
Pagi-pagi rumah Kala sudah ramai dengan keluarga kala dan keluarga Vano,Vano dan Kala duduk bersampingan,Vano memasangkan cincin yang telah mereka beli di mall semalam,Penghulu meminta Vano untuk mencium kening Kala dan Kala mencium tangan Vano,Kala terpaksa melakukan itu,namun saat vano mencium kening nya,jantung kala berdebar tak karuan,pemandangan itu di rekam dan di foto oleah sahabat nya kala,karena mereka sangat tau,kala tidak akan mau melakukan sesi foto.
Lamaran selesai dengan bahagia dan lancar,semua orang pulang kerumah Masing-Masing,hanya tinggal Kala dan Vano diruang tamu,yang lain sibuk berkumpul Ditaman belakang,Kala dan Vano sama-sama canggung,tidak tau mau bercerita tentang apa,namun kala yang sudah merasa risih dia bangkit dari kursi ingin naik ke kamar nya,namun suara Vano menghentikan langkah kakinya.
“Kala,kita sudah bertunangan,saya tau kamu tidak ingin orang kampus tentang pernikahan kita ini,Pernikahan akan di langsung 1 minggu lagi,dan saya harap saat kita berdua,panggil saya Vano jangan pak Vano,dan kamu sudah sah menjadi tunangan saya,jangan ada rahasia diantara kita saya tidak suka itu…” ucap Vano bangkit dan pergi keluar untuk pulang juga.
Kala masuk Kedalam kamar dan menghempaskan pintu kamarnya,dia terlihat sangat kesal,Kala menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
......................
Di kampus,kala duduk termenung di bangku Taman,dia bermenung sambil menunggu kedatangan temannya,Kala memikirkan kalau dia sebentar lagi akan menjadi istri,Wajah kala terlihat sangat kusam,namun datanglah Dela dan Sisil.Dela yang jahil,menjentik telinga kala karena pagi-pagi sudah melamun.
“Sakit b*g*.” Umpat Kala menggosok-gosok telinganya.
“Ya lagian lo pagi-pagi sudah melamun saja…” jawab Sisil duduk di samping kala dan membuka tas miliknya mengambil sesuatu yaitu ponselnya untuk memperlihatkan foto-foto tunangan kemarin.
Kala melihat foto-foto itu, “gila sih Gue terlihat cantik disini,dan pak Vano juga terlihat keren,tapi kenapa dia ngeselin banget ya…” batin kala bermenung kembali.
“Kal lo baru semalam aja tunangan udah Kebanyakn melamun,emang susah punya kawan g*l*…” ucap Dela.
“Sudah dong,tapi pak Vano hari ini tidak ada masuk kelas,kalian saja yang antar ke ruangan pak Vano,Gue titip aja…” ucap kala bangkit dari tempat duduk.
Mereka masuk kelas,namun berpapasan dengan Pak Diko dan pak Vano,kala hanya melewatkan kedua dosen itu,namun berbeda dengan Dela dan Sisil,mereka tersenyum ramah kepada kedua dosennya,supaya nilai mereka tidak buruk.
Diko masuk Kedalam kelas Kala dan teman nya,saat jam pelajaran Diko terus melirik ke arah kala dan teman-teman nya,namun bukan lirikan cinta,melainkan melirik bagaimana sikap kala sesudah menikah Nantik dengan Vano.
Kala merasa risih ditatap oleh Diko,kala angkat suara. “ pak kenapa sih lihat saya dan teman-teman saya,bapak suka salah satu dari kami…” ucap kala asal.
“Kala,dasar g*l*…” umpat Dela dan Sisil.
“Pak jangan dengarkan kala pak,dia lagi Datang bulan pak,makanya dia rada-rada emosi pak…” ucap Dela kepada pak Diko.Diko hanya membalas dengan senyuman.
“Baiklah,waktu ngajar saya sudah habis,kalian jangan lupa mengumpulkan tugas video kalian per kelompok…” ucap Diko mengingatkan kepada semua siswa.
Saat istirahat,kala And The geng,ingin mengantar tugas Keruang pak Vano,namun kala tidak ingin masuk,kala malah meminta Sisil untuk yang masuk tapi Sisil tidak mau dan malah menyuruh Dela untuk masuk,apalagi Dela,Dela malah mendorong kala untuk masuk dan menyerahkan tugas yang telat,kala masuk Kedalam ruangan Vano,tapi terkejut melihat ada pak Diko disana,Diko merasa ada yang ingin di bicarakan oleh kala,Diko keluar dan Meninggalakn mereka berdua,lebih terkejut nya Diko saat melihat kedua sahabat kala menguping didepan jendela.