Merried With You

Merried With You
Cemburu.



Disepanjang jalan sesudah bertemu dengan Raka,Vano diam dan terus melirik Kearah Kala yang tengah asik main ponselnya.Vano berhenti sejenak dan menarik lengan Kala sehingga membuat tubuh Kala berdekatan dengan tubuhnya,Kala melirik Kearah Vano yang wajahnya sudah terlihat akan meletus,Kala tersenyum dan ingin tertawa namun ia tahan takut Nantik Vano bisa marah.


“Kenapa suamiku….” Tanya Kala melepaskan dekapan vano,bukanya malah menjawab,Vano hanya berjalan meninggal akan Kala dijalan itu dan Kala terkekeh tertawa lalu ia mengejar Vano dan memeluknya dari belakang.


“Ini pasti CEMBURU…” seru Kala berpindah Kearah depan berhadapan dengan Vano.


Vano berhenti berjalan,dia melihat mata Kala dan mulai membuka mulutnya. “Dia siapa,kenapa kelihatannya kamu sudah kenal lama dengan dia….” Tanya Vano melepaskan tubuh Kala dari dirinya.


Kala tersenyum,dia sudah tau Vano akan cemburu,Kala menjawab Pertanyan Vano, “Itu teman aku sayang,ceritanya panjang,bagaimana kalau aku jelaskan di hotel nanti,sekarang kita harus mencari teman-teman aku,lagian hotelnya juga dekat lagi…” seru Kala menarik lengan Vano,dan hampir saja Kala ingin menabrak tiang dan langsung di tarik oleh Vano,Kala melepaskan pelukan Vano dan mencium Vano tanda Terimakasih,namun kali ini salah,Vano malah menarik Kala kembali dan menciumnya di jalan itu,Kala terkejut dan ingin melepaskan,namun Vano tidak melepaskan.


“Ini Korea bukan Indonesia,aku bakal menghukum kamu di hotel nanti…” seru Vano kembali tersenyum melihat wajah Kala saat mendengar ucapan Vano,Kala mengelak.


“Vano,aku hari ini akan tidur dikamar Dela dan Sisil van,..” tolak Kala dan memohon kepada Vano,namun vano tidak mau,karena ia tidak bisa tidur tanpa Kala.


“Lalu aku bagaimana….” Tanya Vano


“Ya,kita bisa telponan sebelum tidur sayang…” seru Kala,namun jawaban vano membuat Kala terkekeh.


“Tidak mau,itu aktivitas orang yang pacaran.” Tolak Vano.


****


“Kala memang sudah menikah dan beruntung bisa mendapatkan suami yang gtg,baik,pintar,ya begitu juga sebaliknya.” Jawab Sisil meminum Coffenya.


“Hmm,baiklah.” Jawab Raka tersenyum melirik Kearah Sisil,yang wajahnya tampak merah karena kedinginan.


Mereka menyudahi pertemuan mereka di Cafe itu,namun Raka memaksa untuk mengantar mereka pulang ke hotel,namun ditolak oleh Sisil,tapi berbeda dengan Dela,dia malah sudah masuk duluan untuk diantar ke hotel,sikap Dela membuat Sisil geleng-geleng kepala,mau tak mau Sisil juga ikut masuk dan membuak pintu belakang,tapi sudah di kunci oleh Dela kedua-duanya.


“Dela bangsat,gila…” umpat Sisil membuka pintu depan dan duduk di samping Raka.


Raka mengantar mereka sampai Lobby hotel,dan saat keluar dari mobil Raka,mereka berpapasan dengan Vano dan Kala yang baru saja kembali jalan-jalan.Lagi-lagi Raka bertemu dengan Kala dan Vano.


“Kalian kenapa bisa bersama dengan Raka….” Tanya Kala heran dan melihat rambut Sisil yang sudah berantakan,mungkin karena angin.


“Ya,bisa-bisa aja,kalau lo mau teorinya,begini,lo jalan sendirian terus lo pura-pura bego di tengah jalan,ntr ada mobil yang mengerem mendadak dan pria ganteng akan keluar menawarkan minum coffe hangat,lalu menawarkan untuk di antar pulang…” jawab Dela tersenyum lalu Meninggalakn Kala,Sisil,Vano,dan Raka.


“Ih,wanita gila…”umpat Sisil melirik Kearah Raka dan BerterimaKasih,lalu Raka berpamitan untuk pulang dengan Sisil,Kala,Vano.