
"Apa?" Tanya Carra saat tiba tiba saja Juan mengunci pintu kamar mereka dan mematikan lampu utama
"Melanjutkan yang pernah tertunda" Sahut Juan dengan santainya. Ia berjalan ke arah Carra yang duduk di tepi ranjang sambil melepas satu persatu kancing kemejanya dengan gelagat sexi. Carra merutuki dirinya karena memuji muji Juan, ah padahal malam ini laki laki itu akan menghabisinya
Carra sempat tertegun, sampai kemudian tangannya mengcengkram seprai tempat tidur dengan kuat saat Juan sudah benar benar ada sangat dekat dengannya
"Relax Baby" Bisiknya sebelum ia memulai aksinya
Untuk yang pertama kalinya dalam hidup Carra ada seorang lelaki yang membukakan pakain dan melihat bagaimana lekuk tubuhnya
"Relax" Katanya lagi, kemudian memberi beberapa kecupan di leher Carra, turun ke dada, kemudian kembali pada bibir Carra
Carra hanya memejamkan matanya seiring dengan sentuhan sentuhan yang diberikan Juan di setiap inci tubuhnya
Dan bersamaan dengan tangan Carra yang begitu kuat mencengkram lengan Juan. Untuk yang pertama kali dalam hidup Carra, ia merasakan sensasi luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dengan siapapun
Juan, adalah laki laki pertama yang pernah menyentuh Carra, laki laki pertama yang menjamah seluruh bagian berharga milik Carra
Dan Carra, merelakannya dengan perasaan tulus dan bahagia
Untuk pertamakali pula bagi Juan, ia merasakan sensasi bercinta yang luar biasa. Yang belum pernah ia rasakan dengan satupun wanita yang pernah menjadi teman One Night Stand-nya
Semakin dalam pula rasa cinta nya pada Carra, bersamaan dengan ia mengetahui kebenaran tentang Carra. Baik apa yang di akui oleh wanita itu sendiri ataupun apa yang dikatakan oleh Abram
Terbukti sudah jika kini, adalah dirinya orang pertama yang menyentuh Carra, adalah orang pertama yang merasakan bagaimana sensasi bercinta denga seorang Carramella
Sungguh Juan tidak henti hentinya merasa bersalah karena sudah pernah menuduhkan hal buruk pada Carra. Bahkan hatinya terasa sakit ketika mengingat bagaimana air mata yang jatuh membasahi pipi Carra waktu itu
Sakit atas cakaran Carra di punggung dan lengannya tidak seberapa dari rasa sakit di hati Juan yang merasa bersalah pada Carra
*
"Apa kau menyesal telah melakukannya denganku Carra?" Tanya Juan, dengan deruan nafas yang terdengar mulai normal
Sekarang keduanya tengah berbaring dibawah selimut dengan Juan yang erat memeluk tubuh Carra dan menelusupkan wajahnya di ceruk leher Carra
"Katakan padaku Juan, alasan mengapa aku harus menyesal" Sahut Carra sambil mengusap rambut Juan yang ia perlakukan seperti anak kecil yang sedang manja pada ibunya
"Jadi, kau tidak menyesal?" Tanyanya lagi, seolah memastikan dan tidak bisa mencerna apa yang barusan dikatakan oleh Carra
"Tidak akan" Sahut Carra setelah ia menghela nafas cukup panjang
"Aku tidak akan pernah menyesal. Sampai kapanpun" Sambungnya
Juan yang semula menelusupkan wajahnya di ceruk leher Carra kini mulai mengangkat wajahnya. Menatap wajah Carra yang hanya mendapat penerangan dari lampu yang masuk melalui celah kaca pintu balkon yang sedikit terhalang tirai
"Terimakasih untuk semuanya Carra, dan maaf"
"Maaf untuk apa?"
"Untuk apapun yang pernah menyakiti kau. Maaf sudah pernah membuat kau menangis"
"Sungguh Carra, aku menyesal" Racaunya
"Dimasa depan. Aku berjanji, tidak akan pernah ada hal yang akan kau tangisi Carra"
"Apapun itu"
"Aku tidak akan pernah membiarkan setitikpun air jatuh dari matamu" Sambungnya sambil membelai wajah Carra
Sekarang, giliran Carra yang menelusupkan wajahnya di dada Juan, mencari kedamaian di setiap inci tubuh suaminya
"Tidak akan pernah ada yang bisa membuat aku menangis, selain jika aku kehilangamu Juan" Sahut Carra
"Kau tidak akan pernah kehilanganku Carra"
"Jangan pernah meninggalkanku!"
"Tidak akan!"
Selanjutnya, Carra nampak memikirkan sesuatu, sesuatu yang mengganggu fikirannya sejak tadi siang
"Oh ya Juan, aku sungguh sungguh tentang, cara berpakain para karyawan wanitamu itu" Tuturnya dengan mendongak menatap wajah Juan
"Jangan di fikirkan, itu sudah Robert bereskan!"
