Merried With You

Merried With You
Kekeh Untuk Tetap Pergi.



“Pa-pak Vano ngajar saja,biar kami berdua yang jaga Kala pak….” Ucap Dela.


“Tidak,kalian ke kelas saja,biar saya yang jaga Kala,Kala akan saya bawa ke ruangan saya…” jawab Vano menggendong tubuh Kala dan berjalan ke ruangan nya,namun Dela menghentikan.


“Ma-maaf pak,tapi nantik bisa saja mahasiswa lain melihat Kala ada diruang bapak,biarkan saja Kala diruang UKS Pak,kami yang bakal jaga pak…” ucap Dela menjelaskan,Vano mendengarkan perkatakan Dela,ia meletakan kembali Kala Ketempat tidur dan berjalan keluar,karena Vano ada kelas hari ini.


“G*la,pak Vano kelihatan banget nggak sih sayang nya sama Kala,Kala cuman pingsan aja mau di bawa keruangan nya,Gue yakin banget ni orang berdua belum melakukan apa-apa…” ucap Sisil kepada Dela dan mereka ikut berbaring di kanan kiri kasur UKS Kala.


“Gue berpikir juga begitu…” jawab Dela melihat langit-langit kamar.


“Gue punya IDE…” ucap Sisil histeris…


“Katakan,Gue yakin kalau lo ngungkapin ide lo yang cemerlang itu,pasti terjadi…” ucap Dela menghadap ke arah Sisil.


“Gimana kalau setelah lulus kuliah Ini,kita ke puncak terus kita tinggalkan mereka disana berdua…” kata Sisil duduk di tepi ranjang.


“Itu tidak akan terjadi…” ucap Kala bangun dari pingsan nya.


“Udah bangun lo Kal,Gue kira lu sudah di alam yang berbeda dengan kita-kita…” ejek Sisil mentoel kepala Kala.


“G*LA lo ya….” Umpat Kala mencoba bangun dari tempat tidur.


......................


“Pak Vano yang gendong aku tadi ke UKS Ya….” Tanya Kala kepada Vano yang sedang menyetir.


“Hmm..”


“Makasih ya pak…” ucap Kala tersenyum ke arah Vano.


“Vano Anggara Witama Sayang…” ucap Vano


“Iya Vano…” jawab Kala


“Nantik aku pergi ke club ya sama Dela dan Sisil.” Kata Kala meminta izin kepada Vano.


“Ayolah…” ucap Kala merayu.


“KALA…” ucap Vano melihat ke arah kala.


“Iyah Sayang Iyah…” ucap Kala mengelah.


Vano tersenyum ke arah Kala karena Kala nurut terhadap dirinya.Mereka berhenti di sebuah restoran dan makan siang bersama.Setelah selesai makan siang,tiba dirumah,rumah masih sepi karena mama angkat Kala tidak ada dirumah,Kala sangat bosan dirumah,ia menyetujui pergi bersama teman-teman nya namun tidak diketahui oleh Vano.Saat malam tiba,Kala sudah siap-siap,dia melihat Vano duduk di bawah lagi menerima telpon,Kala berjalan ke arah Vano yang tengah bercerita melalui telpon,Kala mulai mempermainkan permainan nya.


Kala memeluk Vano dari belakang dan mulai menggoda Vano,Kala mengganggu Vano,tanpa menyadari Vano mengiyakan omongan Kala,Kala buru-Buru pergi sebelum Vano mematikan telpon nya,Kala berlari masuk Kedalam mobil Dela dan Sisil.


“Kal,lo yakin kita pergi ke club….” Tanya Dela masih ragu-ragu.


“Yakin,Gue bosan banget dirumah,sekalian biar dirasakan dengan Vano kenapa bisa menghukum Gue sampai pingsan…” jawab Kala


“G*la serah lu deh Kal,Gue takut banget ntr pak Vano marah,lo nggak lihat apa tadi,pas pak Vano mendengar lo pingsan,pak Vano khawatir banget,dan lagi,dia mencium kening lo pas Didalam lift…” Ujur Sisil mentoel kepala Kala.


“Udah deh,kalian jangan bohong,buruan jalan,ntr Vano bisa lihat Gue pergi…” jawab Kala.


Mereka masuk Kedalam club dan melihat keramaian dan keriyuhan,mereka bertiga memesan miras dan duduk di dekat meja bar.Suasana semakin ramai dan mereka bertiga sudah mulai tidak sadar.Dela dan Sisil mereka maju Kedepan joget-joget Kala yang belum sepenuhnya ilang kesadaran,ia melihat kedua sahabatnya sambil tersenyum dan tertawa,namun datang seorang pria yang memegang gelas berisi air berwarna merah kehitaman.


“Permisi cantik…” sapa pria itu sudah di ambang kemabukan.


Kala melihat ke samping,ia hanya membalas dengan senyuman dan mengalihkan kembali pandangan nya,Kala mengacuhkan pria tersebut.Namun pria itu tetap setia Disamping Kala dan pria tersebut ingin memegang dada Kala,Kala langsung memelintir tangan pria itu dan menghancurkan botol miras di kepala pria itu,semua orang berhenti berjoget dan mematikan lagu,juga menghidupkan lampu putih.


“Wanita J*lang…” umpat pria itu ingin mengambil botol yang ada di dekat nya dan ingin memukuli Kala,namun tangan Pria menghentikan atraksinya dan pria itu memukuli dirinya hingga babak belur.


Kala yang sadar siapa pria itu,dia mengucek-ngucek matanya dan terkejut dia melihat Vano,dengan pakaian celana pendek.


Vano sudah selesai memukuli pria itu,salah satu pengunjung club tidak ada yang berani mendekat.Vano juga Membisikan sesuatu kepada pria itu.


“Jangan macam-macam dengan istri saya….” Ucap Vano menekan..