My Best Match

My Best Match
Tertunda



*


Carra melangkah masuk ke kamarnya dan mendapati Juan yang tengah tertidur di atas ranjang. Carra menghela nafas, untung saja suaminya itu sedang tidur. Carra fikir ia sedang menunggunya dan akan menagih jatah malam pertamanya, sepertinya Carra belum siap untuk melakukan hal itu


Tidak! Carra masih virgin, ia masih belum siap membayangkan bagaimana sakitanya nanti saat Juan menerobosnya


"Ok, rilex" Sahut Carra, menenangkan dirinya sendiri. Lalu ia mengambil baju mandi dan pergi ke kamar mandi. Sepertinya ia perlu mandi dan berendam untuk menyegarkan kembali tubuhnya


Tapi sebelum ia melangkah ke kamar mandi. Ia sempat mendatangi Juan terlebih dahulu


"Hey suamiku, tidurlah sampai pagi. Yah. Kau kan suami yang baik" Sahut Carra dengan menyentuh pipi Juan sekilas, kemudian beranjak meninggalkan Juan yang tengah tersenyum dengan mata yang terpejam


Sejujurnya Juan tidak benar benar tidur, justru ia sedang menunggu Carra. Jika saja Carra berharap Juan akan tidur sampai pagi, maka Carra hanya akan mengalaminya dalam mimpi


*


Carra keluar dari kamar mandi dan segera memasuki ruang ganti, mengganti pakaiannya dengan gaun tidur selutut. Ketika ia kembali, Carr masih mendapati Juan yang tengah tertidur, lantas Carra menghampirinya sambil menentang sisir di tangannya


"Suami yang pintar" Sungut Carra senang karena Juan benar benar tidur, sambil menyisir rambutnya yang basah dan mengenai Juan sampai membuat laki laki yang tengah pura pura tertidur itu menggeliat


"Carra"


Carra yang sempat mendengar suara Juan sedikit terlojak, cukup kaget dengan suaminya yang tiba tiba saja malah bangun, dan meruntuhkan mimpinya


"Eu, kenapa kau bangun?" Tanya Carra, lalu meletakan sisir di meja, disamping tempat tidur


"Hey, kau mau aku tidur selamanya?" Sinis Juan dan membuat Carra jadi mengutuki dirinya sendiri karena ia sudah salah berbicara


"Bukan seperti itu_" Kilah Carra


Lalu dirinya malah mematung, menatap Juan. Membuat Juan heran dengan tingkah istrinya itu


"Kemarilah!" Suruhnya sambil menepuk tempat di sampingnya


Carra menurut, ia duduk di tepi ranjang di hadapan Juan. Membuat kinerja jantungnya terasa begitu cepat, dan ia tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang amat bergemuruh


Tanpa berkata, Juan dengan begitu saja melingkarkan tangannya di pinggang Carra, kemudian merebahkan kepalanya di paha Carra yang dijadikan bantalan olehnya. Entah mengapa, yang dilakukan Juan tersebut terasa hangat bagi Carra


Ia merasa hatinya diselimuti kehangatan yang belum pernah dirasakannya saat bersama siapapun. Tiba tiba Carra merasa jika Juan ini berbeda, sampai membuat tangan Carra seolah tergerak sendiri dan mengusap rambut hitam legam milik Juan


"Carra" Panggil Juan, tangannya menahan tangan Carra yang berada di atas kepalanya


Carra yang tadi namanya di panggil lantas menatap Juan. Ia mendapati ada yang lain dari tatapan suaminya, dan Carra tau maksudnya


"Hmm" Carra lebih baik pura pura tidak peka saja


"Ayolah" Katanya yang terdengar begitu fulgar di indera pendengaran Carra. Rasanya bulu bulu Carra meremang mendengarnya


Apa yang dikatakan Carra memang benar, Juan masih sakit dan butuh beristirahat. Bukan maksud Carra ingin menghindari kewajibannya sebagai seorang istri


"Aku tidak sakit, percayalah!" Bujuknya yang sudah tidak bisa menahan gelora hasratnya pada sang istri


"Kau masih sakit, masih perlu beristirahat" Sahut Carra


Juan terduduk, menatap Carra dengan lekat


"Aku tidak sakit Carra" Sahutnya dengan penuh keyakinan yang akhirnya membuat Carra tidak bisa berkata apa apa lagi


Carra menunduk, kemudian perlahan mengangguk. Membuat Juan terlihat menyunggingkan senyum kemenangannya


Sampai kemudian, Carra merasakan sentuhan lembut Juan di lengan kanannya. Tanpa Carra sadar jika jarak diantara keduanya sudah terkikis habis oleh Juan. Karena kini, bibir Juan sudah menempel di bibirnya


Juan mencium Carra dengan penuh kelembutan, seolah menghilangkan keraguan dalam diri Carra. Bagaimanapun, ini yang pertama kali baginya. Ini yang pertama kali dalam hidupnya Carra akan melakukan hubungan badan dengan lawan jenisnya


Kemudian Carra merasakan jika Juan untuk pertama kalinya turun ke lehernya dan meninggalkan tanda disana. Membuat Carra lemas, rasanya ini memang sensasi yang baru pertama kali dirasakannya


Sementara Juan sudah kembali pada bibir Carra, tangannya berada di punggung Carra, hendak membuka tali baju tidur yang dikenakan Carra. Dan Juan sendiri sudah membuka kemeja pendek yang dikenakannya. Namun, belum sempat itu terjadi. Ketukan di depan pintu kamar menginterupsi keduanya. Refleks Carra mendorong tubuh Juan


"Dedy, Momy" Suara panggilan itu berasal dari luar yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara Syan


"Syan" Sahut pelan Carra pada Juan. Kemudian ia cepat turun dari tempat tidur hendak membukakan pintu


Sedangkan tangannya sibuk merapihkan rambut dan pakaiannya. Juan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kasar, mengacak rambutnya frustasi karena harus menahan hasratnya


"Ada apa sayang?" Tanya Carra setelah ia membukakan pintu


"Kita makan malam" Katanya seolah memaksa


Carra menatap Juan yang berada di atas tempat tidur dengan tampang acak acakan


"Baiklah, Dady dan Mom akan segera turun, kau duluan, yah" Pinta Carra sambil mengusap puncak kepala Syan. Gadis kecil itu mengangguk patuh, kemudian turun ke bawah menuruti perintah Momynya untuk mengunggu saja di meja makan


Carra menutup pintu dan kembali pada Juan. Tidak, bukan untuk melanjutkan adegan tadi. Tapi untuk mengambil jepitan rambut yang ada di meja samping tempat tidur


"Aku lapar" Sahut Carra pada Juan sambil merapihkan rambutnya ke belakang


Juan mendesah, pasrah. Ia berfikir bahwa malam pertamanya dengan Carra bisa di lanjutkan setelah makan malam. Jadi yasudah


"Baiklah. Aku mandi dulu, tunggu disini" Sahutnya yang kemudian cepat bergegas ke kamar mandi


Carra pasrah, ia duduk di tepi ranjang sambil bermain ponsel. Dan tiba tiba saja Carra teringat kilasan kejadian tadi. Ohhh Juan


Untunglah ada Syan yang menyelamatkan hidupnya. Setidaknya untuk sekedar mengulur waktu. Carra bisa mempersiapkan diri dan hatinya saat makan malam berlangsung, karena bukan hal yang tidak mungkin jika Juan akan melanjutkan adegan tadi setelah makan malam berakhir