My Best Match

My Best Match
Calon Anggota Keluarga



Sesuai dengan apa yang Max inginkan malam tadi. Dan hari ini, Abram benar benar membawa Della ke mansion keluarga Zhucarlos, tepatnya menyuruh wanita itu untuk datang ke mansionnya


Ia menelpon Della dan menyuruh wanita itu untuk datang sendiri tanpa dijemput oleh dirinya


"Dasar, calon suami tidak punya perasaan!" Gerutunya setelah mobil yang ia kemudikan memasuki pelataran luas milik keluarga calon suaminya


Dan di teras mansion, Della melihat Abram yang tengah menuunggunya dengan kaos santai khas rumahan. Laki laki itu terlihat tampan sekali dengan tampang cueknya


"Lama sekali!" Sahut Abram setelah Della keluar dari mobilnya


"Kau menelpon saat aku baru bangun tidur!" Della menyahut dengan kesal


Abram melihat arloji dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 9 pagi. Dan ia menelpon Della saat pukul 7, Abram hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Adella" Panggil Sonya yang muncul dari dalam mansion


"Tante" Della balas menyapa dengan senyum ramahnya


"Abram, ayo ajaklah masuk" Suruh Sonya dan berlalu lebih dulu ke dalam mansion


Abram yang bersandar pada pintu mansion dengan tangan yang terlipat di dadanya hanya memberi isyarat pada Della agar masuk, dengan menggerakan kepalanya


"Ayo masuk" Ajaknya kemudian saat Della tak kunjung beranjak dari tempatnya


Della mengangguk. Kemudian mengikuti langkah Abram masuk ke dalam mansion megah itu


-


Della mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mansion. Dan dia memang dibuat terpanah dengan segala interior mewah di dalam mansion itu


Tapi keadaan mansion terlihat sepi, hanya ada beberapa pelayan dan juga seorang anak kecil yang setau Della adalah anak angkat Juan tengah bermain dengan pengasuhnya di ruang tivi


Kemana Juan dengan Carra? Itulah pertanyaan yang tengah menyerang Adella sekarang


"Kau mencari apa?" Tanya Abram yang muncul dengan segelas minuman di tangannya


Adella berdehem sebelum menjawab, mungkin akan terkesan lancang. Tapi ia cukup penasaran ingin menanyakannya


"Euu, Carra dimana?" Tanya Della dengan ragu


Abram terdiam, kemudian ia menunjuk dengan dagunya ke arah kamar dengan pintu yang masih tertutup rapat di lantai dua. Dan Della tentu saja langsung mengerti dengan itu


"Duduk" Sahut Abram, Della segera duduk di sofa panjang sedangkan Abram duduk di sofa tunggal sedikit berjauhan dengan Della


Cukup lama keduanya hanya saling terdiam, sibuk dengan fikirannya masing masing. Sampai kemudian kedatangan Sonya dengan Max mampu mencairkan suasana hening diantara mereka


-


Sementara itu, dilantai dua tepat di kamar pasangan Carra dengan Juan. Keduanya nampak masih berbaring di atas tempat tidur dengan mata yang terpejam


Sebenarnya hanya Juan saja yang tidur, sedangkan Carra dipaksa untuk tetap menemaninya dan tidak diperbolehkan beranjak dari tempat tidur


Entahlah sampai jam berapa keduanya bercinta semalam. Bahkan matahari sudah mulai meninggi, tapi Juan masih terlihat nyaman dengan tidurnya


"Juan" Panggil Carra, ia sudah mulai merasa gerah dan tubuhnya mulai lengket jika terus saja berada di tempat tidur menemani Juan yang masih pulas


"Jangan mengganggu sayang" Sahutnya dengan suara serak khas bangun tidur


"Aku ingin segera mandi. Kau lupa, hari ini akan ada calon anggota keluarga baru datang bertamu Juan" Celoteh Carra yang sama sekaki tidak di gubris oleh Juan


Carra mulai kehabisan akal, lantas ia hanya memandangi wajah pulas Juan dan memainkan jari jemarinya di sekitar wajah suaminya itu


"Juan" Panggilnya lagi


Tapi Juan tak kunjung bergeming, sampai kemudian Carra dengan hati hati mendekati wajah suaminya itu


Dan


Cup


Berhasil


Setelah Carra mendaratkan ciumannya di bibir laki laki itu. Ia benar benar bangun dan membuka matanya dengan sempurna


"Kau berniat menggoda ku istriku?" Tanya Juan setelah dirasa kesadarannya sudah cukup terkumpul


"Hanya usaha untuk membangunkanmu!" Jelas Carra yang lalu memalingkan pandangannya dari Juan. Tapi Juan menahan wajah Carra, bahkan kakinya juga sudah mulai menindih tubuh istrinya itu mengunci pergerakan Carra yang sekarang hanya bisa pasrah dalam dekapan Juan


"Kau sudah menggodaku, tanggung jawablah!"


