My Best Match

My Best Match
Ajakan Menikah



"Nona, ada yang ingin bertemu dengan anda"


Pelayan itu menghampiri seorang wanita yang tengah duduk santai di sofa ruang utama mansionnya


Wanita itu menurunkan majalah fashion yang sedang di bacanya, kemudian meletakannya di meja kaca di hadapannya


"Siapa?" Pertanyaan penuh selidik yang langsung dilontarkan olehnya


"Tuan Abram Lucass, nona" Sahutnya, terlihat ragu ragu dia berkata jujur


Della membuang nafasnya, gusar. Untuk apa laki laki itu datang ke mansionnya?


"Suruh dia masuk!"


Pelayan itu segera berlalu saat sang majikan memberikan instruksi untuk mempersilahkan tamunya masuk


Dan tak lama, saat Della baru akan kembali membaca majalahnya, tiba tiba saja seseorang sudah berdiri di hadapannya. Dengan stelan rapih dan wajah tampan yang selalu terlihat cuek jika berhadapan dengannya


Della menatapnya, dari ujung rambut, sampai ujung kaki


"Kita perlu bicara!" Sahut Abram tanpa basa basi


Della terkesiap, wanita itu menghela nafas dan kemudian berdiri. Berhadapan dengan Abram


"Silahkan!"


"Tidak disini!" Sahut Abram dengan cepat


"Mengapa? Orang tua ku tidak ada, kau bebas berbicara apapun!"


"Bahkan jika ingin memarahiku!" Sambungnya dengan tangan yang menyilang di depan dadanya. Abram tak menggubris, ia menarik Della begitu saja untuk keluar dari mansion


"Kau mau membawaku kemana?" Teriak Della yang tidak mendapat respond apapun dari Abram


Dua orang bodyguard yang mendengar teriakan anak majikannya seketika langsung menghadang langkah Abram yang secara tidak langsung menyeret Della. Persis seperti seorang penculik


"Tuan, apa yang kau lakukan?" Tanya salah satu dari orang yang menghadang langkah Abram dan Della


"Menculik anak majikan mu" Sahut Abram dengan santai


Dua bodyguard itu terlihat tercengang dengan pernyataan Abram. Mereka cukup kenal dengan siapa seorang Abram lucass. Yaitu pria yang pernah akan menjadi suami dari anak majikannya. Tetapi gagal karena pria ini menolak tanpa alasan


"Anda jangan berbicara sembarangan Tuan!"


"Tidak apa apa. Biarkan saja, jangan halangi jalan kami!" Sahut Della


Ia tidak percaya sedikitpun jika Abram akan menculik dirinya. Memangnya untuk apa? Untuk menutupi kenyataan jika seorang Abram Lucass sudah menodai mantan calon tunangannya? Ah, sayangnya Della tidak takut sedikitpun!


"Tapi nona_,"


"Aku tidak akan kenapa napa. Aku berjanji!" Della meyakinkan. Membuat dua orang itu mau tak mau akhirnya mengangguk patuh


Membiarkan Abram membawa anak majikannya pergi


Lalu kembali Abram berjalan, membuat Della mengikutinya dengan langkah cepat karena tertarik tarik


"Apa kau tidak bisa berjalan pelan sedikit?" Tanya Della, ia merasa kakinya sudah mulai lecet


Abram seketika menghentikan langkahnya, kemudian melepaskan pergelangan tangan Della yang sedari tadi di genggamnya


"Baiklah, ayo ikut aku!" Sahutnya kemudian dan cepat keluar dari gerbang. Kebetulan ia memang memarkirkan mobilnya di depan gerbang utama mansion Della tadi


Della sekejap terdiam di posisinya. Kemudian segera tersadar saat bunyi klakson mobil yang begitu nyaring cukup mengejutkannya. Ternyata Abram sudah menunggunya di dalam mobil


*


Jika biasanya Della selalu mengoceh tidak karuan, maka sekarang tidak. Ia nampak hanya berdiam diri saja dengan pandangannya yang melihat sisi jendela kaca mobil


Sedangkan Abram fokus menyetir, juga tanpa suara. Ia memang pendiam, ditambah lagi dengan pertemuan terakhirnya bersama Della adalah dalam situasi yang begitu buruk


Della pun sama, ia tidak yakin mampu mencairkan suasana canggung yang sedari tadi tercipta dan menguasai mereka


"Kita akan kemana?" Mau tidak mau akhirnya Della mempertanyakan hal yang sedari tadi memang membuatnya penasaran


"Tidak jauh!" Ucapnya


Dan setelah itu, Della sudah kehilangan pertanyaan apapun. Ia hanya akan pasrah jika saja Abram memang akan membuangnya ke ujung dunia


Sampai kemudian mobil yang di kemudikan Abram berhenti di sebuah jalanan sepi.


