
“So handsome….” Puji Gala berhentikan gendong dengan Vio.
“Yess,very handsome…” Ujur Vio lagi.
“Kal,Gue bawa nginap satu hari ya di apart….” Ucap Vio ngasal…lalu Kala langsung tidak memperbolehkan.
“you can wait when he is five or six years old….” Anjur Kala tertawa.
“Enak aja,anak Gue di bawa nginap segala,enggak…” ucap Vano kesal.
“Just kidding bro…” jawab Vio.
“Gue mau ke kantor dulu,ada yang ingin Gue urus….” Ucap Diko pamit kepada semuanya lalu Buru-Buru.
Dela melihat Diko Buru-Buru ia menyusul lalu memanggil Diko.''Lo ada masalah di kantor….'' Tanya Dela berjalan Kearah Diko.
“No,i don’t Have problem at office,Just meeting mendadak,yeah…” ucap Diko lalu masuk Kedalam mobil nya dan mengklakson Dela lalu melajukan mobilnya.
“Ok,i believe in you…” Guman Dela masuk Kedalam rumah dan ikut nimbrung pembicaran.
“So,when are you coming back to Jakarta….” Tanya Sisil sama semuanya.
“Maybe one more week….”jawab Vano.
“Ok,kita akan sama-sama pulang ke Jakarta,supaya Gue g kesepian saat tiba di Jakarta…” ucap Sisil tersenyum.
“Dih,kenapa lo harus ikut-ikut kami egok….” Umpat Dela melempar baju bayi.
“Lah,serah Gue dong….” Jawab Sisil mengejek.
“Dih,mulai songong lo ya….” Balas Dela ingin melempar lagi,namun di tahan Kala.
“Lempar yang lain,don’t dress my baby…” Ucap Kala tersenyum mengejek.
“Udah deh,mending lo pada diam,raja Gue tidur….” Perintah Vio beranjak berdiri lalu Memasukan Syeqil ke dalam kasur nya,dan kembali ke yang lain.
****
”Ok,i Know,But,But WHY DID IT HAPPEN….” Tanya Diko menahan amarah.
“I kurang tau boss,I only got information from Jakarta people that we can't plant seeds there, because people from other countries have paid many times over….” Jawab asisten Diko tertunduk.
Asisten Diko keluar,namun ia terkejut melihat orang penting datang,ke kantor boss nya,''Sorry I'm presumptuous to go up to your boss's room…'' ucap Dela.
“No,it's okay, please come in, boss it's free again…” ucap asisten lalu membukan pintu dan menutup nya kembali dan memastikan tidak ada yang boleh masuk Kedalam ruangan itu,kecuali boss sendiri yang meminta mereka masuk.
“Dik….” Panggil Dela berdiam masih dekat pintu,Diko terkejut melihat Dela sudsh tiba di kantornya.
“Del,What are you doing here….” Tanya Diko bangkit dari kursi dan meminta Dela duduk.
“Ada hal penting yang harus aku bicarakan….” Ucap Dela sedikit mundr dari Diko.
“Yeah,you can talk anything….” Jawab Diko melihat raut wajah Dela terlihat tidak fresh.
“Waittt…you’re sick….” Tanya Diko
“No,don't worry about my face…” jawab Dela.
“Ok…” jawab Diko.
“Dik,sebelumnya aku minta maaf,karena telah mengambil alih tanah kamu di Jakarta,I apologize,aku mengatas nama kan orang asing,padahal itu adalah aku,sorry dik….” Ucap Dela langsung The point.
“Del,What do you say….” Ucap Diko bangkit dari bangku.
“Aku benar-benar minta maaf,sewaktu itu aku tidak berpikir panjang,aku hanya ingin kamu tidak kembali ke Jakarta,dik sorry….” Jawab Dela mendekati Diko.
“DELA,why are you, why del, I'm not the same as before, I'm going to build that building so I can meet you….” Ucap Diko menahan emosi.
“Kenapa kamu selalu membuat aku emosi Dela,Why….” Bentak Diko terhadap Dela.
“Kenapa kamu tidak ingin aku kembali ke Jakarta,kenapa….” Tanya Diko mendekati Dela.
“Because,aku gamau kamu merasakan sedih yang sangat-sangat sedih….” Jawab Dela melepaskan tangan Diko.
“Del,kasih penjelasan yang benar-benar membuat aku gabakal ada niat untuk kembali netap di Jakarta.” Ucap Diko mulai menurunkan nada nya.
“Aku gamau kamu sedih saat aku sudah tidak ada lagi,maka dari itu aku membeli saham kamu yang ada di Jakarta dIKO…” ucap Dela.