My Best Match

My Best Match
Kekacauan



Carra merapihkan tempat tidur dan bergegas untuk kembali mandi, Juan sudah terjun ke lantai bawah saat Robert datang. Sepertinya mereka akan membicarakan soal pekerjaan lagi


Begitulah jika menikah dengan seorang pimpinan perusahaan. Kasih sayang suami jadi terbagi antara istri dengan pekerjaan


Baru Carra akan beranjak ke kamar mandi, bunyi ponsel Juan yang berada di atas tempat tidur tiba tiba saja menginterupsinya.


Telepon dari nomor asing. Lagi?


Cukup lama Carra menimbang pilihan antara mengangkat telpon atau membiarkannya saja, sampai kemudian Carra ada pada keputusan untuk lebih baik mengangkat telpon


"Hallo" Sapa Carra setelah ia selesai menggeser ikon hijau


"Ini siapa?" Sambungnya saat tidak ada respond di ujung sana


Orang yang menelpon tak kunjung menyahut pertanyaan Carra, atau bersuara apa saja yang membuat Carra bisa mendapat pencerahan tentang siapa orang yang menelpon. Pria? Atau wanita kah?


"Hey, kau siapa?" Tanya Carra, kesabarannya sudah mulai habis menghadapi penelpon iseng itu


"Hallo" Sapanya. Untuk beberapa saat Carra mematung begitu mendapati bahwa orang yang menelpon adalah seorang wanita


"Kau siapa?" Lagi, pertanyaan yang sama yang Carra lontarkan pada si penelpon


"Kau tidak perlu tau aku siapa. Dan kau, apa kau istri Juan?" Terdengar nada tidak suka dari nada bicaranya, tapi Carra tidak perduli. Sepertinya orang yang sekarang sedang menelpon adalah orang yang sama saat Carra dengan Juan di LA


Lalu mengapa wanita ini begitu gencar sekali menghubungi Juan? Padahal Juan sudah mengganti ponsel beserta nomor ponselnya dengan yang baru beberapa hari yang lalu


"Iya. Aku adalah istri Juan"


"Senang bisa berkenalan denganmu!" Tuturnya


"Sayangnya aku tidak!" Sahut Carra dengan cepat, ia cukup tau jika wanita yang sedang berbicara dengannya ini bukanlah wanita baik baik


"Oww, kau tidak sopan sekali Nyonya Zhucarlos" Sahutnya, terdengar tawa kecil diujung sana. Seolah dia sedang mengejek Carra


"Terserah. Ada perlu apa kau menelpon suamiku?" Tanya Carra dengan menekan kata terakhir


"Aku menginginkan suamimu!"


Deg


Bahkan ia mengatakannya dengan terang terangan tanpa ada rahasia atah basa basi apapun. Apa maksudnya?


"Aku hanya menginginkan dia untuk kembali. Apa aku salah?"


Kembali?


Bahkan Carra tidak bisa mencerna apa yang dimaksud oleh wanita itu


Ia menghela nafas, berusaha menguatkan diri agar tidak terpancing. Carra ingat dengan baik apa yang pernah disampaikan oleh Della padanya saat berada di perusahaan RCG


"Jangan pernah bermimpi! Kau menginginkan uang suamiku?"


"Katakan kau ingin berapa?" Tanya Carra dengan sarkas


Ia muak dengan pembawaan wanita itu yang bertele tele


"*Uang? Aku tidak membutuhkan itu nyonya. Aku hanya membutuhkan suami mu"


"Aku membutuhkan Juan*"


Tubuh Carra mulai bergetar. Apa wanita itu bersungguh sungguh dengan ucapannya? Ya Tuhan, mengapa tiba tiba saja ada pengganggu dalam rumah tangga Carra dengan Juan?


"Sayang_"


Carra menoleh saat Juan masuk ke kamar mereka


"Kau belum mandi?" Tanya Juan, lalu menghampiri istrinya yang tengah berdiri di dekat sofa depan tv


"Kau?" Tanya Juan saat melihat Carra yang sedang menelpon dan ponsel yang berada di tangan Carra adalah ponsel miliknya


Untuk beberapa saat Juan terdiam, juga heran dengan ekspresi wajah Carra yang terlihat cemas dan geram


Dengan bingung Juan akhirnya mengangkat ponsel itu ke telinganya. Ia tau jika apa yang terjadi sekarang memang bukan keadaan yang baik baik saja


"Hallo" Sesekali Juan menatap Carra yang sudah menangis di hadapannya


"Apa yang kau inginkan dariku Jenny?" Tanya Juan, terdengar nada bicaranya begitu tidak ramah. Carra yang semula menunduk perlahan mengangkat wajahnya demi untuk melihat ekspresi Juan


"Apa, kau tidak bisa bicara baik baik sayang. Aku merindukanmu"


"Hentikan omong kosongmu itu!"