Carra mengangguk, sampai Juan menyentuh bahunya untuk menurunkan selimut yang menutupi tubuh polos Carra
"Juan, ini sudah malam. Aku lelah!" Protes Carra sambil menahan selimut itu di tubuhnya, dengan mata yang sudah terpejam
Carra membuka matanya, menatap Juan yang pasang wajah memelas seperti anak kucing. Membuat Carra tidak tega jika menolak keinginannya
Carra menghela nafas
"Astaga!"
"Baiklah" Sambungnya yang langsung mendapat seringai penuh kemenangan dari bibir Juan
Dan malam itu, Juan dan Carra melanjutkan ronde ke dua mereka. Tak perduli dengan waktu yang semakin larut dan berjalan kian cepat
Karena bagi Juan, ada cinta yang harus disalurkannya pada Carra. Sama seperti Carra ia pun ingin menampung cinta tulus dari Juan untuknya
Dan malam itu, adalah malam yang panjang untuk dua insan yang sedang di mabuk cinta
*
"Selamat pagi" Sapa Juan, ia nampak sudah rapih dengan pakaian kantornya dan sedang merapihkan dasi
Carra masih menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu di kamarnya yang masih menyala
Dan ia melihat Juan yang nampak sudah rapih di hadapannya. Lantas Carra melihat jam dinding di atas pintu ruang ganti
"Astaga" Pekiknya sambil menutup wajah
"Kenapa kau tidak membangunkan ku Juan?" Tanya Carra, penuh sesal. Sedangkan Juan hanya tersenyum santai lalu berjalan dan duduk ditempat tidur. Disamping Carra yang berbaring dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya sampai ke leher
"Tidurlah lagi. Aku harus segera ke kantor"
"Biar ku suruh pelayan mengantarkan sarapanmu" Sahutnya mengecup bibir Carra sekilas, beralih pada kening kemudian melangkah
Juan melangkah menuju pintu keluar dengan senyum semangat '45' . Seolah ia terlahir kembali dengan penuh senyuman dan kebahagiaan
Dan Carra hanya menatap kepergian Juan sampai punggung laki laki itu menghilang di balik pintu kayu berwarna cokelat
"Astaga" Rutuk Carra. Rasanya ini yang pertama ia bangun sesiang ini
Bahkan sang surya saja diluar telah begitu terik seolah menertawakannya. Dan beranjak di tempat tidur rasanya Carra juga enggan. Ia enggan kemana mana, tapi badannya terlalu lengket untuk tetap merebahkan diri saja di tempat tidur
Dengan hati hati Carra beranjak dari pembaringannya, menggapai handuk yang tadi di letakan Juan di ujung tempat tidur, memakainya, kemudian melangkah menuju kamar mandi
Dan ia harus sarapan, meskipun sekarang sudah jam 9 pagi
*
Juan nampak melangkah menuju ruangannya dengan Robert yang selalu berada di belakangnya. Para karyawan dan semua staf yang nampak sibuk berkutat dengan layar monitornya di kubikel masing masing segera bangun dan membungkuk hormat saat Presdirnya melewati mereka
Menyapa alakadarnya yang selalu di balas senyum tipis oleh sang Bos setiap harinya. Tapi ada yang berbeda untuk hari ini
Hari ini Juan nampak begitu bersahabat, dengan senyum merekah dibibirnya yang ia tebar pada semua karyawan di sepanjang perjalanan menuju ke ruangannya
Juga nampak ada yang berbeda dengan para karyawan wanita di perusahaan Juan
Seperti yang sudah Juan janjikan kepada Carra, dan ia benar benar menepatinya
Dimana para karyawan dan semua staf wanita di perusahaannya memakai pakaian formal yang tidak terlalu terbuka, dengan rok span selutut atau bahkan memakai stelan formal celana saja
"Kerja yang bagus" Decak Juan pada Robert
Robert hanya tersenyum simpul
Diam diam ia juga awalnya merasa heran dengan perintah Tuannya yang sempat memperhatikan penampilan para karyawan wanita mereka. Tetapi saat sudah tau jika itu keinginan dari Carra, maka Robert mengerti
Sejujurnya, sejak protes Carra kemarin. Juan memang langsung menyuruh Robert untuk mengurusnya, meskipun Robert tau dari mereka pasti banyak yang keberatan dengan aturan baru perusahaan ini
Memangnya dalam rangka apa, perusahaan menambah aturan yang harus di patuhi para karyawan dalam bentuk penampilan?
Sejauh mereka bekerja, belum pernah sebelumnya ada aturan aneh di perusahaan yang macam ini
Para karyawan wanita di bebaskan mengenakan pakaian apapun, asalkan rapih. Kecuali mengenakan lingerie.
Dan sekarang?
Mereka mau tak mau memang harus patuh pada peraturan itu atau resikonya harus angkat kaki dari perusahaan jika tidak ingin mematuhi aturan yang baru di buat
Resiko yang tidak akan di pilih siapapun, semua orang mati matian ingin masuk dan bergabung dengan Royal Zhucarlos Group. Sehingga lebih baik merubah penampilan daripada harus keluar dari perusahaan bergengsi ini