My Best Match

My Best Match
Sebuah Protes



*


Gedung RCG


"Robert. Apa jadwalku hari ini padat?" Tanya Juan sambil berjalan ke arah ruangannya setelah ia selesai rapat di luar dengan kliennya. Lalu ia masuk setelah Robert membukakannya pintu


"Hanya ada dua pertemuan penting Tuan" Tuturnya setelah Juan duduk di singgasananya


Juan nampak menyangga dagu, kemudian mengangguk. Robert yang mengerti dengan keadaan Tuannya lantas hanya tersenyum


"Aku ingin segera pulang" Tuturnya dengan pelan, tapi Robert masih bisa mendengarnya


"Bersabarlah Tuan, di mabuk cinta memang seperti itu" Sahutnya dengan tawa yang ia tahan


"Kau pikir istriku alkohol!" Dengus Juan yang membuat Robert segera meminta ampun


Padahal, tidak ada yang salah dengan apa yang di ucapkan Robert. Juan memang sedang dimabuk cinta, jadi wajar saja jika dirinya selalu ingin buru buru pulang demi segera bertemu dengan sang istri


Perubahan Carra yang sekarang menjadi amat hangat memang membuat Juan betah dan ingin selalu ada di samping Carra, ingin selalu bersama dan hanya ingin tidur saja di pelukannya


Tanpa sadar, kedua sudut bibir Juan tertarik ke atas, melengkung membentuk senyuman bahagia yang penuh arti


Dan membuat Robert hanya bisa menggelengkan kepalanya. Majikannya ini menolak dikatakan sedang dimabuk cinta, tapi tingkahnya lebih dari itu


*


Carra yang baru akan keluar dari kamar mengurungkan niatnya saat ia melihat ponsel Juan yang berada di nakas


"Juan melupakan ponselnya?"


"Ada ada saja. Lalu, bagaimana aku menghubunginya nanti?"


Carra cepat cepat turun, ia pergi ke garasi dan menyuruh salah satu bodyguard mengeluarkan mobil. Dan akhirnya bersikeras ingin mengantarkan Carra ke perusahaan Juan


Awalnya Carra menolak untuk diantar, tapi bodyguard itu bersikeras ingin mengantarkan Carra atau dia akan habis oleh Juan nanti jika membiarkan Carra sendiri. Bagaimana jika ada kejadian yang tidak diinginkan nanti?


Begitu sampai di salah satu gedung pencakar langit dipusat kota, di sebuah gedung yang atasnya bertuliskan Royal Zhucarlos Group. Lantas Carra segera turun dari mobil saat pintu mobil sudah di bukakan


"Kau tunggu disini" Perintah Carra pada sang bodyguard, lalu ia cepat melangkah masuk


Semua karyawan yang melihatnya membungkukan badan mereka, menyambut baik kedatangan istri dari Presdir mereka. Carra memang belum pernah datang ke perusahaan Juan, tapi tentu saja semua orang tau jika dirinya adalah Nyonya Zhucarlos, istri sah dari pemilik RCG. Berita pernikahan mereka bahkan sampai membuat heboh seluruh dunia


"Nyonya, apa anda ingin nenemui Presdir?" Tanya salah satu wanita dengan stelan kemeja putih dan rok span pendeknya


Ahh, Carra tidak bisa membayangkan bagaimana Juan setiap hari melihat para karyawan wanitanya yang seksi itu


"Aaa, iya"


"Baik, mari saya antar" Sahutnya


Carra mengangguk dan mengikuti langkah wanita itu sampai keduanya berhenti di depan pintu ruangan bertuliskan R.PRESDIR


"Silahkan" Katanya, lalu ia permisi kembali lagi ke tempatnya setelah Carra mengucapkan terimakasih


Carra sempat mengetuk pintu, akan tidak sopan jika dirinya masuk begitu saja tanpa meminta izin


Tak lama, pintu di buka dari dalam. Robert yang melihat Carra segera membungkukan badannya


"Silahkan Nona!" Mempersilahkan, kemudian membuka pintu menjadi semakin lebar. Sampai membuat pria yang tengah duduk di singgasananya seketika saja tersenyum penuh arti dan beranjak dari duduknya menghampiri sang istri


Sedangkan Robert yang maha pengertian itu, dengan langkah santainya keluar dari ruangan dan menutup pintu pelan pelan


Juan segera menghampiri Carra dan menggandeng pinggang istrinya itu dengan posesif


"Ada apa? Kau merindukanku?" Tanyanya sambil melangkah membawa Carra menuju sofa besar yang ada di ruangan itu


"Kau begitu narsis Juan" Carra menyahut acuh saat Juan sudah mendudukannya di sofa putih


"Hmm, lalu?" Tanya Juan dengan kecewa


Carra mengangkat ponsel dan menyerahkannya pada Juan


"Ponselmu" Sahut Carra yang membuat Juan mengerti, jika kedatangan istrinya adalah untuk mengembalikan ponselnya


"Terimakasih" Sahut Juan, mengambil alih ponsel itu dari tangan Carra


Carra mengernyit, menatap Juan yang mengotak atik ponsel pribadinya itu


"Hanya itu?" Tanya Carra, menatap Juan penuh arti


Juan yang sedang mengotak atik ponselnya, lantas menatap Carra dengan tatapan memicing heran. Lalu tanpa aba aba ia memberi ciuman di pipi kanan Carra, menahannya sebentar


Lalu tersenyum setelahnya, sedangkan Carra menyentuh pipinya dengan tersenyum kepada Juan


"Apa?" Tanya Juan


"Kau_" Sahut Carra tapi tidak meneruskan kalimatnya


"Aku harus segera pulang" Sambungnya dan beranjak dari duduknya tapi Juan menahan tangannya sampai membuat Carra kembali duduk di tempatnya tadi


"Ada apa?" Tanya Carra, heran karena tiba tiba saja Juan malah menahannya


"Disini saja" Katanya dengan menatap Carra


"Pengawalmu menungguku di loby"


"Sudah kusuruh pulang" Katanya dengan santai lalu merebahkan diri dan menjadikan paha Carra sebagai bantalannya


"Kapan?"


