Merried With You

Merried With You
Berlian.



“Ini benaran lo mau antar kami….”tanya Vio.


“Yah benar,lihat aja lo pada sudah masuk mobil Gue sekarang ini,jangan bego…” Ujur Diko menjalankan mobilnya.


*Rumh Sisil.


Sisil mengirim pesan ke Raka,kalau ia akan kerumah Kala,menyusul yang lain.”Sayang,aku akan ke rumah Kala,jangan pulang larut malam…” pesan Sisil lalu menutup pintu rumah,dan ia di antar oleh sopirnya.


Tiba-tiba ponsel Sisil berbunyi.


“Ya sayang…” jawab Sisil.


“Kamu perginya enggak sendiri kan,sama sopir kan sayang….” Tanya Raka tanpa titik koma.


“Iyah,aku di antar sopir kok,aman…” jawab Sisil


“Jangan capek-capek sayang,kalau merasa tubuh kamu ada panas sedikit maka pulang langsung ya,kabari aku juga Ok…” ucap Raka


“Iyah sayang,kamu lanjutin meeting dulu,jangan lupa makan siang Ok…” ucap Sisil dan mematikan telepon.


**Kantor Vano.


“Pak,ada tamu yang ingin bertemu….” Ujur asisten Vano,dan Vano meminta tamu itu untuk masuk.


“Hey bro….”sapa Diko duduk di depan Vano.


“Kenapa lo ada disini,bukan nya lo bakal urus saham lo….” Tanya Vano berhenti menatap laptopnya.


“Itu sudah di urus,lagian cuman memindahkan nama saja,nggak terlalu ribet-ribet.” Jawab Diko.


“Lo udah makan siang belum,kalau belum mari kita makan diluar….”Vano.


“Gue baru selesai makan,ntran aja deh…” tolak Diko,sambil memegang perutnya.


“Lo masak….”tanya Vano histeris.


“Enggk,Gue makan dirumah DELA….” Jawab Diko tersenyum.


“Sejak kapan dia memberi lo izin untuk sarapan di rumah nya….”tanya Vano lagi.


Suara ketokan pintu ruangan,terlihat wanita berbaju hitam putih,mengantarkan cemilan dan minuman ke ruangan Vano.


Ia meletakan Dimeja Vano,lalu keluar lagi.


“Sejak kapan lo memberi celah anak magang,wanita di kantor ini….”tanya Diko duduk dan mencolek cemilan itu.


“Sejak,istri Gue yang mengatur semuanya.” Jawab Vano bangkit dan duduk di samping Diko lalu memakan cemilan tersebut.


“Kok,Gue pengen punya istri sih jadinya,apa mau Dela masih sama Gue….” Guman Diko,menelan makanan nya.


“Mencoba sekali lagi tidak apa….” Ujur Vano.


“Kalau dia menolak Gue bagaimana….” Tanya Diko lagi…


“Woww,sejak kapan lo memikirkan itu,wah benar-benar sudah berubah,Yah lo tinggal mencoba lagi sampai dia menerima…” jawab Vano sekalian mengejek.


“Baiklah,kalau gitu ntr malam Gue akan melamar dia….” Guman Diko.


“Lo bisa panggilkan toko berlian ke kantor lo bukan….” Tanya Diko lagi.


“Hmmm.”


“Panggil sekarang,Gue kali ini benar-benar serius,kalau dia menolak Gue,maka Gue yakinkan Gue bakal tidak akan Menggangu dia lagi,tapi tetap menjaga dia dari kejauhan.” Ujur Diko bersemangat.


Vano meminta asisten nya untuk membawa cincin berlian keruangan nya.


Hanya menunggu 1 jam,orang suruhan toko datang,membawa banyak berlian,ruangan Vano di tutup rapat,kedap suara di aktifkan,lalu Diko mencari apa yang akan cocok dengan tangan Della.


Vano pun juga begitu,ia melihat banyak yang bagus,ia membelikan untuk istrinya juga sebagai Hadia.


“Lo,mah kenapa beli juga,lo jangan beli deh,besok-besok aja….”larang Diko.


“Dih,lo siapa….”jawab Vano,mengambil gelang yang simpel,dan dia meminta orang tersbsut membungkus gelang tersebut.


Diko sudah menemukan cincin yang ingin ia beli,ia membeli sepaket,dan mereka berdua sudah membayar berlian itu,via tf.