternyata merry


" mama " sapa merry memeluk erat kikan


" kau pagi pagi sudah kemari , ayo masuklah .. ada bibi dan juga pamanmu didalam " ajak kikan , mereka berdua pun masuk kedalam rumah , merry langsung menyapa alka dan cathrine


" paman .. bibi .. " sapa merry


" eh keponakan paman yang cantik ini kemari " sapa alka ia memeluk dan mencium pipi mery , cathrine pun juga memeluk merry


" gio kemana sayang ? " tanya cathrine


"  gio ada keperluan di luar kota bi , jadi merry tidur dirumah mama " jawab merry sembari duduk di tengah tengah cathrine dan alka


" nak .. kenapa kau tidak bilang papa ? biar papa jemput tadi  " saut rey


" sebenarnya kemarin gio mau mengantar merry kemari pa .. tetapi berhubung ada carrol yasudah aku minta dia untuk tidur dirumah , jaddi merry kemarinya sekarang " ucap merry


" oh iya  elyn kemana paman ? " tanya merry


" entahlah dia sering pamit tidur di rumah temannya " jawab alka


Mereka berlima masih duduk bersama di ruang depan . mereka berbincang bincang ringan sembari menikmati teh dan biskuit sesekali terselip canda dan tawa  dalam perbincangan mereka . karna jarang sekali mereka berkumpul bersama kalau tidak hari tertentu , namun sayangnya hanya kurang elyn saja yang tidak ada disana  waktu itu .


 


 


 


 


" merry .. bagaimana apa kau sudah isi ? " tanya cathrine kepada merry seraya menyeruput teh hijau yang ada di cangkirnya


" belum bi  " saut merry dengan menggelengkan kepalanya


" bibi sangat berharap sekali  agar kau segera mimiliki anak " ucap cathrine  seraya tangannya  membelai lembut  kepala merry , merry pun hanya memaksakan senyumannya


" cathrineeee " teriak alka ,


" oh iya ..  bibi , paman , ma , pa  .. merry tinggal istirahat ke kamar dulu tidak apa apa kan ? soalnya merry mengantuk , semalam  merry tidak bisa tidur nyenyak  gara gara carrol " ucap merry sambil memutarkan kedua bola matanya


" iya sayang istirahatlah " saut kikan , merry pun langsung pergi ke kamarnya .. sepertinya ia sengaja menghindar dari pertanyaan cathrine .


"  kenapa kau harus bertanya dan berbicara seperti itu kepada merry  " teriak alka dengan kesal


" alka .. wajar kalau cathrine bertanya , tidak ada salahnya kalau cathrine menginginkan anak dari merry  , karna aku sendiri juga menginginkannya  " saut kikan


" kalian pikir semuanya tidak butuh proses apa ? Gio sama merry  masih sama sama beradaptasi " saut rey dengan ketus


" sayang ..  aku dan Kikan menginginkan merry bisa segera memiliki momongan agar hubungan pernikahannya dengan gio semakin erat , itu saja " ucap cathrine kepada alka


" iya aku tau itu !! tapi kalian harus berpikir sedikit ! jangan karna keinginan kalian , kalian jadi membebani keponakannku seperti ini !  setiap kali bertemu yang kalian bicarakan dan kalian bahas  tentang hal yang sama  .. Merry bukan seperti elyn yang mudah beradaptasi dengan lawan jenisnya  .  apalagi  Dia menikah karna dijodohkan jadi wajar kalau dia masih beradaptasi " celetuk alka dengan kesal


" tapi sayang .. dulu kikan dan kakak ipar .. " saut cathrine , belum selesai ia berbicara alka langsung memotongnya


" jangan  samakan dengan pernikahan kakak ! Karna rumah tangga setiap orang itu berbeda beda !!  " teriak  alka dengan menunjukan jarinya kepada cathrine , cathrine pun hanya diam tak membantah lagi perkataan suaminya


" sudah , sudah ..  Kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini " teriak rey


sementara di kamar merry terlihat begitu kesal


" Dulu yang di pertanyakan , merry kenapa kamu masih belum punya pacar ? , merry kenapa kamu belum menikah ? , Sekarang sudah menikah , merry  kapan kamu punya anak ? yatuhan  aku sungguh  lelah dengan pertanyaan semacam itu" gumam merry kesal , ia memutarkan kedua bola matanya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur , ia langsung memejamkan matanya


di luar kota , gio sedang menjadi narasumber  workshop di salah satu hotel bintang 5 , karna ia merasa ingin membagikan pengalamannya dan memotivasi semua para anak muda agar tidak menyerah jika  mengalami suatu kegagalan dalam usaha maupun berbisnis .  kala itu  disela sela acara ia sedang menikmati coffee break di hotel tersebut , ia meraih ponselnya hendak menghubungi merry .. namun tiba tiba dirinya di hampiri oleh 2 orang  wanita