"Pertahananmu saja yang lemah, jangan menyalahkan ku!" Lirih Carra


"Satu ronde" Pinta Juan


Carra melirik jam dinding yang berada di pintu ruang ganti


"Ini sudah siang Juan. Yang lain sudah menunggu kita dibawah, memangnya kau tidak lapar?" Carra mencoba mencari bahan pengalihan agar Juan tersadar


"Aku lapar, maka dari itu aku ingin memakanmu!" Ujar Juan dengan santai, tangannya perlahan membuka satu persatu kancing piama yang melekat di tubuhnya


"Juan,_" Carra akhirnya hanya pasrah saat Juan sudah menciumi leher dan mulai turun ke dadanya


"30 menit saja sayang!" Bujuknya, tetapi tetap tidak menghentikan aktivitasnya itu meski Carra belum mengajukan persetujuan


-


"Grandma, Dady dengan Mom belum bangun?" Tanya Syan yang ikut bergabung dengan para orang dewasa itu


Sonya sekilas melihat pada Max, Della dan Abram. Lalu kembali beralih pada Syan


"Sepertinya belum sayang" Sahut Sonya. Syan mencebik kesal


Sedangkan Della, tatapan wanita itu terarah pada pintu kamar Juan. Ia merasa penasaran dengan apa yang dilakukan pasangan suami istri itu di dalam kamar di jam yang sudah mulai siang


"Kau tunggu saja Mom dengan Dad yah, sebentar lagi mereka pasti bangun" Titah Sonya


Syan mengangguk patuh. Lalu kembali bermain dengan Rose di tempatnya tadi


"Anak pintar" Decak Della


"Seperti itulah Syan, terutama saat sudah ada Carra di mansion ini" Tutur Sonya, ada bangga di hatinya pada sang menantu saat mengatakan hal itu


"Yah, Carra memang sangat menyayangi Syan" Max menambahkan


"Karena Carra mencintai ayah dari Syan" Sahut Della dengan tersenyum. Abram sempat membeku, namun kemudian ia juga ikut tersenyum


"Sama seperti kalian juga"


"Seperti kami bagaimana Om?" Tanya Della, sekilas ia menatap Abram yang duduk di sampingnya, di sofa yang lain


"Seperti kalian yang juga saling mencintai. Pernikahan tidak akan terjadi jika kedua belah pihak tidak saling mencintai"


Kali ini Abram yang menoleh pada Della, wanita itu terlihat tersenyum. Jelas saja, Adella memang mencintai Abram, berbeda dengan Abram yang masih amat gamang dengan persaannya


-


"Carra" Panggil Juan yang masih duduk di tepi ranjang dengan handuk putih yang melingkar di pinggangnya


"Kau bilang hanya 30 menit, dan waktunya sudah habis sayang" Sahut Carra sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah. Jarang jarang ia memanggil Juan dengan panggilan sayang


Sedangkan Juan sedari tadi justru malah merengek enggan ke kamar mandi, setelah Carra tiba tiba saja menghentikan aktivitas mereka tadi


"Mandilah, aku akan menyiapkan baju ganti untukmu" Sahut Carra tanpa mau menggubris suaminys itu


"Sayang"


"Aku sudah mandi Juan" Sahutnya


Juan beranjak dan mendekati Carra yang sudah selesai mengeringkan rambutnya


"Apa?" Tanya Carra saat Juan berjongkok di hadapannya yang duduk di kursi rias dan tiba tiba saja malah merebahkan kepalanya di paha Carra


Ya Tuhan, kapan ia akan mandi jika begini terus? Fikir Carra, sedangkan waktu sudah semakin siang


-


"Momy" Panggil Syan dengan bahagia saat melihat Carra dan Juan menuruni anak tangga dengan tangan yang saling bertautan


Setelah susah payah membujuk Juan mandi tadi, untungnya Carra berhasil


Della yang melihat itu menyunggingkan senyumnya. Ia melihat kebahagiaan yang sempurna dari keluarga kecil di hadapannya itu


"Hey sayang" Sapa Carra yang lalu cepat menghampiri Syan dan melepas tangan Juan yang tengah menggenggam tangannya


"Pengganggu!" Lirih Juan, lalu melangkah dengan cepat melewati Carra, lalu menggendong Syan dan membanting gadis kecil itu ke sofa yang di duduki oleh Della


Kejadian semalam antara ayah dengan anak itu kembali terulang


"Momy" Syan tanpa kapok memanggil Carra, membuat Dady nya cemburu. Carra segera menghampirinya dan duduk di samping Della dan Syan


"Jangan mengganggunya!" Ancam Carra pada Juan sebelum ia duduk


Juan mengangguk pasrah, lalu duduk di samping Abram di sofa tunggal yang lain


"Kau sudah lama?" Tanya Carra pada Della yang duduk tepat di sampingnya


"Sekitar satu jam" Della menyahut apa adanya dengan tersenyum


"Kalian sudah akrab rupanya" Sahut Sonya yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Carra dengan Della


"Iya Bu" Carra menyahut, sedangkan Della hanya tersenyum


Dan selanjutnya, adalah obrolan keluarga yang tercipta di ruang utama mansion keluarga Zhucarlos itu


Desiran kehangatan menghampiri mereka yang di selimuti kebahagiaan, kecuali Abram