Merried With You

Merried With You
Honeymoon SisilxRaka.



Pagi cerah mendukung keberangkatan Raka dan Sisil,sinar matahari menembus tirai putih dikamar Raka dan Sisil,tergambar pasangan tidur saling berpelukan hangat,alarm ponsel Sisil berbunyi,bernote.(Honeymoon.)


Sisil melepaskan pelukan Raka,tadi malam ia telah membereskan koper untuk di bawa ke canada,Sisil masuk Kedalam kamar mandi,ia yang pertama mandi karena ia lagi datang bulan,selesai mandi,Sisil menggunakan kimono nya,lalu masih melihat Raka tidur dengan nyenyak,Sisil berjalan ke arah Raka,lalu memberi ciuman di wajah Raka.


“One day one kiss…” seru Sisil beranjak pergi ke bawah,menyiapkan sarapan Raka,dan tak lupa juga memberi Raka susu putih yang biasa di buatkan oleh sang mama untuk Sisil sewaktu kecil.


Mengingat hal tentang mama,Sisil terdiam saat membuat untuk Raka,dia hampir saja menyiramkan air panas ke tanganya.


Namun langsung di sadarkan oleh Raka yang sudah bangun dan tadi mencari Sisil di dalam kamar,ia tidak menemukan Sisil,lalu mencari Sisil ke bawah.


“Sayang…” seru Raka menuruni tangga dengan celana boxernya tanpa menggunakan baju.


Melihat suaminya sudah bangun,Sisil menghampiri Raka lalu meminta Raka untuk sarapan dulu,habis itu mandi karena jam keberangkatan mereka 2 jam lagi.


“Kamu,kenapa melamun sih tadi,aku memperhatikan kamu lo….”tanya Raka duduk di meja makan dan di temani oleh Sisil yang masih menggunakan kimono nya dengan rambut yang dililit dengan handuk.


“Nothing,habis ini,langsung mandi ya,aku sudah menyiapkan baju kamu,ntr kita ketinggalan pesawat…” tutur Sisil melihat Raka memakan roti yang ia buatkan untuk Raka.


“Omg,ini pertama kali Gue membuatkan sarapan untuk cowo dan sekarang malah membuatkan sarapan untuk suami Gue sendiri,but,dia ini apa udah mandi ya,kenapa wajahnya tidak ada kusam sedikit pun bangun tidur….” Batin Sisil menatap Raka.


“Hey,why are you looking at me like that, looking like you want to eat me…” tegur Raka mencubit pipi Sisil sambil tertawa.


Sisil tersenyum mendengar ucapan Raka…”udah selesai kan makan nya,buruan mandi deh,aku mau cuci piring bekas makan kamu dulu…” ucap Sisil beranjak pergi meninggalkan Raka.


Raka bangkit dari meja makan,lalu berjalan menaiki anak tangga,namun ia menghentikan langkahnya.


”Sayang,i love you…” ucap Raka,dan kata-kata nya membuat Sisil salting mendengar nya,tersenyum tipis namun memikat.


***


”Udah lama banget Gue enggak lari pagi,dan malah bikin Gue tambah lelah sih ini…” seru Dela ngo-ngosan dan duduk di bangku Taman.


“Ruang kita dekatan dan lo lupa untuk mengajak Gue untuk pergi lari pagi,tega lo del….” Tegur Vio yang mengikuti Dela sedari tadi,Dela juga terkejut dengan kedatangan Vio.


“Gila,lo gila,bisa-bisanya Ngikutin Gue tanpa ketahuan,lo di sana belajar jadi intel ya….” Singgung Dela memberikan airnya untuk Vio.


“Enggak bego…” titah Vio meneguk air yang di beri Dela.


“Kita sudah lari selama 1 jam,mau mulai jalan santai enggak sih….” Ajak Vio mulai berdiri,karena ia tau ada yang di sembunyikan oleh Dela saat ini.


“Boleh juga,but,jangan lo ajak Gue pergi untuk makan…” tegur Dela karena sewaktu remaja ,mereka pergi untuk lari pagi malah,pergi untuk sarapan pagi namanya.


Vio ketawa dengan ucapan Dela,dia mundur dan menyamakan langkahnya dengan Dela,lalu memeluk erat Dela.


”lo tau aja kalau Gue sebenarnya lapar,biasanya ada bubur yang enak banget itu…” jawab Vio sambil menanyakan bubur yang biasa tegak di Taman ini.


“Tukang buburnya sudah naik haji…” jawab Dela asal


“Ha,sumpah lo,anjrt,secepat itu,Gue kalah anjggg,bangsttt…” ucap Vio terkejut dan mengeluarkan segala umpatan.


“Lah,kenapa kalau kang buburnya naik haji,lo aja yang belum,kebanyakan tidur sih lo disana,sampai terlewatkan berita kang bubur Taman kota telah naik haji bersama gerobak-gerobaknya…” jawab Dela tersenyum karena mencandai Vio,dan Vio mempercayai itu.