Bentak Juan, ia sudah benar benar muak dengan Jenny yang akhir akhir ini begitu sering mengganggunya


Wanita yang tidak sengaja hampir tidur dengannya satu tahun yang lalu. Hanya hampir


"*Tenanglah Juan. Kau benar benar tidak berubah, kau masih Juan yang dulu"


"Dan aku masih menyukaimu*"


Juan tak menyahut, ia tidak tau harus bereskpresi macam apa di depan Carra. Meski ia memang tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan Jenny, tapi tetap saja perasaan wanita itu sensitif, dan Juan tau Carra pasti sedang sangat kecewa padanya sekarang


"Apa yang ingin kau lakukan? Jangan pernah mengganggu hidupku lagi!"


"Aku hanya merindukan kau, dan Syan, Juan. Memangnya apa lagi?" Tutur Jenny, nada bicaranya memang benar benar terdengar amat santai berhadapan dengan Juan


"Dan sepertinya aku juga harus berkenalan dengan istrimu. Dia baik Juan, tadi dia mengajakku untuk berkunjung pada kalian" Dustanya dengan nada yang terdengar amat gembira


"Omomg kosong!"


"Kau bisa tanyakan sendiri pada istrimu jika kau tidak percaya"


Mati matian Juan menahan emosinya, berhadapan dengan wanita tidak tau diri memanglah perlu kesabaran yang benar benar terlatih


"Jangan bermain main denganku Jenny, atau kau akan tau sendiri apa akibatnya nanti!" Ancam Juan. Sedetik kemudian ia menghempaskan tubuhnya ke sofa


Sedangkan Carra masih di tempatnya berdiri sejak tadi. Dari cara berbicara Juan sepertinya Carra bisa menyimpulkan jika wanita yang bernama Jenny memang bukanlah wanita simpanan Juan


Tapi Carra juga tidak bisa serta merta menyimpulkan macam itu. Karena sekarang otaknya mulai berasumsi sendiri, bersahut sahutan dengan genderang yang berada dihati Carra


Juan menghela nafas, menatap Carra dengan seksama. Ia tau jika mungkin saja Carra butuh penjelasan darinya. Tapi sepertinya percuma saja, Carra seolah enggan mendengarkan apapun yang akan Juan katakan


Karena saat Juan akan berucap, Carra dengan begitu saja beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi. Meninggalkan Juan yang terlihat begitu frustasi


"Carra"


Carra menghentikan langkahnya di depan pintu kamar mandi


"Terserah kau akan percaya atau tidak. Tapi ku harap kau tidak mendengarkan apapun yang dia katakan. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, sekalipun itu dimasa lalu" Ungkap Juan, terdengar nada putus asa di akhir kalimatnya


Lalu ia segera beranjak dari sofa dan keluar dari kamar. Carra juga melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi


Dan begitu menutup pintu kamar mandi Carra kembali terisak, perasaannya benar benar sakit berada di posisi sekarang


"Mengapa kau tidak mau meyakin kan aku Juan, mengapa?"


Harus lagi, masalah datang mengganggu keharmonisan rumah tangga Carra dengan Juan. Padahal tadi semuanya baik baik saja bahkan begitu membahagiakan, rasanya tidak akan pernah ada duri yang berani masuk dalam kehidupan Carra dengan Juan.


Tapi ternyata Tuhan maha adil dalam memberi cobaan dan ujian


-


"Dia memang sudah kembali ke kota ini Tuan" Tutur Robert saat Juan menanyakan isformasi tentang Jenny


"Sial!" Umpat Juan, ia menggeleng frustasi karena kecolongan


Seharusnya dulu ia bunuh saja Jenny dengan tangannya sendiri, membiarkannya hidup justru malah memberinya kesempatan untuk dapat menghancurkan hidup Juan sekarang


Tidak, Juan tidak ingin kehilangan Carra. Tidak akan