Merried With You

Merried With You
Rich Aunty.



“Aku bakal telpon kalau aku sudah sampai,right…” ucap Kala mencium Vano Didalam mobil dan keluar dari mobil menuju masuk Kedalam rumh Dela.


“Omooo,ini perut sudah semakin membesar dan akan melahirkan ponakan pertama buat kita-kita…” seru Vio menyambut Kala dan memeluk hangat diri Kala.


“Pande banget…” balas Kala mentoel kepala Kala..


“Kenapa lo enggak bilang kalau lo punya pasangan di Amerika,dasar sialan…” ucap Kala duduk di sofa sambil menunggu Dela turun dari kamar nya.


“Yah,biasa aja sih mahmud,kenapa marah begitu,kali ini Gue bakal membelikan calon ponakan Gue yang Gue suka,Gue bakal kembali saat dia akan lahir…” seru Vio sambil berbicara santai,dan membuka ponselnya dan mencoba menghubungi BF nya.


“Hey baby,how were you there while I was in Indonesia baby…” tanya Vio vc bersama pacar nya,yang sedang ada di Amerika.


“I am a little depressed, because I always meet you here, and you always take care of me when you are here, but I am a little relieved to hear that you are fine and will return to America…” jawab pacar Vio.


“Really,right,You remember, don't you, the three people I always tell you about, and I'm now with them….” Ucap Vio menghadapkan ponselnya ke muka Kala yang sedang mengumpat pakai bahasa Indonesia.


“H-Hey,i’m Kala…” sapa Kala dengan muka yang sangat aneh melihat tampang bf Vio.


“Eh,muka cowok lo kok banyak jenggotnya sih,apa jangan-jangan lo pacaran sama orang yang sudah ber’istri ya…” umpat Kala dengan suara yang lantang,seakan-akan bf Vio tidak mengerti bahasa mereka.


Vio ketawa ngakak dengan ucapan Kala,begitu juga dengan Pacar Vio,ia juga ikut tertawa mendengar umpatan Kala,karena ia juga orang yang berasal dari Indonesia namun sudah lama di Amerika karena melanjutkan kuliah nya saat itu,namun kini sudah menjadi salah satu ceo di Perusahan terkenal di Amerika.


“Tidak,saya belum ber’istri,kalau saya mencukur jenggot saya,orang-orang di Amerika bakal jatuh cinta ke saya…” jawab pacar Vio masih lucu dengan ucapan Kala.


Kala terkejut dengan balasan cowok Vio,ia terkejut karena pacar Vio bisa berbahasa Indonesia,raut wajah Kala langsung berubah drastis,namun sedari tadi,Dela sudah turun,ia pun ikut tertawa karena tingkah Kala.


“Mampus lo kena juga sama seperti Gue,Gue awalnya begitu juga kepada si Gala…” ucap Dela menyebut nama pacar Vio.(Gala)


“So-maaf,aku memang sepeti itu,jangan ambil hati,ambil sjaa hati Vio untuk di goreng tiba disana…” seru Kala kaku mengembalikan ponsel ke tangan Vio.


“Baiklah,jangan pikirkan,Silahkan lanjutkan baby,Have fun sayang…” seru Gala kepada Vio.


“Thank’s you baby,aku tunggal dulu,bye…” jawab Vio mematikan vc nya dan ia dengan Dela tertawa melihat Kala.


“Dasar sialan lo pada….” Umpat Kala.


***


“Karena kita cuman bertiga Gue,pengen naik minicooper aja deh…” jawab Vio mengambil kunci mobil tersebut dan keluar,sambil menghidupkan mesin mobil.


***


pusat perbelanjaan.


“Gila,Gue sudah lama tidak ke mall Indonesia.” Seru Vio memasuki mall tersebut.


“Tidak perlu lebay,karyawan sini tidak akan ada yang mengenal lo lagi,karena lo sudah tidak terkenal di Indonesia…” sindir Kala memakai kursi roda nya dan di dorong oleh Vio.


“Jangan sampe Gue suruh lo dorong sendiri kursi roda lo ini….” Balas Vio mentoel kepala Kala.


“Wkwkwkw…” ketawa Dela.


“Mari kita lihat baju dulu,baru makan,dan habis itu kita baru beli oleh-oleh untuk pacar lo…” tekan Kala saat menyebut kata pacar.


Saat tengah melihat baju,ada kekacauan yang terjadi di dalam toko sehingga hampir saja membuat Kala terjatuh dan terdorong ke properti yang bersifat tajam,dan untung saja Dela dan Vio langsung menahan Kala supaya tidak terjatuh.


“An*g Gue kira tidak ada lagi kekacauan di mall sebesar ini,tapi pemikiran Gue salah…” protes Vio mencoba untuk menuju kasir membayar belanja Mareka dan Dela menjaga Kala di kursi roda.


Sudah selesai Vio membayar,ia kembali mendorong kursi roda Kala dan mencoba untuk keluar toko dan di lindungi dengan satpam penjaga toko disana,tapi tidak mempan.


“Eh aNjg,bisa menggir,bagi Gue dan teman-teman Gue keluar dulu,baru kalian lanjutin bertengkar,apa enggak malu bertengkar di mall sebesar ini…” ucap Vio emosi.


“Udah deh Vio,jangan ikut campur,Gue bisa jalan kok,jangan pakai acara di dorong,itu juga bisa membuat orang atau pengunjung marah…” ucap Kala kepada Vio yang sudah esmosi.


“Gila lo ya,lo itu hamil,ini enggak bisa di biarkan,del lo jaga Kala…” perintah Vio.


“Minggir,minggir,beri Gue dan teman Gue jalan…” teriak Vio,dan membuat mereka menghentikan pertengkaran mereka,namun ada salah satu pengunjung yang tidak senang.


“Lah,kok jalan-jalan bawa orang berpenyakitan sih…” singgung wanita tersebut.


“Eh wanita gila,itu bukan berpenyakitan,tapi tu orang lagi buncit egok,lo enggak lihat dia pakai kursi roda karena tu orang lagi BUNCIT…” bantah Vio berbalik arah melawan wanita itu.


Semua pengunjung menertawai wanita yang mengumpat itu…