Merried With You

Merried With You
Diriku.



Saat tiba di hotel,Vio menghempaskan tubuhnya di kasur hotel yang telah ia pesan,sebelum berangkat tadi,entah kenapa tiba-tiba cowok nya meminta ia untuk beralih ke singapore bukan nya ke Amerika,disitu pikiran Vio sudah berkecamuk,ia berpikir pasangan nya apakah selingkuh,sama akan hal dengan orang-orang yang ldr.


Vio menggeleng-gelengkan kepala nya,lalu menutup wajahnya dengan bantal dan berteriak supaya ia rileks.


Disingapore sudah sangat larut malam,Vio memejamkan matanya dan terlarut dalam tidur nya,sampai hingga pagi datang,dimana suara alarm Handphone Vio berbunyi…


Vio mematikan alarm itu,lalu ingin melanjutkan tidurnya,namun suara ponselnya kembali berdering,Vio menghela nafasnya dan mengangkat terlpon itu setengah sadar dan ditambah dengan suara ia yang parau.


Call.


“what's up calling this early in the morning….” Ucap Vio.


“Datang ke kantor Gue sekarang,ini penting,30 menit hanya untuk lo,dari sekarang…” perintah Diko mematikan telepon nya,sedangkan dirinya masih di atas kasur yang berbeda dan Ditempat yang berbeda,Diko berbicara sendiri.


“An*ing tu orang,Brani-Brani banget perintah Gue untuk datang dlaam 30 menit….” Umpat Vio melemparkan ponselnya lalu mencoba mencari nyawa nya yang separuh hilang.


Sedangkan di rumah Diko.


“Sialan,kenapa Gue malah nurut sama tu orang sih,arghhh,seharusnya hari ini Gue enggak datang ke kantor,tapi karena tu wanita gila,Gue juga ikut gila….” Umpat Diko masuk Kedalam kamar mandi.


*


Diko sampai di kantor dan belum melihat ada Vio di kantornya,Diko hanya memakai pakaian santai,karena hari ini ia sengaja untuk tidak masuk.


Diko memberi pesan kepada asisten nya,jika ada wanita yang kemarin datang,maka minta ia untuk di antarkan ke ruangan miliknya.


Dan asisten menuruti perintah Diko,dan meninggalkan Diko sendirian.


tak selang dari itu,vio datang dengan gaya nya yang sangat cantik,dan tidak menohok,karena ini kantor Diko.


Saat Vio sudah tiba,asisten Diko datang menyambut Vio,lalu menuntun Vio untuk keruangan Diko.


“Kenapa sih,lo itu harus ganggu Gue pagi-pagi buta begini,argh nyesal Gue kesini tadi malam…” Ujur Vio kesal dengan sikap Diko.


“Dih,Gue kalau bukan karena tu cowok,gabakal Gue minta lo kesini dasar gila…” batin Diko menatap Vio tajam.


“Gue tau lo belum sarapan,karena Gue tau,lidsh lo lidah Indonesia,tu di meja sudsh ada sarapan…” ucap Diko,meminta Vio sarapan.


Vio pindah tempat duduk,ia membuka tempat makan yang telah di sajikan oleh asisten Diko,ia makan sambil melirik ruangan Diko.


“Gelap,sama seperti orang pemiliknya…” Guman Vio,namun terdengar oleh Diko.


“Udah deh,jangan Kebanyakn ngeroasting vio….” Ucap Diko geram terhadap Vio.


“Mau Gue minta Dela untuk mewarnai kembali…” sindir Vio menyuap makanan nya.


“Shut up…” ucap Diko menatap Vio dengan Tajam.


“Buruan,Gue tunggu di bawah….” Ucap Diko keluar dari ruanganya dan Meninggalakn Vio.


“Bangke…” ucap Vio meneguk air nya dan berjalan keluar menyusul Diko.


“Kita sebenarnya mau kemana sih,seharusnya hari ini Gue ada meet bersama cowok Gue…” ucap Vio berkaca di dlaam lift.


“Mending lo ikut,Gue gatau ini cowok lo,atau orang yang ingin menculik lo….” Jawab Diko menatap layar-layar ponselnya.


“Dih,dih wallpaper nya,foto Dela,ituuu,jangan di sakitin egok….”ejek Vio keluar dari lift dan berjalan duluan,lalu masuk Kedalam mobil milik Diko.


“Bisa-bisanya tu orang tau mobil Gue yang mana….” Guman Diko membuka knop pintunya.