My Best Match

My Best Match
Tuntutan Pekerjaan



*


*


Begitu mobil yang di tumpangi Juan keluar dari gerbang utama. Rasanya ada yang hilang dalam diri Carra, seperti ada yang melengos dari hatinya. Ada yang lolos. Semacam, kehilangan


Tanpa sadar, Carra menegang dadanya. Ada yang bergetar begitu ia mengingat kejadian dengan Juan tadi. Sesungguhnya Carra tidak mengerti sedikitpun dengan apa yang terjadi pada Juan. Sikapnya berubah menjadi kian manis, bukan Carra tidak senang. Hanya saja ia cukup heran dengan apa yang terjadi pada suaminya itu


Tapi yasudahlah, bukankah itu jauh lebih baik?


*


Sementara itu, di dalam mobil Juan bagai orang yang kehilangan kewarasannya. Sesekali Robert hanya melihat atasannya itu lewat kaca spion di dalam mobil. Ikut senang dengan suasana hati atasannya meski ia terlihat sedikit aneh sebenarnya


Abram yang fokus dengan laptop di pangkuannya hanya bersikap acuh tak acuh saja. Ia tidak ingin menebak nebak apa yang tengah terjadi dengan saudara sepupunya itu, karena jawabnnya adalah Carra. Terlihat jika keduanya sudah memperbaiki hubungannya, semua bisa di lihat saat di meja makan dan di teras mansion tadi pagi


Juan yang tak sengaja melihat senyuman di bibir Robert, asisten pribadinya itu lantas bertanya karena cukup penasaran


"Kenapa kau?" Tanyanya dan membuat Robert sedikit terkejut dengan pertanyaan tiba tiba Juan


"A,,, tidak papa Tuan. Saya hanya senang melihat Tuan hari ini" Sahut Robert, apa adanya


Juan lagi lagi hanya tersenyum


"Apa mempunyai istri yang cantik semembahagiakan ini?" Tanya Juan. Entahlah kepada siapa


Dengan santai, ia menyimpan dua tangannya ke belakang kepalanya dan kemudian ia bersandar pada sandaran kursi mobil


"Saya rasa begitu Tuan" Jawab Robert


Abram yang mendengarnya menatap Juan yang memejamkan mata dengan senyum dibibirnya. Abram tak memberi tanggapan, ia hanya menutup laptopnya. Kemudian mengambil posisi yang sama dengan Juan


Robert lagi lagi hanya tersenyum melihat ke kompakan dua saudara di kursi belakang itu


Sampai kemudian, mobil berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit. Gedung milik Juan Zhucarlos


Dikatakan begitu karena di atas gedung itu terdapat nama Royal Zhucarlos Group


Perusahaan yang didirikan oleh Mark Abraham. Ayah Sonya, kakek dari Juan, yang sudah dengan susah payah mempertahankan perusahaan ini dan berhasil bersaing dengan perusahaan perusahaan besar pada masanya


Dan sekarang, perusahaan itu diteruskan oleh Juan, cucu satu satunya dari keluarga Abraham. Dengan segala keterampilan dan kerja kerasnya, Juan mampu mengembangkan perusahaan RCG itu menjadi perusahaan terbesar di dunia yang bergerak di bidang property dan fashion, bahkan juga merambat luas.


Tidak hanya itu saja. Karena RCG adalah perusahaan yang bergerak di segala bidang usaha, termasuk juga usaha perhotelan, dan kesehatan


Bahkan, ia juga mendapati julukan pengusaha muda tersukses sepanjang sejarah. Di segani dengan segudang prestasinya, yang di kenal sebagai Presdir yang dermawan dan penuh kedisiplinan


Terutama disiplin waktu, karena baginya. Waktu adalah uang, berharga.


Juan turun dari mobilnya saat Robert sudah membukakannya pintu. Ia berjalan dengan gagah memasuki gedung mewah itu


Seperti biasa, sapaan dan penghormatan selalu ia dapatkan setiap harinya


Bagaimana tidak, ia adalah pemilik perusahaan ini. Orang terpenting yang paling tinggi dan berpengaruh


Juan yang biasanya dingin dan acuh tak acuh hari ini nampak berbeda. Ia jauh lebih ramah dan aura positifnya semakin terpancar saja di seluruh sudut ruangan


Ia nampak mengumbar senyum pada semua


staf yang menyapanya. Bahkan selang beberapa menit, Abram sudah duluan berlalu ke ruangannya meninggalkan Juan


Ia tidak mau disangka oleh para pekerja itu, sama gilanya dengan Juan


Dia masih waras


*


"Momy" Sapanya dengan riang gembira.


Wajah polos yang menggemaskan, Carra selalu senang melihatnya


"Kenapa sayang?" Tanya Carra begitu ia sudah berhadapan dengan Syan


"Momy akan kembali ke kamar?" Tanyanya


Carra mengangguk


"Dady tidak ada di kamar, untuk apa kau kembali kesana?" Tanya Syan dengan polosnya


Carra tersenyum, begitu juga Rose yang selalu mengikuti kemana pun Syan pergi


"Lalu, kau ingin Mom kemana?" Tanya Carra lalu duduk di anak tangga


Syan hanya menatapnya, kemudian ia seperti berfikir


"Temani aku bermain" Ajaknya dengan tampang yang seperti memaksa Carra


"Mmm" Carra bagai berfikir, seperti sengaja, ingin mempermainkan Syan


"Alaah, Mom. Ayolah" Sahutnya yang akhirnya membujuk Carra dengan tampang memelas yang setengah merengek


Alhasil Carra tidak bisa menolak permintaan putrinya itu, sehingga akhirnya ia mengiyakan ajakan Syan untuk menemaninya bermain


*


"Mom, kemarilah" Ajak Syan pada Carra yang hanya duduk di kursi taman


"Momy disini saja Syan. Kau saja yang bermain" Sahut Carra pada Syan yang sedang bermain lempar bola dengan Rose di dekat patung pancoran


"Kau tidak menyenangkan Mom"


"Ya baiklah, kau juga sangat manis Syan"


"Aihh!"


*


Grdung RCG


Begitu selesai rapat dengan beberapa klien-nya. Juan kembali ke ruangannya dengan Robert


Sejujurnya, jika ia tidak dalam keadaan sibuk. Maka rasanya Juan tidak tahan ingin segera pulang ke mansion, ingin segera berjumpa dengan Carra


"Robert, coba kau cek jadwalku hari ini!" Suruh Juan


"Baik Tuan"


Robert segera mengecek sebuah ipad di tangannya dan melihat jadwal penting apa saja yang akan di jalankan oleh Juan hari ini


"Ada rapat dengan klien dari perusahaan Gold Tuan, pukul 2 siang, lalu di susul dengan rapat mengenai produk baru pukul 3 sore, dan ada pertemuan penting dengan Tuan Marko Evens pukul 9 malam" Tutur Robert dengan teliti


Arrgghh


Rasanya Juan ingin merobohkan saja gedung ini


Bukan cepat pulang ke mansion ia justru malah terjebak dengan kesibukan pekerjaannya


Menyebalkan!