My Best Match

My Best Match
Masa Lalu Juan



Juan Zhucarlos, putra tunggal keluarga Zhucarlos, satu satunya penerus perusahaan Royal Zhucarlos Grup. Ia tumbuh dengan karakter yang tegas, tanpa ada penekanan dari siapapun


Terjun dalam dunia bisnis adalah murni keinginannya yang memang senang bersaing, dan mengembangkan diri. Pun hal itu memang harus ia lakukan karena dirinya adalah pewaris tunggal


Displin waktu adalah yang utama baginya. Time is money, terlambat sedetik saja, maka celaka


Disibukan oleh dunia pekerjaan memang membuat Juan cukup enggan berlibat dengan hubungan asmara, meski ia sering mendatangi tempat tempat yang penuh dengan para wanita dari kalangan menengah ke atas,


Tapi tetap saja, tidak ada satupun wanita yang dapat membuatnya terpesona, baginya menikah bukanlah hal yang terlalu penting dalam hidup. Ia tidak butuh cinta, karena ia sudah memiliki segalanya. Uang, kekuasaan, keluarga, dunia, bahkan seorang putri yang sangat disayanginya


Tapi justru karena itulah, sang Ayah malah menjodohkannya dengan seorang gadis dari


sahabat lamanya. Carramella Araganta, putri tunggal keluarga Araganta


Meski enggan, sejak awal Juan memang tidak menolak perjodohan itu, baginya menolak keinginan orang tuanya sama saja dengan menghancurkan hidupnya sendiri


Sejak mendapat kabar bahwa dirinya akan secepatnya dijodohkan, Juan yang memang sering berkunjung ke club malam ditemani para wanita mulai melenyapakan kebiasaannya itu


Meski ia membuat para wanita itu kecewa dengan keputusannya. Bahkan diantara mereka, tidak sedikit yang sukarela meminta untuk Juan menidurinya. Dan tentu saja hal macam itu adalah tindakan gila yang tidak akan disanggupi oleh Juan dalam keadaan sadar


Sampai pada masa ia di pertemukan dengan calon istrinya, Juan baru sadar jika dia juga membutuhkan cinta dalam hidupnya. Dan Carra sudah membuatnya merasakan hal itu, meski setelahnya ia mendapatkan fakta baru, jika Carra ternyata adalah gadis yang dicintai oleh saudara sepupunya


Namun semua itu tidak berlangsung lama saat Abram dengan begitu saja merelakan Carra kepadanya, dengan syarat. Juan tidak boleh menyakiti Carra, sesuatu yang Juan juga tidak akan pernah melakukannya, meski pada kenyataannya tanpa sadar Juan sering menyakiti perasaan Carra


Hal itu juga tidak terlampau lama karena Carra yang menyadari jika dirinya sudah jatuh cinta pada Juan. Begitu pun Juan, bahkan ia sudah mencintai Carra jauh sebelum Carra sah menjadi istrinya


Tapi sayang, kehadiran Jenny yang secara tiba tiba datang kembali dalam hidup Juan setelah satu tahun menghilang justru malah membuat sedikit demi sedikit kekacauan dalam rumah tangga Juan dengan Carra


Jenny, dia adalah seorang wanita panggilan yang sudah berada di tingkat kelas atas. Tidak sembarangan orang yang bisa tidur dengannya. Karena tamunya hanyalah orang orang penting saja, orang orang penting dan berhidung belang


Seperti jajaran para pejabat, pengusaha, produser film, atau orang orang besar yang bisa membelinya dengan harga fantastis


Anggap saja Juan adalah pengusaha muda yang sama sekali tidak berselera padanya, hingga pada satu waktu, Juan hampir saja terjebak tidur dengannya dalam sebuah kamar sewa di club besar yang sering dikunjunginya


Karena kecerobohan Juan yang minum terlalu banyak tanpa mau ditemani oleh Robert, maka sampailah ia dengan Jenny. Wanita itu juga dengan terang terangan sudah menyatakan perasaannya pada Juan berkali kali. Hingga ia nekad menjebak Juan dalam jeratnya


Tapi untunglah Robert tidak sepolos itu. Karena meski sang majikan melarang untuk ditemani, ia selalu memastikan keselamatan Tuannya. Robert lah yang menggagalkan usaha Jenny untuk dapat tidur dengan Juan


Bahkan setelah kejadian itu pun, wanita itu dengan tidak tau malu selalu mengikuti kemanapun Juan pergi, bahkan tak jarang ia datang ke mansion Juan dan berusaha merayu Syan. Tapi ia selalu gagal


Dan sekarang, lagi. Ia datang mengganggu kehidupan Juan. Juan akui wanita itu memanglah cantik dan akan lebih cantik lagi jika ia tidak mengganggu seorang pria yang sudah beristri


-


Juan mengusap wajahnya, gusar. Robert masih berdiri di depan Juan


"Awasi terus wanita itu. Jangan sampai ia menemui Carra!" Perintah Juan yang tak bisa di bantah. Robert hanya mengangguk, lalu Juan keluar dari ruang kerjanya itu. Meninggalkan Robert yang masih berada di sana


