
Sinar matahari menembus kain gorden rumah sakit,Kala sedari tadi sudah bangun,ia tidak membangunkan Vano,because Vano menjaga Syeqil tengah malam,dan ia meminta Kala untuk tidur,sekarang gantian Kala sudah selesai mandi begitu juga bayinya,Kala mengimang-ngimang anaknya,dia juga mengajak putranya berbicara,selalu mencium tak henti ke pipi Syeqil.
“Omg,yang semalam ini masih ada diperut mama,sekarang ada di dunia ini,kenapa bisa sihh….” Ujur Kala memasangkan baju kan Syeqil.
Syeqil menatap mata Kala,ia tidak menangis saat di mandikan,''Mama masih belum nyangka kamu ada di dekapan mama,ya ampun,mama bakal berikan apa yang kamu mau,asal tau menfaatnya,sekarang kita lihat pemandangan luar rumah sakit….'' Ujur Kala menggendong anaknya lalu membuka tirai ruang sakit.
“Syeqil,lihat nak,ini dunia,dunia yang indah dimasa-masa kamu saat kecil,dan saat kamu sudah beranjak dewasa kamu akan tau dunia ini seperti apa,But mama yakin,Papa gabakal ngebiarin kamu rasakan jahatnya dunia,right….” Ucap Kala,lalu pintu kamar terbuka,terlihat mama dan Papa Vano datang,mereka pagi-pagi sudsh tiba,dan membawa serapan untuk Kala
“Kamu sarapan saja,Syeqil biar Papa yang gendong….” Perintah Mama Vano dan mengambil Syeqil dari tangan Kala
“Lah,lah,tadi mana kata,Syeqil Papa yang gendong,Yaudah sini biar Papa yang gendong….” Protes Papa Vano ingin mengambil Syeqil.
Kala hanya menatap kedua mertuanya,yang mencintai cucunya begitu seperti anak kandung mereka sendiri,Kala memakan sarapan yang dibawakan oleh mertuanya.
“Udah deh pa,mending Papa bangunkan anak Papa itu,suruh mandi deh,dan suruh bereskan barang-barang….” Ucap Mama Vano kepada Suaminya.
Kala menghentikan,''Pa,biarkan Vano tidur dulu pa,Vano nya tadi malam bgdg jaga Syeqil,sedangkan aku tidur,ntr Kala saja yang bangunkan pa,ma…''Ucap Kala kepada mertuany.
“Ma,Dela mana mam….” Tanya Kala tidak melihat Dela ikut bersama mereka.
“Dela ada diluar sayang,ia tadi sedang menelepon,dan ya,papa nya juga jenguk kamu lo…” jawab Mama Vano
Kala mendekat kepada Vano,lalu Membisikan..''Sayang,bangun,orang banyak datang,ada kedua orangtua Dela juga lo,kamu lanjutin tidurnya dirumah mama aja ya….'' Bisik Kala lalu mencium pipi Vano dan kembali berdiri.
****
”Ini seriusan,kado Syeqil dari orang-orang sebanyak ini….” Guman Kala sambil menggendong Syeqil dan di belakangnya ada Vano yang membawa tas Kala.
“Ini juga ada dari rekan-rekan bisnis Papa dan Mama…” seru papa Vano ingin menggendong Syeqil untuk Menunjukan kamarnya yang di singapore.
“You See,this is for you….” Ucap Kakek kepada Syeqil menggendong Syeqil,sedangkan yang lain sibuk berberes.
Saat sedang beres-beres,Vio datang bersama yang lain,membawa banyak kado…Kala makin puyeng,Vio benar-benar membelikan semuanya yang bersangkutan dengan bayi laki-laki,begitu juga Sisil.
“Ini masih di singapore,belum di Jakarta…”batin Kala namun ia BerterimaKasih kepada mereka yang memberi dan kepada Tuhan YME.
“Gue mau gendong anak lo,dimana dia….” Tanya Vio berdiri dan mencari keberadaan Syeqil.
“Humm,om,gimana kalau kita gantian gendong Syeqil om,kan Vio juga tante nya om,boleh ya om….” Ucap Vio membujuk Papa Vano,papa dan mama Vano tertawa dengar ucapan Vio,mereka memberikan Syeqil ke tangan Vio.