Mau apa Abram sebenarnya? Dan pertanyaan itu lah yang sejujurnya sedari tadi mengganggu fikiran Della sejak saat di mansion


"Kita akan kemana sebenarnya Abram?" Dan lagi lagi hanya pertanyaan itu yang keluar dari bibir manis Della


"Ada yang ingin aku bicarakan!" Sahutnya tanpa mau menatap Della yang berada di sampingnya


"Itulah alasan kenapa aku sekarang berada denganmu!" Della melipat tangan di depan dadanya


Abram menoleh, mengerjap dua kali sebelum akhirnya Della balik menatapnya


"Aku akan menikahi mu!" Katanya tanpa basa basi


Della mengernyitkan dahinya


Dia bercanda?


Della sungguh tidak percaya.


Dia salah dengar atau bagaimana? Atau memang Abram mengatakan hal demikian


Dan Della tidak bisa berbuat apa apa selain malah tertawa


"Hahha!"


Ia benar benar tertawa dengan terpingkal pingkal, membuat Abram frustasi sendiri di buatnya. Ia hanya menggelengkan kepalanya. juga menunggu kapan tawa Della akan berhenti


"Kau bercanda Tuan?" Tanya Della di sisa tawanya


Yang benar saja. Satu tahun lalu Abram menolaknya begitu saja tanpa alasan dan belas kasihan. Dan tiba tiba saja sekarang ia ingin mengajaknya menikah?


Bahkan orang yang tidak waraspun akan memikirkannya ribuan kali sebelum memberikan jawaban


Apa karena kejadian di kamar hotel tempo lalu?


"Aku tidak bercanda nona"


Tawa Della benar benar berhenti saat mendengar pernyataan Abram barusan


"Atas dasar apa tiba tiba saja kau ingin menikahiku?" Tanya Della, ia memiringkan tubuhnya menghadap Abram yang terlihat begitu kacau di tempatnya


"Aku hanya ingin bertanggung jawab atas khilaf yang kemarin sudah aku lakukan!" Katanya


Della tersenyum


"Tanggung jawab? Ku rasa aku tidak hamil sampai kau harus bertanggung jawab. Tidak perlu Abram!" Tolak Della


Bagaimana pun, ia tidak ingin Abram menikahinya karena rasa bersalah


"Ini sudah menjadi keputusanku Della!"


"Tanpa persetujuan dariku kau bisa apa?"


Seketika saja Abram bungkam mendengar pernyataan Della


Tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Della begitu saja setelah menikmati tubuh wanita itu, Abram bukan seperti laki laki kebanyakan yang memang menikmati kebebasan di negara bebas ini


Abram tidak sebejad itu dalam memperlakukan seorang wanita


"Aku kasihan padamu. Aku tau kau masih mencintai mantan kekasihmu!"


"Kau benar!"


Hati Della terasa remuk mendengar pernyataan Abram. Bagaimanapun, sepertinya Della memang tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Abram, sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah terlihat di mata Abram


"Tapi apa yang bisa aku lakukan? Dia sudah mencintai Juan, sepenuhnya aku sudah terlupakan!" Abram tersenyum miris di akhir kalimatnya


Membuat Della juga merasa kasihan melihat orang terkasihnya itu yang masih begitu mencintai mantan kekasihnya


"Aku bisa membantumu untuk kembali mendapatkan dia!" Tawar Della, tatapan matanya begitu bersungguh sungguh


Karena ia memang serius dengan tawarannya pada Abram. Hatinya memang sakit, tapi Della cukup yakin jika sakitnya akan sembuh jika melihat Abram bahagia nanti


"Aku tidak menginginkannya. Karena melihat dia bahagia, maka aku pun sama!"


Diam diam Della tersenyum, artinya setitik cahaya masih tersisa untuknya


Tiba tiba saja suasana menjadi hening, Abram dan Della tenggelam dalam fikirannya masing masing, suasana di dalam mobil tampak begitu senyap


"Bagaimana?" Tanya tiba tiba Abram


Della yang terkesiap mendongak, menatap Abram yang tengah menatapnya


"Apa?"


Dan pertanyaan polospun keluar dengan begitu saja dari bibir manis Della


"Bukan kah kau mencintaiku?" Tanya Abram


Della terdiam, ia mengerti kemana arah pembicaraan laki laki dihadapannya ini


"Kau bisa memikirkannya jika kau masih ragu!" Ungkapnya kemudian


"Tapi ku kira, kau salah jika menolak!"


Della mengernyitkan dahinya


Apa apaan dia ini, dia sudah gila? Dia berkata seolah olah menikah dengan dirinya adalah sebuah keberuntungan


Menyebalkan!