Merried With You

Merried With You
Jkt-Korea.



“Apa,nggak mungkin dong kita satu kamar Vano,jangan aneh-aneh dong,ntr mahasiswa lain bisa bilang apa,lagian kita juga satu hotel,kamu juga bisa lihatkan aku….”tolak Kala yang sedang mengeringkan rambutnya,dan Vano yang telah selesai berpakaian rapi atau bebas.


Vano mendekati Kala,dan mengatakan… “Apa perlu kita beda pesawat dengan mereka dan beda hotel juga,supaya aku bisa tidur dengan kamu…” ucap Vano merubah raut mukanya dengan murung.


“Jangan,jangan aneh-aneh Vano,aku gamau,sekarang buruan deh,ntar kita telat ke bandara,sedangkan semua dosen menunggu di bandara..” ucap Kala Buru-Buru mengambil kopernya dan diikuti oleh Vano.


“Ayolah Kal,kamu tega aku tidur sendirian,kamu tidur dikamar aku saja ya,ntr kalo kamu sakit gimana,nggak ada yang hangatin lagi…” ucap Vano masih memohon.


Kala terkekeh tertawa,lalu menjawab omongan Vano. “Ya kalau aku sakit,aku bisa ke kamar kamu dong,eh kita beda mobil saja oke…” ucap Kala semakin membuat Vano gila.


“Gabisa.” Tolak Vano menarik pinggang Kala kelu berjalan berdua keluar rumah.Kala tertawa melihat tingkah lucu Vano.


Dan lagi,Kala sudah meminta Dela dan Sisil untuk menunggu dirinya di depan Lobby bandara,begitu juga dengan Vano,tanpa disadari,Dela yang awal menunggu Kala,dan datang lah Diko yang memakai kaca mata hitam dan topinya,Dela terlihat sangat tidak memperdulikan Diko.


“Dela…” panggil Diko melirik Kearah Dela,yang pakaian nya terlihat sangat simpel.Dela menoleh,dan menjawab panggilan Diko.


“Ya ada apa pak…” tanya Dela melihat Kearah Diko.


Diko melangkah mendekati Dela,dan. “Sudah aku katakan,jangan panggil bapak ketika diluar atau kita berdua…” Ujur Diko,namun Dela tidak mendengarkan ucapan Diko,dia malah menyusul Sisil yang baru tiba.


“Kenapa lo dengan si pak Diko disana,lo janjian ya…” ucap Sisil mencandai Dela.


“Tu Kala datang,gila demage nya turun dari mobil sama pak Vano seperti suami istri ya…” Ujur Sisil tekagum melihat kecantikan Kala.


“Memang sudah suami istri ba*gsat.” Ucap Dela mengumpat.


“Lo nunggu disini sama Dela dan Sisil ya….” Tanya Vano sambil mendorong kopernya.


“Hmm…tapi dia malah pergi Ninggalin Gue,.” Jawab Diko mengeluh,dan mereka masuk bersamaan,sambil mendorong kopernya Masing-Masing.Sebelum berangkat semua mahasiswa berfoto bersama,dimana Vano tepat berdiri dibelakang Kala dan Diko berdiri dibelakang Dela.


Foto dengan tema bebas,Vano meletakan dua jari kelinci di atas kepala Kala,membuat orang yang melihatnya ada yang iri dan ada yang ketawa melihat tingkah Vano rupanya terlihat jahil kepada mahasiswa.Kala melirik Kearah Vano tatapan tajam.


Vano hanya membalas dengan senyuman,dan mengedipkan matanya Kearah Kala.


Pesawat mereka berangkat,semua telah duduk di bangkunya Masing-Masing,mereka pergi dengan banyak pesawat.Kala dan temannya berada di pesawat yang sama,Vano sengaja Memilih untuk berada di pesawat yang smaa dengan Kala dan temannya begitu juga dengan Diko.


“Kenapa harus smaa sih pesawat kita,ntr yang lain bisa curiga Vano….” Tegur Kala melirik Kearah Vano yang duduk disebalhnya.


“Ya lagian aku nggak bisa kalau nggak tidur Disamping kamu,udah deh,tunggu disini…” ucap Vano mengelus kepala Kala dan berdiri dari tempat duduk di pesawat.Kala yang sudah berfirasat aneh,dia menghentikan Vano yang ingin melakukan sesuatu.Kala menarik lengan Vano untuk duduk kembali.