
“Crazy,kita kali ini menghabiskan banyak uang,And ya tetap bersyukur di beri rezeki yang melimpah dari Allah,dan Terimakasih juga Vio,lo udah belikan anak Gue hadiah,padahal belum lahir ya…” ucap Kala yang duduk di kursi roda.
“Macam,sama orang lain aja anak satu ni,..” jawab Vio kepada Kala.
“Anyway,anak lo bakal lahir saat tahun baru lo Kal,omg,dirayakan oleh seluruh dunia….” Seru Dela memikirkan betapa menyenangkan anak Inj besok di kemudian hari.
“Dan lagi,kalau di pikir-pikir,anak lo bakal banyak yang naksir,because,emak sama bapak nya aja sudah kaya raya,bapaknya pemilik kampus dan juga sudah beralih ke CEO dikarenakan istrinya sudah tamat dari kampus,dia juga memutuskan untuk pensiun sebelum waktunya,dan dia bakal omg….” Guman Dela terus menerus tanpa henti,membuat Kala dan Vio yang dengar hanya merasa kawan nya sudah mulai gila.
“Omg,pemikiran. Lo sangat luas semenjak lulus ini ya,sehat nona Dela,anda keterima jadi hakim utama…” seru Kala tersenyum berbalik kepala.
“Dih”mentang-mentang kalian jurusan hukum,dan sedang mengajukan surat masuk ke suatu tempat,gaya nya berlagak sombong….” Ucap Vio bergantian mendorong Kala dengan Dela.
“Udah deh,dari pada kita terus mutar-mutar mall,mending kita ke suatu tempat melihat properti …” ajak Vio sama teman-teman nya.
“Boleh juga tu….” Ucap Dela.
****
”Hallo,senang berjumpa dengan tiga wanita cantik ini,sudah lama tidak melihat perkembangan wilayah ini mbak…” sapa pengurus tempat properti.
“Nothing,semuanya berjalan dengan lancar,saat orang pada tau siapa pemilik wilayah ini,dan kegaduhan tidak ada terjadi lagi,sebab,sewaktu-waktu mbak Sisil pernah berkunjung kemari untuk melihat perkembangan wilayah ini…” jawab pengurus sambil tersenyum.
“Bagus kalau begitu pak,sebab,Kedepan nya kami bakal jarang sangat untuk melihat wilayah ini,dan kalau ada kekurangan hubungin antara kami ya pak…” seru Kala,tersenyum ramah.
“Siap,mbak Kala,saya sudah berjanji sepenuh hati bakal mengurus wilayah ini dengan baik,dan ditempati oleh orang-orang yang baik.” jawab pengurus.
“Pak,jadi begini,karena kami bakal sangat jarang kemari,bagaimana kalau bapak juga membuat tempat bapak disini,and ya,bapak bisa bawa keluarga kecil bapak untuk tinggal menempati dan menyaksikan keindahan dimalam hari saat tinggal disini…” ucap Vio,karena ia akan tau,mereka akan jarang kemari untuk memantau wilayah mereka ini.
“Haduh mbak,jangan begitu,rumah yang mbak-mbak belikan untuk saya saja sudah sangat cukup,tidak perlu saya untuk tinggal disini bersma orang-orang disini mbak.” Tolak Pengurus dengan segan hati.
“Haduh,udah deh pak,rumah yang bapak tempati itu,bakal di gusur ulang untuk membuat kos-kos’an pak,dan bapak juga bisa mengurus nya…” jawab Dela meneguk air minum yang telah di sajikan.
“Ya ampun,ini terlalu mewah untuk saya tempati mbak,saya merasa tidak cocok untuk tinggal di perumahan dengan pemandangan yang indah di malam hari…” ucap pengurus masih menolak.
“Gpp pak,kami juga sudah menghubungi pihak keluarga bapak,bakal pindah ke perumahan ini…” seru Vio.