" kak giordan maaf mengganggu .. namaku maurrine dan ini temanku shesya  bisakah aku  bertanya sedikit tentang usaha yang sedang kakak geluti sekarang , kebetulan aku  baru saja menggeluti dunia bisnis jadi aku ingin kau berbagi sedikit tentang pengalamanmu kepadaku  ? " tanya wanita itu seraya menyunggingkan senyumnya


" tentu saja silahkan .. " saut gio  , ia meletakan kembali ponselnya , kemudian gio menjelaskan panjang lebar tentang usaha dan bisnisnya saat ini ,  namun lama kelamaan gio terlihat merasa  tidak begitu nyaman dan risih dengan 2 wanita itu .


" oh iya .. kalau sudah jelas saya permisi mau menghubungi istri saya dulu " tutur gio , maurrine an shesya pun terkejut mendengarnya karna ia mengira gio belum menikah .


" Oh . kak giordan sudah menikah ? memang umurnya kakak berapa ?  " tanya maurrine ,


" permisi .. " pamit gio , tanpa menggubris pertanyaan maurrine ia langsung berlalu meninggalkan maurrine dan shesya ,


" yahhhh .. aku kira kak giordan masih single  " ucap maurrine cemberut kepada shesya


" jangan macam macam .. dia sudah menikah ! " seru shesya memperingatkan maurrine


" siapa tau tadi  kak giordan hanya berbohong , kalau dia sudah menikah , karna dia masih sangat mudah sekali ? saut maurrine tidak percaya


" bohong atau tidaknya itu urusan dia , kau jangan coba coba mengganggunya . lagipula kau harus ingat , kau sudah di jodohkan dengan orang tuamu  " saut shesya


 


 


sementara gio  keluar ke corridor hotel ia langsung meraih ponselnya dan mecoba menghubungi merry melalui video call  , karna ia sangat merindukan istrinya .


tut .. tut .. tut  (menghubungkan) namun merry tidak mengangkat ponselnya , gio mencoba menghubunginya kembali hingga 3 kali , merry langsung mengangkat , dangan mata yang sayup sayup  mengantuk ..


" gioo .. ada apa menelpon ? kau ini mengganggu tidurku saja  " celetuk merrry dengan mengarahkan arah ponselnya tepat di depan wajahnya  , gio hanya tersenyum


" kau sedang dirumah mama  ? " tanya gio


" iya .. kau kapan pulang ? " tanya merry seraya mengucek matanya


" sepertinya aku bakal extend disini selama satu minggu  " ucap gio berbohong , merry langsung beranjak duduk dari tidurnya


" kenapa lama sekali ? kemarin kan kau bilangnya hanya 3 hari kenapa sekarang  jadi seminggu ?  " ketus merry sembari cemberut , gio menahan senyumannya


" kenapa memangnya ? apa kau tidak bisa jauh dariku ? " tanya gio menggoda


" siapa juga yang tidak bisa jauh darimu ? aku justru senang kok kalau kamu lama disana " ucap merry


" baiklah kalau begitu ..  aku akan extend disini selama satu bulan biar kau semakin senang " ujar gio menggoda merry kembali


" jangan lama lamaaaaa !  kau kemarin bilangnya hanya 3 hari jadi 3 hari harus pulang !! " ketus merry


" katanya kau senang jika aku lama disini , bagaimana sih kau ini ?  " tanya gio tersenyum


" ehm .. itu apa .. maksudku itu ..  kan aku ngga enak sama mama sama papa kalau tinggal disini lama lama nanti takutnya mama papa mengira kita lagi bertengkar !  " ucap merry dengan kebingungan  ,


" yasudah satu minggu kau harus pulang " sambung merry , gio hanya menahan tawanya mendengar perkataan merry


" baiklah , satu minggu aku akan pulang , yasudah  tidurlah lagi  " pinta gio ia langsung mematikan ponselnya ,


" merry .. kau itu selalu membuatku semangat seperti ini " gumam gio tertawa kecil , ia langsung masuk kembali ke dalam ruang hotel yang digunakan untuk acara workshop tersebut .


sementara di rumah merry tak henti hentinya menggerutu kesal


" gio itu benar benar menyebalkan ,, " gumam merry , ia langsung  melempar keras ponselnya di sampingnya  .


merry terlihat begitu kesal karna ia merasa dibohongi oleh gio