My Best Match

My Best Match
Ancaman



Juan nampak duduk dengan tenang di kursi putar didalam kantornya, akan tetapi raut wajahnya terlihat gelisah. Setelah satu minggu pertemuan antara Carra dengan Jenny, Juan merasa ada ancaman yang mengintai dirinya dengan Carra


Juan tidak bisa tenang meski sekarang ia semakin memperketat penjagaan disekitaran mansion. Juga menyuruh Robert dengan khusus mengutus orang untuk selalu mengawasi gerak gerik Jenny, berjaga jaga agar wanita itu tidak berbuat macam macam


"Tuan, anda sudah ditunggu di ruang rapat sekarang" Sahut Robert yang sedari tadi memang memperhatikan majikannya itu


Juan mengangguk, kemudian berdiri


Robert dengan sigap mengambil beberapa peralatan yang dibutuhkan Juan untuk rapat, kemudian melangkah mengikuti Juan yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan


-


Carra tengah memperhatikan siluet tubuhnya di depan cermin, ia nampak memperhatikan sesuatu dan sesekali mengelus perutnya yang masih rata


"Juan sedang apa ya?" Fikirnya kemudian yang tiba tiba saja mengingat sang suami dan merindukannya


Baru ia akan menelpon Juan, tapi ia ingat jika hari ini Juan ada rapat dengan dewan direksinya


Carra mengurungkan niatnya dan memilih untuk turun ke bawah, mencari Syan atau Della untuk ia ajak berbicara


-


"Jadi, bagaimana Tuan. Apa Tuan tertarik dengan tanah 1000 hektar itu?" Tanya Robert setelah mereka selesai rapat bulanan diruang rapat


Juan menopang dagunya, mempertimbangkan apa yang tadi ditanyakan oleh Robert


Sejujurnya ia tertarik dengan tanah yang akan di perebutkan dalam pelelangan itu, selain luas tanahnya yang sangat luas, juga lokasi tanah tersebut strategis untuk membuat villa pribadi disana


Juan ingin membuat vila lagi, sebagai hadiah pada Carra karena sekarang wanita itu sedang mengandung buah hatinya


"Baiklah, kapan acara pelelangan itu akan digelar?" Tanya Juan setelah matang dengan pertimbangannya


"2 hari lagi Tuan"


Juan mengangguk, sejujurnya ia malas untuk bersaing dengan orang orang yang juga menginginkan tanah itu. Tapi mau diapakan, ini adalah kegiatan tahunan yang selalu diselenggarakan dengan rutin


Dengan uang dan segala kekuasaannya Juan tidak bisa menyogok sang pemilik tanah. Tapi tiga tahun terakhir, dia selalu berhasil menjadi pemenang dengan penawaran harga tertinggi. Dan Juan yakin, untuk kali ini pun akan sama, ia yang akan unggul


"Juan" Seseorang tiba tiba saja menerobos masuk kedalam ruangannya dengan tampang menyebalkan


Juan melotot


"Eu, sorry Pak" Ralatnya


"Ada apa?" Tanya Juan dengan ketus


"Hey, santai lah sedikit. Apa kau tidak bisa sedikit saja baik padaku?" Tanyanya dengan gelagat begitu menyebalkan di hadapan Juan


"Katakan apa maumu dan cepat keluar dari ruanganku" Titah Juan tanpa menatap laki laki muda tampan itu yang berdiri di hadapan meja kerjanya. Sedangkan Robert yang berada di belakang Juan hanya menggeleng dengan kelakuan Alex yang selalu saja mengganggu Juan


"Hanya ingin mengucapakn selamat" Sahutnya. kemudian tersenyum dengan begitu cerah


"Selamat untuk calon ayah" Sambungnya, kemudian duduk setelah melihat Juan menyunggingkan senyuman


"Dengar, aku berterimakasih. Tapi, apapun yang kau katakan, kau tetap sedang mengganggu waktu istirahatku sekarang"


"Ayo keluar"


Alex menggeleng


"Aku hanya tidak mengerti mengapa kau menyuruhku datang ke perusahaan ini, dan membuatku sakit mata" Keluhnya


Juan menatapnya, kemudian mengangkat satu alisnya saat mendengar penuturan Alex tadi


"Apa maksudmu dengan mengatur cara berpakaian para staf wanitamu" Sahutnya, menjawab keheranan yang ditunjukan Juan


Juan hanya tersenyum cuek, perkara kecil ternyata


"Hey, itu sudah berlangsung lama kalau perlu aku peringatkan"


"Ya, ku kira itu hanya berlaku satu atau dua hari saja. Ternyata sampai detik ini pun saat aku kembali ke perusahaan ini mereka masih nampak sama" Panjang lebarnya dengan berapi api