-


Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dan dengan langkah perlahan Juan masuk ke kamar, dan mendapati Carra yang tengah tidur dengan menyamping memunggunginya


Juan juga segera naik ke tempat tidur, merapat pada Carra, memeluk wanita itu dari belakang


Terdengar deru nafas Carra yang naik turun secara teratur. Membuat Juan menghela nafas panjang, perasaannya tiba tiba saja gusar. Belum hati Juan yakin jika Carra sudah sepenuhnya mencintai dirinya. Sekarang muncul masalah baru lagi


"Carra" Lirihnya


"Carra" Panggil Juan lagi


Carra sedikit mengerjap mendengar suara yang dekat sekali dengan telinganya


"Aku minta maaf Carra"


"Aku memang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Aku pernah berjanji pada Abram untuk membahagiakanmu, tapi sepertinya aku belum bisa" Tutur Juan


Carra yang mendengarnya hanya mampu menahan tangisnya. Ia tidak menyangka jika membina rumah tangga sepahit ini rasanya. Tapi Carra mencintai Juan, Carra tidak ingin berpisah dengan Juan


"Carra, aku mencintaimu. Jangan pernah percaya apapun yang dikatakan orang lain Carra, aku mohon. Kau cukup percaya padaku Carra, hanya aku saja"


"Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan wanita lain, Carra. Tidak pernah" Ungkapnya lagi.


Kemudian ia menghela nafas, panjang


"Juan" Panggilnya


Awalnya Juan sempat tertegun, ia kira Carra sudah tidur tapi ternyata wanita itu sepertinya mendengar semua yang tadi Juan katakan


"Kau tidak tidur, Carra?" Tanya Juan, sedikit risih juga karena tadi dirinya sudah berbicara ngelantur pada orang yang sudah tidur


"Kau yang membangunkanku tadi!" Kilah Carra


Juan tersenyum, bingung juga dia harus menjawab apa. Sampai kemudian Carra berbalik dan berhadapan dengannya


Cukup lama keduanya hanya saling terdiam, berbicara lewat mata dalam cahaya yang minim di dalam kamar mereka, sampai kemudian Carra tiba tiba saja membelai sisi wajah Juan


"Kau tidak marah Carra?" Tanyanya


"Untuk apa?"


"Kau sendiri yang mengatakan jika aku harus percaya padamu saja" Pasrah Carra


Carra menghela nafas


"Aku mencintaimu Juan, mungkin aku hanya cemburu pada wanita itu" Tutur Carra


"Maaf Carra"


"Kau tidak perlu meminta maaf"


"Apapun yang Jenny katakan nanti, ku mohon kau jangan pernah mempercayainya!"


"Tidak akan!"


Dan sikap Carra seolah memberi dorongan pada Juan untuk mendekatkan diri pada wanita itu, sedetik kemudian Juan sudah mendaratkan bibirnya di bibir Carra, menghisapnya. Menyalurkan cinta yang ada di hatinya untuk Carra


-


Dan bersamaan dengan itu, ditempat berbeda. Seorang wanita tengah menghisap rokoknya dengan wajah gusar


"Kau tidak ada tamu Jenny?" Tanya seorang wanita dengan rambut pendeknya, ditangannya tetdapat satu buah botol alkohol yang sudah ia teguk setengahnya


"Tidak ada yang tau jika aku sedang ada disini!" Jenny menyahut malas, kemudian kembali menghisap rokoknya dan menghembuskan asapnya ke udara


Saat ini ia sedang berada di sebuah ruang privat di salah satu club milik kawannya


"Lalu ada apa dengan wajah cantik mu yang kusut itu?" Tanya wanita berambut pendek itu lagi


"Aku tidak mengerti, mengapa Juan tidak juga bisa mencintaiku. Justru dia malah menikah dengan wanita lain. Huuh!" Rutuknya


Wanita yang diketahui bernama Selin itu hanya tertawa. Menyaksikan kebodohan sahabatnya, mana mungkin seorang Juan Zhucarlos mau kepada wanita yang menjual diri demi memenuhi gaya hidupnya


"Apa yang kau tertawakan?"Sinisnya


"Jenny. Sadarlah, sampai kapanpun Juan tidak akan mau denganmu. Istrinya jauh lebih segala galanya daripada kau"


"Ayolah, jangan menyakiti dirimu sendiri!" Imbuhnya, menyadarkan Jenny


"Selin. Aku sudah berusaha melupakan Juan. Kau fikir selama satu tahun di Brazil, aku berbuat apa?"


"Aku berusaha untuk melupakan Juan!" Ia menjawab pertanyaannya sendiri


"Tapi faktanya aku tidak bisa, itulah alasan mengapa aku kembali kesini!" Sambungnya lagi


Selin terdiam, lalu kemudian


"Tapi tetap sama seperti satu tahun lalu bukan? Kau tetap gagal mendapatkan hati Juan!"


"Bahkan kenyataannya sekarang jauh lebih parah!"


"Aku tidak akan menyerah!"


"Kau jangan cari mati Jenny!"