
“Gue lapar banget,gimana kita ke kantin sesudah jam pelajaran buk nova ini…” ajak Kala menguap.
“Gue setuju banget,tapi sepertinya kita kok nggak diberi tugas sih,padahal seminggu lagi mau wisuda,jangan lupa kita wisuda pakai baju kebaya yang bagus dan selesai wisuda kita jalan-jalan…” ucap Sisil begitu semangat.
“Udahlah,palingan 3 hari mau wisuda Gue yakin banget tugas-tugas berdatangan…” jawab Dela mencoba mengecek ponselnya.Saat Dela membuka ponselnya,sang Papa nge Wa
*Papa Dela
Del,selesai kampus datang ke persidangan Mama dan Papa ya sayang,dan nantik kamu akan di tanya,sama siapa kamu akan tinggal…
Dela hanya melihat pesan itu,lalu meletakan kembali ponselnya,wajah Dela terlihat sangat tidak bersemangat.
”Kenapa Del….” Tanya Kala melihat wajah Dela yang berubah seketika.
“Nothing,udah jam makan siang nih,yuk kantin…” ajak Dela bangkit dari tempat duduk dan di ikuti oleh Kala dan Sisil.
Saat ingin masuk ke pintu kantin,ada geng Lala yang sedang ketawa dan bercerita,tapi Kala dan temannya hanya lewat dan mengabaikan mereka yang sedang berbicara tentang mereka.Saat masuk kepintu kantin,terlihat ada Vano dan Diko yang tengah main ponsel dan didepan mereka ada makanan yang tersaji.
Kala,Dela,Sisil Memilih meja yang jauh dari meja Vano,dan tiba pula Lala dan temannya,masuk ke kantin menebar pesona,mereka berhenti di meja Vano ingin mengumpamg untuk satu meja,tapi Vano malah menolak mentah-mentah.
“Masih banyak meja yang kosong,jangan Menggangu mood saya…” usir Vano tanpa melihat Lala.
Lala mulai memancing emosi mereka,dimulai dari Sisil,Sisil yang sudah berjanji tidak akan membuat masalah lagi,dia mencoba untuk menahan,apalagi ada Vano dan Diko di dalam kantin,dan giliran Dela.Dela yang mood nya sudah hancur dari kelas ditambah lagi di ganggu oleh Lala,Dela yang ingin berdiri langsung di tahan oleh Kala,Kala menahan Dela untuk tidak melakukan hak yang sama lagi,Dela mengepal tanganya hingga merah,Kala dan Sisil merasa aneh dengan sikap Dela hari ini,tapi mereka tetap menahan Dela.tak nyerah juga,akhirnya sasaran terakhir Kala.
Lala keluar dari tempat duduk,dan berjalan ke arah kantin makanan,dia membawa makanan yang ia inginkan,tapi tiba-tiba kaki Lala tersandung oleh teman nya Lala,dan tak itu juga,makanan yang di pegang Lala,adalah makanan yang sangat panas dan berkuah juga,yaitu bakso.
Kuah panas itu terkena tangan Kala,seketika Kala menjerit kesakitan dan kepanasan,tangan Kala langsung merah,Vano yang melihat itu langsung berdiri dan berjalan ke arah Kala,Vano memegang tangan Kala,melihat tangan Kala seperti berdarah,emosi Vano tiba-tiba meninggi.
“Balaskan Kala,balaskan….” Perintah Vano lirih melihat ke arah Lala.
Lala merasa aneh,kenapa tiba-tiba pak vano meminta untuk Kala membalas.Tanpa aba-aba dari Vano,Kala mengambil kuah bakso yang sudah di beri cabai dan masih panas juga.Kala menumpahkan ke baju Lala.Semua mahasiswa tercengang melihat sikap Kala,begitu juga dengan Vano,Dela,Sisil,Diko.
Vano hanya berpikir Kala akan membalas dengan menampar atau apa,tapi ini diluar ekspetasi dirinya,Kala sudah lelah menahan emosinya,selesai dari itu.Dia menarik kerah baju Lala supaya diri mereka mendekat.
“Gue peringatkan ke lo,mau diantara Gue atau lo yang di keluarkan dari kampus ini,Gue ha peduli,Gue bisa pindah kampus ke luar negeri sana,supaya tidak ketemu dengan wanita si*lan seperti lo…” ucap Kala melepaskan kerah baju Lala dan berjalan Kearah pintu di ikuti oleh Dela dan Sisil
Namun sebelum keluar dari kantin,Kala berbalik arah dan. “LALA,F*ck.”