
Setelah permintaan dadakan Abram yang ingin menikahinya, hari ini laki laki itu juga memaksa Della untuk datang ke perusahaan RCG. Mengajaknya untuk makan siang di kafetaria kantor, dan tentu saja Della tidak bisa menolak
Meski sejujurnya ia merasa cukup heran dengan sikap Abram yang mendadak baik padanya
"Aku sudah di loby kantor. Kau dimana?" Tanya Della lewat sebuah benda persegi yang diketahui adalah sebuah alat komunikasi
Yah, dia sedang menelpon orang yang menyuruhnya datang ke perusahaan ini
"Masuklah saja ke ruanganku!" Orang diujung telpon menyahut acuh
"Dasar tidak sopan! Kau sendiri yang memintaku untuk datang" Rutuknya
"Baiklah, tunggu disana. Aku akan menjemputmu"
"Bagus, cepat lah"
Sambungan pun terputus bersamaan dengan seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Della
"Hey nona, ada apa?" Tanya Della begitu melihat wanita tadi yang ternyata memperhatikannya
"Ahh, tidak. Kebetulan aku sedikit mendengar obrolanmu ditelpon tadi. Apa kau ingin bertemu dengan seseorang?"
"Iya benar, tapi aku lupa ruangannya dimana"
"Barangkali aku bisa membantu mu, mari biar ku antar"
Della mengangguk, wanita yang ada dengannya ini tidak lah buruk. Dia baik, bahkan berniat membantunya, sepertinya layak pula dijadikan teman
"Oh, yah terimakasih sebelumnya. Tapi kita belum berkenalan" Sahutnya, ramah
"Namaku Della. Adella Maharani" Imbuhnya sambil menjulurkan tangan mulusnya pada Carra
Carra sempat terpaku, sampai kemudian ia juga menerima uluran tangan dari wanita yang notabenenya itu adalah calon istri, dari mantan kekasihnya. Abram
"Carramella Zhucarlos"
Della sempat terperangah sebelumnya. Carramell? Mantan kekasih Abram yang sampai detik ini masih pria itu cintai
Wajar saja, ternyata mantannya yang sekarang menjadi iparnya ini begitu cantik, pantas jika Abram belum mampu melupakannya, terlebih diantara keduanya pasti sudah tercipta banyak kenangan indah
yang tidak bisa begitu saja dimusnahkan dalam ingatan masing masing
"Istri Tuan Juan Zhucarlos?" Della mencairkan suasana, berusaha mengakrabkan diri
"Betul, selamat kita akan menjadi saudara kalau begitu" Tutur Carra
"Kau calon istri Abram bukan?" Tanya Carra saat wanita dihadapannya hanya terdiam begitu Carra mengatakan jika keduanya akan menjadi saudara
Sebenarnya Della cukup heran, jika Carra mengetahuinya, itu artinya Abram sudah bercerita kepada keluarganya tentang rencana pernikahan mereka. Entahlah Della harus senang atau bagaimana
"Ohh, yah" Sahutnya, singkat
Carra tersenyum, sedikit memberi penilaian juga pada Della. Tidak buruk, wanita ini baik dan ramah. Tidak ada gerak gerik mencurigakan apapun darinya, bahkan senyumannya juga terlihat amat tulus
"Mari" Ajak Carra kemudian sambil melangkah dengan Della disampingnya
Sesekali keduanya mengobrol, juga tersenyum ramah pada para staff yang menyapanya. Dan Carra bahagia, karena Juan sudah menuruti inginnya untuk mengatur seragam para staff wanita
"Aku baru tau jika sekarang para staff wanita disini berpakaian lebih sopan" Sahut Della saat keduanya sudah masuk lift
Carra hanya tersenyum
"Aku lebih senang melihat mereka seperti itu" Sahutnya kemudian
"Ku kira sekarang mereka tidak bisa lagi menggoda atasannya dengan tubuh seksi mereka" Tuturnya dengan sisa tawa yang masih ada
"Itu memang tujuannya!"
"Benar! Jangan sampai suamimu itu juga tergoda!" Bisiknya, yang kemudian tertawa lagi. Carra menggeleng, jika ternyata calon istri Abram adalah tipe orang yang supel dan humble
"Sudah banyak korban disini!" Imbuhnya
"Sepertinya kau kenal baik dengan Juan" Sahut Carra setelah keduanya keluar dari lift dan mulai berjalan ke arah ruangan Abram
Tadi Della sudah mengirim pesan pada Abram agar tidak usah menjemputnya ke loby
"Mmm, tidak juga. Hanya tau sedikit!" Ucap Della sambil mengangat jari telunjuk dan ibu jarinya di depan wajah Carra
"Tentang dia yang sering bermain wanita?" Tebak Carra dengan tawa rendahnya. Menutupi kenyataan jika suaminya memang memiliki citra yang buruk di belakang awak media
"Jangan so tau!" Sahut Della yang membuat tawa Carra berhenti
"Maksudmu?"
Langkah keduanya terhenti di depan ruang General Manager
"Juan bukan orang yang seperti itu Carra, dia tidak buruk"
Carra diam, masih mencerna apa yang dimaksud oleh Della
"Dia tidak pernah melakukan One Night Stand, seperti gosip yang pernah beredar" Sahut Della sambil mengangkat dua jari tangan kanannya membentuk hurup v
"Dia hanya rajin berkunjung ke club saja, dan kebetulan banyak yang ingin padanya. Tapi dia tolak"
"Dan beberapa dari wanita itu mengaku jika pernah ditiduri oleh Juan" Tuturnya
"Mungkin mereka merasa sakit hati" Tambahnya lagi
Carra diam, masih mencerna apa maksud Della sebenarnya, meski samar samar dirinya sudah paham apa maksud yang sesungguhnya
"Aku hanya memberi tahumu, jika ada wanita yang mengaku pernah ditiduri oleh Juan" Della menjeda kalimatnya
"Kau jangan percaya!" Imbuhnya
Meski samar, Carra mengangguk
"Maaf, aku malah jadi bergosip" Sahutnya setelah sadar jika dirinya sudah banyak bercerita
Begitulah seorang Adella jika sudah akran dengan seseorang
"Tidak papa, justru aku berterima kasih"
"Hey, aku yang harus berterimakasih. Apa ini ruangan Abram?" Tanyanya kemudian
"Iya"
"Terimakasih, boleh kita bertukar nomor ponsel?"
"Tentu saja" Carra mengeluarkan ponsel dari tas miliknya
Begitulah, keduanya seperti sahabat lama yang baru kembali berjumpa
Dan Carra yang awalnya ragu dengan keputusan Abram, sekarang ia yakin. Jika Abram bisa bahagia dengan dengan menikahi Della
Carra yakin jika Della adalah wanita yang baik