
Mereka sengaja menggunakan dresscode warna hitam,mereka semua sudah datang,Diko sengaja memesan semua meja yang ada Didalam ruangan VVIP.
Karena tau orang yang membokong tempat ini juga orang penting,maka pihak restoran sedikit mendekor tempat yang di pesan oleh Diko.
Mereka semua duduk,terlihat seperti perkumpulan orang internasional,dipadukan dengan musik yang cukup romantic dan mereka juga makan malam dengan lancar,dan tak lupa juga berfoto karena ingin mengabdikan moment ini..
Dinner nya tidak selesai di sana aja,Setalah acara dinner selesai,mereka melalukan sesi foto,dan mengambil foto bersama-sama,Diko juga ada meminta berfoto bersama dengan Dela,awal nya Dela tidak mau,namun Kala memaksa Dela untuk berfoto bersama,anggap saja itu foto pertemuan kaliak yang indah sebagai teman,Vio dan Sisil juga mendukung ucapan Kala,Dela menghela nafasnya,Dela bangkit dari bangku dan berjalan ke arah Diko,mereka melakukan foto bak orang prewed,foto diambil dengan sangat cantik dan keren.
Selesai dinner dan foto-foto,mereka berencana akan menghadiri acara pemeran di sebuah museum yang akan di selenggarakan oleh pemiliknya langsung,Diko mengambil kesempatan,ia meminta Dela satu mobil dengan dirinya.
Dela mengiyakan,ia masuk dan meletakan tas nya di atas pahanya lalu,Diko melajukan mobilnya,namun mereka tidak sengaja mengerem mendadak karena orang depan hampir saja ingin menabrak mobil Vio dan Gala,Diko langsung spontan menahan tubuh Dela agar tidak terbentur ke depan,melihat sikap Diko,Dela mengucapkan terimaksih lalu kembali melihat jalan.
“Kamu,memang sudah sangat berubah ya del…” Ujur Diko membuka topik.
“Bukan berubah,kan dari dulunya aku lebih suka diam…”jawab Dela melirik Kearah Diko.
“Baiklah,I guess you don't want to talk to me much…” seru Diko
“No,Don't think like that, you already know how I am...” seru Dela
“Anyway,siapa bf kamu sekarang di Jkt….” Tanya Diko.
“Myself…” jawab Dela tersenyum.
“Ha,you’re self….” Seru Diko bingung..
“Yes,my self,Everywhere I am with myself, I eat alone with myself, take refuge with myself, I am nothing…”jawab Dela.
****
acara pameran sangat ramai,jadi Vano dan Kala mereka mencari tempat sepi untuk membawa Kala beristirahat,Sedangakn yang lain berjalan bersama-sama.
Namun,tiba-tiba saat jalan,kaki Dela keseleo,dan tak sengaja menyinggung seorang laki-laki yang berbincang dengan teman nya,yang tampak wajahnya yang arogan,ia tidak terima di senggol oleh Dela yang menyebabkan minumnya tumpah ke pakaian nya.
Dia memaki Dela dengan bahasa Inggris,Dela sudah meminta maaf karena ia tau,ia yang salah tidak bisa menyimbangkan kakinya,namun laki-laki itu tetap tidak terima,ia meminta Dela berlutut kepada dirinya,Dela menghela nafas,saat ia ingin berlutut,Diko melarang dan menarik lengan Dela untuk berdiri kembali.
“Diko,kamu ngapain sih,sudsh lah,lagian aku juga yang slaah,gpp kok,ini bukan negara aku,jadi kita harus menghargai mereka…” ucap Dela menatap wajah Diko yang sudah memerah.
“Del,jangan berpikir pendek deh,kamu lupa aku juga orang sini….” Ujur Diko,lalu menarik kerah baju pria itu keluar dari kerumunan dan meninju pria itu tepat didepan mata teman-teman nya dan juga Dela.
Vano dan yang lain bingung,kenapa bisa ada keributan,Vano mendekati Dela.
“Apa yang terjadi….” Tanya Vano.
“Udah deh,mending lo pisahkan dulu,tu orang bisa mati Vano….” Ucap Dela,namun Vano tidak mau,karena ia tidak tau siapa yang salah,kalau yang slaah laki-laki asing itu,Vano tidak akan memisahkan,namun kalau Diko yang salah,maka ia akan memisahkan pertikaian tersebut.
Melihat Dela sudah hampir mau menangis,Kala mendekati Vano,meminta Vano menghentikan pertengkaran ini…
“Sayang,kita tidak tau siapa yang salah,bisa saja pria asing Inj yang salah….” Ujur Vano.
“Gue yang slaah,Gue tidak sengaja menyenggol pria ini lalu menumpahkan minuman dipakain nya dan dia meminta Gue untuk berlutut…” seru Dela yang sudah mau menangis,dan yang dilihat bukan pamerkan malah melihat perkelahian ini.
Vano menghentikan perkelahian mereka,lalu Dela menarik lengan Diko untuk menjauh,Sedangakn Vio menarik pria asing tersebut Ketempat yang kosong juga.
“if my friend has apologized, then forgive, don't think about accepting forgiveness in an unusual way.…” Ujur Vio menjelaskan kepada pria asing itu.
“If you don't accept being treated like this, then come to my office….” Ucap Diko melemparkan kartu kantornya,lalu mereka pergi Meninggalakn pameran,pria asing itu tidak terima,ia akan menaiki kasus ini ke yang berwenang.