
“Maaf ego aku terlalu besar untuk menahan kamu di sisi aku,sedangkan kamu,semakin melupakan aku…”seru Diko berjalan ke arah Dela,Dela melirik lurus Kedepan tidak menatap Diko saat berbicara.
“Kali ini aku benar-benar akan melepaskan kamu,dan membiarkan kamu bersama orang lain,aku menganggap kamu,perempuan terakhir aku dalam hidup ini…” ucap Diko menggapai tangan Dela untuk di genggam,saat Dela ingin melepaskan,Diko menahan nya sebentar,karena ia rasa tangan Dela sangat dingin,tidak seperti biasanya.
“Bagus kalau kamu sudah bisa berpikir sehat,aku mau masuk dulu…”jawab Dela melepaskan tangan nya dan melanjutkan jalan nya.
“DELA….” Teriak Diko di luar hotel
“Gila,ni orang kenapa lagi sih…” Guman Dela berbalik arah.
“Mari menjalin hubungan pertemanan yang baik…” ucap Diko dari kejauhan.
Dela tersenyum mendengar permintaan pertemanan Diko,Dela hanya membalas dengan anggukan lalu masuk Kedalam hotel dan menuju kamar nya.
***
Jam 7 pagi mereka sudah berada di Lobby semuanya,RakaxSisil,VanoxKala,VioxDiko,dan hanya sisa satu lagi,Dela.
Kala ingin menelepon Dela,namun pintu lift terbuka,terlihat wajah Dela yang baru selesai mandi karena ia telat bangun,ia buru-buru,dan memanjat dirinya jatuh.
”awwww…”lirih Dela kesakitan,melihat Dela jatuh,semuanya ingin membantu,namun terlambat dengan Diko,ia berlari dan mendirikan Dela,ia juga membersihkan tubuh Dela.
“Thank’s…” ucap Dela berjalan Kearah teman-teman nya.
Semua terbenong melihat respon Dela saat Diko yang membantu dirinya.
“Lo lagi enggak sakit kan del….” Lirih Kala
“Enggak lah gila ni orang…” jawab Dela
“Tujuan berubah,karena lo dan Vio tidak ada pasangan,lo dan Vio akan bersatu bersama Diko di mobil nya,sedangkan kami akan berpasang-pasangan kemana kami mau.” Ujur Sisil tersenyum hangat sambil memeluk lengan Raka.
Dela terkejut dengan perubahan itu,namun ia tidak ambil pusing,Dela menerima kalau ia akan semobil dengan Diko dan Vio.
****
Beach.
“Gue bakal nunggu kalian disini,so,karena kalian berdua bermusuhan,maka berpencar lah,ingat Gue nunggu disini…” ucap Diko sok tau tentang kedua sahabt dekat ini.
Dela dan Vio malah ngakak,mereka berpura-pura berpencar,namun tetap menuju di titik yang sama,dimana Dela menunggu di tepi pantai,melihat ombak yang berpacu sampai di ujung pasir,Vio mengagetkan Dela dengan mencium pipi Dela,bukan nya malah senang,Dela menghapus bekas cium itu.
“Bngst lo,jarang-jarang Gue nyium lo…” protes Vio ikut duduk di pasir pantai.
Saat ombak lagi bergelombang dengan tenang,namun 3 menit Kedepan ombak mulia berpacu menuju ke ujung pasir pantai,saat ombak sudah mau dekat dengan diri mereka,mereka ingin berlari namun sudah di basahkan oleh air pantai,Dela dan Vio tertawa karena hal ini.
Tak lama dari itu,hujan mulai turun,Dela melirik ke atas langit,melihat air hujan turun.
Saat Vio ingin berlari untuk meneduh,tangan Dela menghentikan langkahnya,Dela menarik Vio menari berputar-putar di dekat pantai,sambil bermain hujan.
“Del,delaaaa,Gue sudah mandi tau,malah lo ajak mandi hujan lagi….”pekik Vio saat diri mereka sudah basah.
Dela bersorak sekuat mungkin,bernyanyi bersuka ria,ia terus memutar tubuh Vio,supaya Vio mau ikut bernari,karena melihat Dela senang,Vio ikut menari,dan tertawa,mereka berlari di pasir pantai dan dapat hampuran ombak,dan ada seseorang yang memotret kejadian itu,seakan mengcandid kejadian itu.