
Suara tangisan memenuhi ruangan,dan juga terdengar sampai keluar,Mama dan Papa Vano ikut terharu atas cucu pertamanya.
Begitu juga dengan teman yang lain,Vio,Dela,Sisil meneteskan air mata terhapus atas perjuangan Kala,mereka keluar dari ruangan,lalu di pindahkan ke ruang rawat inap,semua mata tertuju ke anak bayi yang ganteng sangat,diluar ruangan sudah tertata rapi papan bunga ucapan untuk Kala dan Vano,Vano tersenyum melihat kehadiran semua orang yang ia sayangi,dan teman-teman nya,Vano mengantar Kala sampai keruangan nya.
Semua orang berada diruangan Kala,Vano memesan ruangan kamar VVIP,supaya bisa masuk,ingin menggendong,Kala memberitahu akan satu hal.
“Anak Gue gamau di gendong sama kalian pada….” Ujur Kala tersenyum melihat teman-temannya.
Mama Vano datang ke kasur Kala lalu memeluk Kala dan mencium kening Kala.”Selamat sayang,kamu sah jadi ibu sekarang,semoga anak kamu,menjadi anak yang sholeh,kelak besar membahagiakan orang tuanya,rezeki yang lancar,dan di sayangi banyak orang.”
“Terimakasih mama….” Jawab Kala menangis di pelukan Mama Vano.
Begitu juga Papa Vano,ia juga mencium kening Kala,dan memberi ucapan selamat.
“Siapa nama anak lo Van….” Tanya Diko duduk di sofa panjang bersama laki-laki lain nya.
“Syeqil Anggara…” jawab Vano tersenyum melirik Kala.
“Good name….”seru Vio sedang menggendong anak Vano dan Kala.
“Gabisa ini,ini anak kenapa ganteng nya kebangetan,mirip bule,Kal,lo ngidam apa sewaktu hamil….” Tanya Sisil geram lihat anak Kala.
“Idk….” Seru Kala.
Dan ia juga menatap putra nya tidur pulas sama seperti mama nya,Vano juga memotret keduanya yang sedang tidur,dan juga memotret Kala sendiri dan putranya sendiri.
****
Malam Harinya.
“Sayang,kenapa kamu anteng-anteng saja,mama hanya dengar kamu nangis saat kamu keluar dari rahim mama….” Guman Kala melirik ke kasur bayi.
“it seems he is not a crybaby, when you sleep, and he also sleeps, then wakes up for a while he opens his eyes, and smiles faintly towards me…” Ujur Vano bangkit,memuji bayinya,namun sang bayi langsung nangis,Kala tersenyum melihat Vano,Vano mengambil bayinya dan meletakan ke Kala,lalu Kala memberi susu kepada putranya.
“Jadilah,putra yang berbakti kepada orang yang lebih tua dari kamu,terutama kedua orang tua kamu,jadilah anak yang smart,dan selalu di sehatkan dan di jaga dimana kamu berada,jangan lupa kamu harus minta Terimakasih kepada Tuhan karena telah dilahirkan Kedunia ini,begitu pun juga mama,mama sangat-sangat bahagia melahirkan putra gtg yaitu kamu,mama janji,mama bakal membahagiakan kamu,begitu juga Papa.” Ucap Kala mencium kepala anaknya yang sedang menyusu.
Vano kembali memotret moment ini,ia juga meminta suster untuk memotret moment mereka ini,saat selesai minum susu,Kala tetap meniduri anaknya di pelukannya,Kala sudah bisa berjalan,ia meminta Vano untuk memasangkan bajunya,lalu menggendong Syeqil melihat pemandangan dari kamar ruang sakit.
Vano selalu mengabadikan moment Inj,ia terus memotret gambar istri dan buah hatinya,Vano mendekat dan memeluk pinggang Kala.
“Thank you dear, for giving birth to a handsome child like Sheikhil, I hope we can make him happy and see the aspect of growing up until he becomes what he wants…” ucap Vano mengecup bibir Kala.