My Best Match

My Best Match
Partner



Setelah acara Della yang datang di undang ke mansion keluarga Zhucarlos. Dua hari kemudian wanita itu mengajak Carra untuk berjalan jalan, dan Carra mengiyakannya setelah mendapat izin dari sang suami dengan pesan yang harus di ingat keras:


"INGAT! KAU JANGAN SAMPAI MELIHAT PRIA LAIN!"


Dan Carra hanya mengangguk pasrah dengan pesan yang dititipkan oleh suaminya itu


"Kita kemana?" Tanya Carra pada Della yang fokus menyetir


"Mm, mall?" Usul Della setengah ragu


Dan Carra hanya mengangguk mengiyakannya


"Aku tidak melihat Syan tadi"


"Yah, Syan sedang tidur. Tadinya aku juga akan mengajaknya tapi dia sudah terlelap"


Della tersenyum, melepas kacamata hitamnya dan menoleh pada Carra


"Ada apa Della?" Tanyanya dengan sedikit tertawa


"Kau cantik Carra" Pujinya


"Kau memujiku?" Tawa Carra semakin menjadi


"Jangan bilang kau mulai mencintaiku!" Sambungnya


"Aku serius" Sahut Della dengan senyum tulusnya


"Kau cantik, baik dan juga lemah lembut. Kau juga sangat menyayangi Syan" Imbuhnya dengan tulus. Karena sejauh pengamatannya, memang hal itulah yang dia lihat


"Kau juga baik Della" Sahut Carra sambil menepuk bahu calon iparnya itu


"Tidak sebaik kau" Sahutnya dengan senyum tipis


Carra tersenyum


"Kau beruntung mendapatkan Juan, Carra"


"Kau juga beruntung mendapatkan Abram, Della. Dia laki laki yang baik" Sahut Carra dengan tulus


Ia sudah percaya kepada Della yang terlihat mencintai Abram. Meski sejujurnya Carra tidak melihat ada cinta dimana Abram untuk wanita yang akan di nikahinya ini


Tapi Carra juga tidak ingin berburuk sangka pada dua orang yang akan menikah ini


'Yah, tapi cintanya hanya untuk kau saja Carra' Batin Della


Sementara setelah mereka sampai disalah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Keduanya turun dari mobil, berjalan bergandengan seperti adik kakak memasuki mall besar itu


-


Juan menyangga dagunya. Memikirkan Carra yang hari ini sedang berjalan jalan dengan Della


"Robert, apa menurutmu Carra akan mendengarkan apa yang aku sampaikan tadi Pagi?" Tanya Juan


Robert yang berdiri di sampingnya lantas menoleh, kemudian menyunggingkan sedikit senyum saat matanya bertatapan dengan mata elang Juan


"Tentu saja Tuan"


"Aku tidak yakin. Aku takut Adella menghasutnya nanti" Sahutnya dengan amat paranoid


Robert lagi lagi hanya tersenyum melihatnya meski kali ini Juan tidak menatap padanya


Carra memanglah tipe orang yang cuek, ia jarang sekali terlihat melirik pada pria manapun. Tapi justru para pria lah yang selalu tertarik padanya, dan Juan tidak suka saat istrinya itu menjadi pusat perhatian banyak orang


"Kau benar Robert" Lirihnya


Lalu menggapai ponselnya yang tergeletak di meja. Dan senyum manis terukir dibibirnya saat melihat sebuah foto yang baru di kirim ke salah satu aplikasi chat miliknya


-


"Della, kau tidak perlu melakukannya. Aku malu" Sahut Carra lalu mengambil ponselnya dari tangan Della, dan melihat foto yang dikirim Della pada Juan ternyata sudah di buka oleh suaminya itu


"Suamimu pasti senang melihatnya" Ujar Della sambil menghabiskan satu cone eskrim di tangannya


Carra mencebik melihatnya. Sampai kemudian Juan malah menelponnya, Della hanya melirik, dan kemudian membiarkannya saja dan terus menikmati eskrim miliknya


"Kau begitu bahagia Carra" Ucapnya


Carra tersenyum kikuk


Ia meminta Della untuk memotretnya saat menikmati eskrim, tapi Della malah mengirimkan foto itu pada Juan. Benar benar memalukan


"Kau terlihat cantik" Sambungnya yang mendadak membuat Carra tersipu. Hal sederhana yang diucapkan suami dan membuat istri bahagia


Secepat mungkin Carra menetralkan ekspresinya


"Kau lupa jika memiliki istri yang cantik?" Tanya Carra. Terdengar kekehan di ujung sana


"Aku tidak lupa, aku hanya tidak ingin jika orang lain mengetahuinya"


"Mengapa?"


"Takut mereka mencurimu dariku!"


Carra tertawa


" Tidak mungkin Juan. Aku tidak akan mau"


"Aku hanya ingin denganmu"


Tanpa Carra sadar, jika ucapan sederhananya mampu membuat senyum Juan mengembang di ujung sana


"Bersenang senanglah, aku merindukanmu" Sahut Juan lalu menutup sambungan telpon


Carra tersenyum, dan senyuman itu menarik perhatian Della yang sedari tadi memperhatikannya


"Apa yang suamimu katakan?" Tanya Della dengan tatapan menggoda


"Hanya_"


Carra berfikir sebentar


"Ungkapan yang membuat hati seorang istri bahagia" Sahut Carra yang kemudian melenggang pergi meninggalkan Della


Della hanya tersenyum menanggapinya. Tersadar jika apapun yang dilakukan Carra semuanya amat mempesona


Bahkan Della yang seorang wanita pun terpesona melihatnya. Pantas saja jika Abram sampai sekarang masih belum bisa melupakannya


Dan Adella harus banyak belajar darinya. Dari mantan kekasih, calon suaminya


Yang sekarang ia jadikan partner itu