"Jadi apa masalahmu?" Tanya Juan dengan cuek


"Mataku sakit Juan. Mereka semua sudah tidak seksi lagi, apa kau tau?" Protesnya sambil menggebrak meja, bahkan Robert sedikit terlonjak dibuatnya


"Aku tidak suka wanita seksi"


"What? Kau bercanda, memangnya sejak kapan"


"Sejak aku punya Carra"


"Aku Bosnya disini"


"Pergi ke club jika kau ingin melihat wanita seksi"


Alex berdecih, kemudiam berdiri


"Aku tidak suka wanita seksi" Sahutnya dengan gelagat santai


"Sejak kapan?" Tanya Juan dengan heran. Beberapa detik yang lalu dia bilang jika sakit mata karena tidak melihat wanita seksi, dan tadi tiba tiba saja mengatakan tidak menyukai wanita seksi


"Sejak aku menyukai kakak ipar" Sahutnya kemudian setengah berlari menjauhi Juan


"Brengsek!" Umpat Juan sambil melempar bolpoin ditangannya dan akhirnya jatuh ke lantai setelah mendarat di punggung Alex


Laki laki itu sedikit mengaduh sambil membuka pintu untuk keluar dari ruangan Juan


"Sembarangan" Umpat Juan lagi akhirnya


Dan tak lama setelah kepergian Alex, pintu ruangan Juan diketuk dari luar, Juan melirik pada Robert. Robert segera melangkah untuk memeriksanya


"Penggannggu!" Umpat Juan


"Tidak bisa nona!" Sahutnya saat tiba tiba saja seorang wanita menerobos masuk ke kantor Juan


"Aku hanya ingin bertemu dengan Juan. Apa tidak boleh?"


"Tidak"


Juan menghela nafas, ia tau siapa orang yang ada diluar sehingga ia membiarkan saja orang itu untuk masuk


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Juan


Jenny yang sedang mengedarkan pandangannya pada segala penjuru diruangan Juan akhirnya berpusat pada laki laki itu dan tersenyum


"Kau yakin bertanya tentang itu Juan"


"Tentu saja aku menginginkan kau" Sambungnya, kemudian duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya. Membuat dres ketat yang dikenakannya mengekspos dengan bebas paha mulusnya


Juan buang muka, ia sudah muak menghadapi sikap kekanak kanakan Jenny


"Oh yah, istrimu. Aku sudah bertemu dengannya, tidak buruk. Dia begitu cantik, sesuai dengan seleramu" Sahutnya dengan gelagat santai


Sedangkan Robert yang juga setia berada diruangan itu hanya nenutup telinganya saja


"Jangan mengganggu aku lagi. Apalagi istriku Jenny!"


"Memangnya kenapa? Aku sudah kebal dengan semua ancamanmu Juan!" Tuturnya dengan santai


Juan hanya menggeleng dengan senyum meremehkan, rasa rasanya ia baru menemukan mahluk langka paling menjijikan yang berada di muka bumi ini


"Aku memang terlalu berbaik hati padamu, maka gunakan kesempatan itu untuk hidup lebih baik lagi"


"Aku tidak akan bisa hidup dengan baik tanpa kau Juan"


"Aku membutuhkanmu" Sambungnya dengan tegas


"Dan aku tidak pernah membutuhkanmu"


Jenny menghela nafas, merapihkan rambutnya kemudian menopang dagu dengan gaya seksinya


"Seharusnya kau berterimakasih padaku karena sudah memperjuangkanmu Juan"


"Memperjuangkanku? Sayangnya aku tidak butuh itu, Jenny"


"Kau boleh keluar dari ruanganku sekarang"


Sahut Juan, ia beranjak dari duduknya sambil mengancingkan jasnya


"Kau akan menyesal telah mengusirku Juan"


"Aku sudah berbicara baik baik padamu Jenny. Kau mau aku bertindak seperti apa?" Tanya Juan dengan penuh penekanan


Susah payah Jenny menelan salivanya. Tatapan tajam Juan mengingatkannya pada masa lalu. Bayangannya terlempar pada kejadian satu tahun lalu. Dimana dirinya disekap oleh Juan digudang selama satu minggu karena sudah menjebaknya untuk tidur bersama


Meski ia belum kapok juga atas tindakan Juan padanya itu


"Dengar Juan. Aku tidak akan pernah membiarkan kalian berbahagia, tidak akan!" Sahutnya, kemudian beranjak dan keluar dari ruangan Juan


Juan hanya memijit pelipisnya, tiba tiba saja ia harus di hadapankan kembali pada wanita gila seperti Jenny