My Best Match

My Best Match
New York



*******


Setelah berpamitan kepada Ratna dan Stev lantas Carra berangkat dengan Juan ke New York.


Meski berat hati, Ratna dan Stev tetap harus merelakan putri sematawayangnya itu di boyong


oleh suaminya ke kota lain


Stev dengan sepenuh hati mempercayakan Carra kepada Juan, menantunya


"Sudah ku katakan, kita bisa membatalkan rencana kita untuk pergi ke New York" Sahut Juan saat keduanya sudah di Bandara


Carra terlihat begitu tidak rela karena akan meninggalkan kota kelahirannya ini, kota yang penuh kenangan, kota yang menjadi saksi dari kisah hidupnya


"Carra" Panggil Juan lagi, lantas ia sedikit menarik kacamata hitam yang dipakai Carra dan ia melihat mata Carra yang berair


"Kita batalkan saja pergi ke New York" Sahut Juan dengan menahan tangan Carra


"Jangan membuatku menjadi suami yang gagal untukmu" Sambungnya sambil menghapus air mata Carra, dan justru tindakan Juan malah membuat tangis Carra semakin menjadi


Padahal, Carra bisa saja kapan kapan berkunjung ke LA tidak akan ada yang melarang. Toh Juan juga memiliki banyak pesawat pribadi yang bisa digunakan kapan saja. Tapi entah mengapa rasanya hati Carra berat sekali untuk meninggalakan kota ini


Juan yang melihat Carra tetap mematung, lantas memeluknya. Sontak saja mereka langsung menjadi pusat perhatian para manusia yang ada di Bandara. Pertama, karena mereka yang terlihat romantis, juga bukan orang sembarangan yang bersikap romantis itu


Memangnya siapa yang tidak mengenal Juan Zhucarlos? Wajah pengusaha muda tampan yang sukses itu seringkali menghiasi layar kaca dan juga surat kabar. Mustahil ada yang tidak tau padanya


Dan berita pernikahannya kemarin sungguh menggegerkan dunia, sehingga membuat namanya meroket semakin tinggi. Terlebih orang yang dinikahinya adalah anak salah satu pengusaha yang juga terkemuka di Amerika


Wajar saja jika para penggemar Juan tidak berani protes ataupun mengintimidasi Carramella Araganta. Yaah, karena gadis itu memiliki khasta yang sama dengan Juan sehingga tidak bisa di katakan jika keduanya tidak cocok


Mereka pasangan sempurna!


Carra mengangguk pada Juan, seolah mengajaknya meneruskan perjalanan


"Kau yakin"


"Yes" Sahut singkat Carra


Juan mengangguk. kemudian menggandeng Carra menuju pesawat pribadinya yang sudah disiapkan


Beberapa orang yang memakai pakaian hitam mengikutinya dari belakang


"Yakin Carra!" Batin Carra, meyakinkan dirinya sendiri


Ini saatnya ia meninggalkan semuanya,


mengubur semua tentang Abram, cukup sampai disini


Goodbye Las Angeles


*******


Setelah menempuh perjalanan LA - New York


sampailah Carra dan Juan di sebuah mansion mewah milik keluarga Zhucarlos, semua orang mansion menyambut mereka, tak terkecuali Abram, Abram yang memang ikut pulang semalam dengan Max dan Sonya pun ikut menyambut kedatangan Carra dan Juan


"Sayang, bagaimana hmm?" Tanya Sonya begitu saja pada sang menantu sambil merangkulnya


Carra hanya tersenyum menanggapinya


Beginilah, mulai sekarang Carra harus terbiasa dengan semua yang ada di sekitarnya, harus terbiasa dengan kota ini


Ahh, ternyata percuma saja Carra mengubur semua tentang Abram di LA, karena disini pun Abram ada. Mungkin akan setiap hari berjumpa dengannya


Lupakan! Carra sudah punya Juan, Carra sudah menjadi milik Juan


"Juan, ayo ajak istrimu masuk" Suruh Max


Juan menurut dan menuntun istrinya yang sedang di gandeng Sonya untuk masuk, melewati Abram yang tengah berdiri, juga melewati para pelayan yang berbaris di depan pintu sedang menyambut


"Dady" Teriak seorang anak kecil, yang kemudian berhambur ke pelukan Juan


Dia putri Juan?


Juan sudah punya anak?


Oww, jadi Stev menjodohkan Carra dengan duda kaya? Tapi kenapa media tidak mengetahui berita ini?!


"Hay, sayang" Sapa Juan pada Syan, ia sempat melirik sekilas pada sang istri, tapi kemudian Syan mengajaknya untuk ke kamar


"Dad, kau lihat kamar baruku. Ayooo!" Paksanya dan membuat Juan harus segera melangkah mengikuti kemauannya, nanti saja ia jelaskan semuanya pada Carra


Sonya yang menangkap keheranan diwajah menantunya lantas menggandeng Carra yang masih menatap kepergian Juan dengan gadis kecil


"Carra, ayo ibu antar ke kamarmu dan Juan"


"Iya bu"


Sonya membawa Carra ke kamar Juan yang berada di lantai tiga, dengan diikuti tiga pelayan pria yang membawakan barang barang milik Juan dan Carra


"Ibu tau kau pasti heran dengan gadis kecil itu, dia Syan. Syandu Anjasmara"


"Putri Juan bu?" Tanya Carra


Sonya hanya tersenyum sambil mengelus sisi wajah Carra


"Anak angkat" Sahutnya kemudian


Carra hanya tersenyum


Awalnya Carra kira dia anak kandung Juan dari salah satu wanita mainannya, ternyata bukan. Tapi kenapa Juan mengadopsi anak?


"Juan akan menceritakannya nanti" Sahut Sonya, kemudian ia keluar dari kamar meninggalkan Carra yang masih bergelut dengan fikirannya


Tiga pelayan tadi juga ikut keluar setelah Carra menyuruhnya untuk meletakan saja barang barangnya di depan lemari pakaian


Carra duduk di tepi ranjang lalu berbaring dan memejamkan matanya, ternyata dia sudah menjadi Nyonya Zhucarlos. Bahkan Carra belum mampu mempercayainya


Carra membuka matanya saat merasa ada orang yang masuk ke kamar


Juan


Lantas Juan menghampiri Carra dan duduk di tepi ranjang


"Ada yang ingin aku bicarakan" Sahutnya


"Bicaralah" Suruh Carra dengan acuh


Benar benar tidak tepat, tiba tiba saja ponsel Juan berdering dan otomatis menghentikan obrolan mereka


Telpon dari Robert, begitu sampai tadi Juan memang menyuruh Robert untuk segera ke kantor, karena ada masalah urgent dan Juan belum bisa menanganinya


"Robert" Ucap Juan seperti ingin memberi tahu Carra, Carra mengangguk. Memberi isyarat pada Juan agar segera mengangkat telpon


"Kenapa?.. Mengapa bisa?.. Baiklah, aku akan segera kesana"


Juan memutus sambungan telpon dan bergegas mengganti kemejanya


"Sayang, aku buru buru ke kantor. Kau disini saja, jika butuh apa apa kau bisa minta tolong pada para pelayan" Sahutnya sambil memakai dasi


"Nanti akan ku kabari" Sambungnya, mencium kening Carra kemudian berlalu keluar kamar


Belum apa apa Juan sudah meninggalkannya


Carra menghela nafas, lalu kembali membaringkan tubuhnya di kasur


/*/*/*//*//


With love : Evayulianti❤