"Tadi" Katanya dengan mata terpejam


Carra hanya mengangguk, kemudian menatap Juan yang memejamkan mata di pangkuannya


"Sangat" Juan menyahut dengan tangan yang melonggarkan dasinya


"Kenapa tidak pulang saja?" .


Juan yang semula memejamkan mata kini menatap Carra


"Memang di mansion ada apa?" Tanya Juan dengan menyentuh dagu Carra


Carra memutar mata, berfikir


"Setidaknya jika di mansion kau bisa tidur"


"Memangnya disini tidak?"


"Aku bisa melakukan apapun tanpa ada yang bisa melarang Carra"


"Oh yah, aku lupa. Jika suamiku ternyata adalah orang yang terlahir dengan sendok perak di dalam mulutnya" Sahut Carra dengan menggelengkan kepalanya, meledek Juan


Juan hanya menatap Carra tanpa ada niat untuk memperdulikan celotehan istrinya tadi


"Ternyata sebahagia ini di cintai seorang Carramella Araganta" Sahut Juan sambil menaruh tangan Carra di dadanya


"Nyonya Carramella Zhucarlos" Ralatnya lagi


Carra hanya tersenyum, lalu ia ingat dengan salah satu karyawan Juan yang ditemuinya di luar


"Juan"


"Hmm"


"Apa setiap hari mereka seperti itu?" Tanya Carra ragu ragu


"Mereka siapa?"


"Seperti apa Carra?" Tanya heran Juan yang tidak tau kemana arah pembicaraan Carra ini


"Para pegawaimu" Carra akhirnya menyahut pasrah


"Memangnya ada apa dengan mereka?"


"Pakaiannya"


Juan mengernyit, sampai kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dan muncul seorang wanita, setelah Juan mempersilahkannya masuk. Ia amat rapih dengan stelan formalnya yang super ngepas di tubuhnya. Bahkan wanita itu sedikit mengekspos dadanya


Jujur Carra terganggu melihatnya


"Maaf Mr, ini berkas yang Mr minta kemarin" Sahutnya lalu menyodorkan sebuah berkas pada Juan


Juan yang semula berbaring di pangkuan Carra lantas beranjak. Duduk dan menerima berkas dari tangan wanita itu, ia membacanya sebentar dan wanita itu tetap berada di hadapan Juan, barangkali ada suatu kesalahan maka akan ia perbaiki dengan segera


Carra masih memperhatikannya. Wanita itu cantik, terlihat dewasa dan profesional. Sampai kemudian ia menjatuhkan bolpoin yang di pegangnya dan mengambilnya dengan mencondongkan tubuhnya di hadapan Juan dan Carra


Tentu saja hal itu semakin membuat dadanya terlihat bebas, dan Juan juga pasti melihatnya. Tapi seolah sudah terbiasa, ia hanya biasa saja dan menyuruh wanita itu untuk meletakan berkas tersebut di meja kerjanya


"Oh yah Carra, apa yang tadi kita bicaraka?" Tangannya ia lentangkan di sandaran sofa


"Cara berpakaian para pegawai mu" Ketus Carra


Mendadak ia kesal melihat ekspresi Juan tadi


"Ada apa dengan cara berpakaian mereka? Kurasa bagus" Sahut Juan dengan santainya dan membuat Carra menatapnya dengan jengah


"Iya, bagus karena setiap hari kau melihat tontonan yang menyegarkan mata"


Juan yang merasa jika ada yang aneh dengan ucapan Carra lantas menoleh pada istrinya itu


"Ada apa sayang?"


"Aku tidak suka cara berpakaian semua staf wanita mu, mereka terlalu fulgar mengekspos lekuk tubuhnya Juan"


Juan hanya tertawa mendengar celotehan dari Carra


"Aku tidak bisa mencegah mereka untuk tidak berpakaian seperti itu Carra. Hal itu sudah wajar"


"Dan aku tidak suka melihatnya!"


"Yasudah, jangan di lihat"


Carra mendengus


"Jadi kau suka melihatnya? Hmm, kau lebih suka memandangi mereka daripada istrimu?" Ketus Carra dengan melipat tangan di dadanya


"Hey tidak begitu sayang. Tentu aku lebih suka melihatmu"


"Kau pemilik perusahaan, kurasa mereka akan menuruti apapun yang kau perintahkan. Termasuk merubah cara berpakaian mereka"


Juan sempat terdiam, ia tidak keberatan dengan maksud Carra. Ia hanya cukup heran dengan protes istrinya itu


"Yasudah jangan di bahas, lebih baik kau temani aku makan siang"


"Ayo"


Sahut Juan yang langsung mengulurkan tangannya


Carra menurut. Lalu keduanya berjalan keluar dari ruangan Juan dengan bergandengan


*


Btw, disini ada yang baca "My Teacher Handsome" Enggak?


Kalau ada, mohon maaf yah. Itu proses reviewnya yang lama🙏:"(