Merried With You

Merried With You
Vano Menginap.



“G*la pak Vano orangnya nekatan rupanya,dan juga banyak bicara kalau disini,tapi kalau di kampus malah cuek banget…” batin Dela dan Sisil.


“Pak Vano…” sontak Kala duduk Disamping Vano.


“Apa Kala….” Tanya Vano bangkit dari kursi menuju ruang tv.


“Bik,Vano gpp kn nginap disini untuk jaga Bibik dan mereka….” Tanya Vano kepada Bibik yang tengah asik ngepel sambil mendengarkan mereka berdebat.


“Ya gpp tuan Vano.” Jawab Bibik tersenyum.


Bibik membersihkan kamar tamu untuk Vano istirahat.


Dan Kala,Dela,Sisil sudah dikamar.Dela dan Sisil sudsh tidur duluan karena mereka sangat cepat ngantuk,sedangkan Kala masih belum bisa tertidur,Kala turun Kebawah dekat Taman,Kala melihat langit sambil tersenyum.


“Pa,ma.Kalau memang benar Pak Vano,eh Vano adalah orang yang tepat untuk aku,aku bakal mencoba buka hati untuk Vano Ma,Pa.Semoga dengan ini Mama dan Papa bisa bahagia ya,tapi ma,Kala nggak bisa Ninggalin rumah ini saat Kala sudah nikah Nantik ma,Mama tolong masuk Kedalam mimpi Vano ya,supaya tetap milih tinggal disini.Soalnya Vano termasuk orang yang always bikin kesal ma,pa.” Ucap Kala menatap langit tapi kala tidak tau dibelakang nya sudah ada Vano.


Vano duduk di sebelah Kala dan memotong curahan hati Kala.


“Tan,Om.Sepertinya yang di omongkan Kala hanya bohong belaka,jangan percaya,lihat saja,tubuh Kala terlihat kurus,wajah yang pucat dan tidak secantik yang tante dan Om yang ceritakan.” Ucap Vano menatap langit.


“Pak Vano…” Ujur kala kesal.


“Lah kok pak lagi sih,tiba aja curhat sama tante dan om,nyebutnya Vano,kenapa malu ya…” ejek Vano.


“Kenapa sih pak Vano nggak di kampus nggak di luar always bikin kesal.Pantasan nggak ada yang suka sama pak Vano.” Ucap Kala asal.


Vano tertawa.


“Ya ampun Kala Syeikila,kamu tidak lihat mahasiswa yang tergila-gila dengan saya,walaupun wajah saya di kampus terlihat jutek.” Jawab Vano tersenyum.


“Itu hanya pura-pura pak Vano…” Ucap Kala.


Vano mengalihkan pembicaran.


“Kenapa nggak tidur Kal….” Tanya Vano menyandarkan tubuhnya di bangku kayu.


“Ya harus ngantuk Kala,bisa telat pergi ke kampus…” Ucap Vano.


“Ya ampun ni pak Vano kalau diluar kampus kenapa ganteng banget sih,eh tapi di kampus juga ganteng…” batin Kala menatap Vano.


“Kenapa melihat saya segitunya….” Tanya Vano membuat kala salting.


“Ahh,mungkin sebentar lagi mata ini akan mengantuk.” Jawab Kala.


“Kal,jangan sedih-sedih lagi ya,aku nggak bisa lihat calon istri aku sedih apalagi Disaat pernikahan Nantik,kamu bisa anggap orang tua aku,orang tua kamu juga.” Ucap Vano lirih


“Saya usahakan ya pak Vano,saya kembali ke kamar dulu,jangan lama-lama di luar pak,bisa sakit,Nantik mahasiswa yang tergila-gila dengan bapak bisa stres nggak ada bapak….” Ucap Kala bangkit sembari tersenyum.


Vano tersenyum mendengar ucapan Kala,Vano melihat kebelakang,langkah kaki Kala semakin jauh dan tak terlihat.


......................


...Pagi hari cerah,Dela,Kala,Sisil telat kampus,mereka berebut kamar mandi,Kala melihat ke luar,tidak ada Vano,Kala Kekamar mama nya untuk mandi sedangkan Dela dan Sisil berebut kamar mandi.Mereka kali ini memang benar-benar telat satu jam setengah.Saat semua telah siap,mereka bersiap-siap untuk berangkat,namun Bibik telah menyiapkan tiga kotak nasi untuk ketiga wanita yang teledor itu.Bibik memberi satu persatu kotak bekal tersebut....


Dela,Kala,Sisil sedang dalam perjalanan.Dela kali ini memang benar-benar takut kena hukum lagi karena Nyokap dan bokapnya sudah tau prilaku Mereka bertiga di kampus.Sehingga membuat Dela kena ceramah.


“Kal,lo punya nomor pak Vano kan,buruan kirim pesan ke pak Vano,bilang kalau kita masuk telat karena ban bocor buruan b*go…” perintah Dela khawatir,namun berbeda dengan Sisil,dia malah asik tidur di belakang.


“Ih jangan Gue,lo aja,nih Gue kasih nomor pak Vano…” tolak Kala,ingin memberi nomor Vano.


“Eh Kala b*go,itu calon suami lo bukan calon suami Gue,buruan telpon atau kirim pesan Kala.” Perintah Dela lagi.


Kala mau tak mau harus menghubungi Vano,Vano melihat ponselnya berdering saat ngajar,Vano masih menyuekin telpon tersebut,tapi ponsel nya masih berbunyi,Vano izin keluar,dan mengangkat telpon dari kala.


“Pak Vano,saja kami telat bangun,kami telat datang di pelajaran anda,maaf kan kami pak Vano,kali ini jangan hukum ya pak Vano….” Ucap kala ragu-ragu.


“Tidak ada,kalian harus masuk pelajaran saya,saya tunggu 10 menit lagi,kalau tidak hukuman menanti kalian di lapangan samping.” Jawab Vano ketus dan mematikan telpon.


“S*al.” Umpat Kala.