
Vano menarik pinggang Kala kepelukan nya,sehingga membuat tubuh mereka saling berdekatan.
“Itu sudah cukup adil menurut saya,dia pelakunya dan kamu juga pelakunya.Kamu yang memulai main tangan bukan,maka dari itu hukuman kamu dan teman-teman kamu lebih berat….” Jawab Vano.
Kala melepaskan kembali tangan Vano dari pinggangnya.Saat mendengar jawaban dari Vano membuat puncak emosi Kala semakin naik.
Kala tertawa sinis,lalu membalas ucapan Vano. “Ya,aku dan teman ku mengakui main tangan duluan,but,coba bapak yang ada di posisi kami,from bicycle problems to family problems he remembers, until I get insulted cheaply, and my friends say it's not true.Bagaiman perasaan bapak ketika mendengar itu,HOW….” Membentak.
“Dan lagi,bapak ma-…” belum selesai Kala berbicara mulutnya sudah di tutup dengan tangan Vano menarik Kala kebelakang pintu,Kala ingin melawan tapi Vano malah memeluk erat tubuh Kala supaya tidak ketahuan oleh Lala yang berusah lewat bersama teman nya dan Vano yakin banget mereka dengar suara Kala dari luar.
Kala seketika terdiam ketika Lala membuka pintu ruangan Vano,dan juga Lala memanggil Vano namun hanya sampai pintu sjaa lalu menutup nya kembali.
“Gue rasa tadi ada suara keributan deh di ruangan nya pak Vano….” Ucap Lala berlalu pergi dan teman-teman nya.
“Halu lu aja kali,lo kan suka sama Pak Vano.” Jawab teman nya.
Saat sudah pergi jauh,Kala memberontak dan melepaskan diri dari pelukan Vano,Kala berjalan mengambil buku-bukunya dan ingin pulang.Namun tangan Vano menghentikan Kala.
“Pulang sama saya,tunggu saya selesai kerja….” Ucap Vano menahan.
“Tidak…” tolak kala melepaskan genggaman Vano.Namun Vano tidak nyerah dia menarik Kala dan menduduki Kala di sofa miliknya,lalu mengunci pintu ruangan.Vano juga tak lupa menghidupkan kedap suara,supaya suara Kala tidak terdengar dari luar.
Vano duduk pula di tempatnya mereka saling berhadap-hadapan.
Kala hanya diam menatap Vano,Kala yang tadi banyak bicara,tiba-tiba diam tak bersuara.Kala hanya diam dan menunduk,Kala juga menyandarkan tubuhnya di sofa Vano,Vano juga tak lepas dari memandang Kala,Kala yang tampak terlihat cantik ketika diam dan ceria.Vano tau isi hati istri nya Inj,Vano juga tau kalau istrinya tidak salah,karena mana mungkin Kala berbuat pertama,karena Kala tidak akan memulai kalau tidak di ganggu.
“Aku mau pulang duluan,bukakan pintunya tolong….” Ujur Kala berdiri.
“Kala,saya bilang,kita pulang sama…” jawab Vano tanpa menatap Kala.
“Ya ampun…” keluh Kala berjalan ke arah Vano mencari kunci pintu ruanganya.Namun tidak ditemukan Kala,Kala yang curiga kunci itu ada Didalam saku celana Vano,Kala mencoba memegang saku Vano namun Vano langsung menangkalnya dan menarik Kala untuk duduk di pangkuan nya…
“Kal,bisa dengarin aku apa nggak sih,lagian apa salahnya sih pulang sama,kamu itu sudah jadi istri aku juga,lagian kalau kamu pulang cepat,kamu mau cari siapa dirumah itu,Mama kamu….” Ucap Vano memeluk pinggang Kala.
“Mama kamu belum pulang dari Turki,toh mereka Ninggalin kita supaya melakukan hubunga suami istri,aku yakin kamu juga sudah tau,karena mama kamu juga sudah bilang sama kamu bukan….” Ucap Vano masih menatap Laptopnya.
Kala hanya diam,dia tidak bisa bergerak,tanpa Kala sadari dia juga memeluk pinggang Vano.Kala tidak tau harus jawab apa,dia hanya menelan ludah nya karena menatap Wajah Vano yang ganteng dan putih bersih ini.
Vano melihat ke arah Kala,tapi Kala langsung menghindari pandangan nya ke arah jendela,dan berniat untuk kembali Ketempatnya,tapi masih di tahan oleh Vano.Vano mengambil dagu Kala,ia memajukan wajahnya berdekatan dengan Kala,namun Kala langsung menghentikan nya.
“Ki-kita tidak bisa melakukan nya disini….” Ucap Kala bangkit dari kursi merasa sangat gugup.
Vano tersenyum dengan ucap Kala,Vano berdiri dari kursinya,dan mengambil kunci mobil sekaligus laptopnya,lalu mengajak Kala pulang,namun melewati tangga darurat.