My Best Match

My Best Match
Telepon



Sudah dua hari Juan dan Carra kembali ke new york. Tapi seolah terhipnotis, Juan terus saja memikirkan percakapan terakhirnya dengan Jenny saat di telepon tempo lalu


Tak ayal, hal itu membuat Juan merasa bersalah pada Carra


"Juan, apa kau tidak mendengarku?" Carra menyentuh bahu Juan, membuat laki laki itu mendongak padanya


Sudah beberapa kali Carra memanggil Juan, tetapi ia malah hanya melamun saja sejak tadi


"Ada apa Carra?" Tanyanya, sedikit gelagapan


"Ada yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Carra yang mulai curiga


Pasalnya, sejak dua hari ini Juan nampak terlihat tidak fokus. Bahkan kemarin ia juga mengganti ponsel pribadi miliknya dengan alasan yang Carra tidak dapat mengerti apa maksudnya


"Tidak sayang"


"Kau menyebalkan Juan!" Rutuknya, lalu duduk disamping Juan di sofa ruang kamar. Matanya fokus menatap layar monitor besar di hadapannya yang sedang menayangkan sebuah acara talkshow


"Sayang!"


"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku!"


Juan diam, menepis hal buruk yang barangkali sedang Carra pikirkan tentangnya. Kemudian selanjutnya yang dilakukannya adalah bersandar pada bahu Carra


Bahkan ia kehilangan kata kata untuk membela diri dihadapan sang istri


"Aku mendengar pembicaraan mu di telpon saat kita sedang di LA" Sahut Carra kemudian


"Siapa dia? Jangan bilang jika dia adalah Robert!"


Tak ada jawaban, Juan malah hanya diam


"Juan?"


Juan tak menggubris, membuat Carra menjauh darinya. Menciptakan jarak antara dirinya dengan Juan


"Aku tidak ingin membahasnya Carra!"


"Jadi dia benar benar wanita mainan mu?" Tuduh Carra.


Memang dia akan berfikir bagaimana lagi jika bukan begitu, bahkan Juan yang lebih banyak diam cukup membuat Carra yakin dengan tuduhannya


"Tidak Carra, kumohon percaya padaku!"


"Apa jaminannya jika aku mempercayaimu Juan?"


"Jelas jelas kau memang masih berhubungan dengan wanita wanita mu itu!"


"Tidak!"


"Lalu dia siapa?" Tanya Carra. Nada bicaranya sudah mulai naik satu oktaf


"Dia bukan siapa siapa Carra!" Sahut Juan dengan suara yang lemah


Carra tersenyum remeh, menatap Juan yang sedang menatap sayu padanya


"Kau sudah berjanji untuk tidak akan membuat aku menangis Juan!"


"Kau berbohong!"


Carra beranjak dari duduknya, berdiri di hadapan Juan yang masih terdiam. Sampai tiba tiba saja Juan malah memeluk pinggang Carra, merebahkan wajahnya di perut Carra yang tengah berdiri, sedangkan Juan duduk di sofa


"Maaf kan aku sayang, maaf!" Katanya


Lagi, Carra menyeka air matanya. Anggap saja jika permintaan maaf Juan adalah jawaban jika dirinya memang masih berhubungan dengan para wanitanya, dan dia memang membenarkan tuduhan Carra


"Kau menghianatiku Juan!" Sahut Carra, tatapannya lurus pada tembok tempat tidur. Tidak ingin menatap Juan yang masih memeluknya erat


"Maafkan aku Carra, aku akan menceritakannya padamu. Sungguh" Mohon Juan


Carra diam, bagaimanapun Carra masih mengingat dengan jelas nasihat dari Ratna sebelum ia pulang ke new york jika, jika dalam rumah tangga maka berdiskusi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah


Tapi mengingat kebenaran jika saja Juan benar benar menghianatinya, maka Carra tidak akan bisa terima tentang itu. Ia tidak ingin cinta Juan terbagi


"Dengarkan aku dulu!" Bujuk Juan yang mulai mengendurkan pelukannya


"Ku mohon Carra!"


"Apa?" Sewot Carra


"Dia Jenny" Juan memulai berbicara


Carra diam, yah dia cukup cepat tanggap. Karena baru kemarin kemarin ia dan Syan membahas wanita itu


"Mantan wanita simpanan mu?" Tanya Carra penuh selidik


"Iya" Juan menyahut pasrah


Carra dengan kasar kembali menghempaskan tubuhnya disofa


"Tapi sesungguhnya bukan seperti itu Carra!"


Carra hanya diam dengan tangan terlipat di atas dada


"Aku tidak mencintainya sayang, sungguh. Aku mencintaimu Carra, hanya kau!" Sahutnya


Sungguh, memang itu yang Juan rasakan. Ia hanya mencintai Carra, sejak dulu Juan tidak pernah sedikitpun mencintai Jenny, atau mencintai wanita manapun


Carramell lah wanita pertama yang membuat seorang Juan Zhucarlos keluar dari zona nyamannya sebagai pria yang menutup rapat pintu hatinya


"Lalu mengapa dia menghubungimu?"


"Karena dia mencintaiku!" Sahutnya dengan santai


Carra menatapnya jengah, lalu melangkah menuju tempat tidur meninggalkan Juan yang terlihat kebingungan


Bukankah Carra ingin dirinya itu jujur? Dan Juan sudah jujur, lalu mengapa Carra malah meninggalkannya


"Carra, apa aku tetap dapat jatah malam ini?" Tanya Juan sambil menyusul Carra ke tempat tidur, setelah mematikan televisi


"Tidak akan!" Dengan cepat Carra menyahut, lalu menarik selimut menutupi sekujur tubuhnya


"Aish!"


Membuat Juan pasrah, karena malam ini ia hanya dapat memeluk Carra dibalik selimut saja


Sungguh menyedihkan