
“Eh…si Kala ngirim kita pesan ni,minta kita untuk berkumpul ke Taman…” Ujur Dela memberitahukan kepada Vio dan juga Diko
***
”Tumben si Kala ngirim pesan melalui cht pribadi…” Guman Sisil mengerutkan dahinya.
“Ada apa lo minta kami untuk ke Taman ini….” Tanya Vio membuka pembicaraan.
“Gue,mau buat acara 7bulan kandungan Gue,Gue harap kalian semua bisa datang besok,dan harap lagi,diharuskan,mau itu ada musuh kalian disana,mau apapun itu,kalian yg ada disini harus datang.” Paksa Kala tersenyum manis kepada teman-teman nya.
“Benar Gue bilang,untung aja Raka belum pesan tiket,kalau g Gue Gabisa ikut hadir acara 7bulan lo…” seru Sisil duduk d samping Kala,dan juga Vio,Dela,yang pria hanya berdiri melihat keempat wanita itu duduk dengan damai,tanpa menghiraukan pria yang berdiri tidak mendapat bangku lagi.
“Baiklah,karena Gue harus menyiapkan semuanya,Gue harus pulang kerumah dulu,acaranya besok selesai sholat zuhur Ok….” Perintah Kala dan pergi meninggalkan mereka disana,sedangkan dia sudah di jemput dengan supir pribadi Vano.
***
keesokkan harinya dimana,semua dari penataan dan makanan dan ustad,sudah siap semuanya,dan tak lupa juga,keluarga Vano juga datang untuk mengikuti atau menghadiri acara cucu pertama mereka.
Kali ini aurora Kala terlihat berseri ia,menggunakan baju yang sopan dan terlihat simpel,ia sudah siap-siap sedari tadi,begitu juga Vano,Kala juga sudah mengirim pesan ke grup WhatsApp nya untuk meminta mereka hadir.
“Ya ampun,kenapa lo cantik banget hari ini Kal,pasti anak lo laki-laki nih…” Ujur Dela mengelus perut Kala sambil tersenyum.
Acara dimulai,step by step telah diselesaikan,acara siraman berlangsung dengan lancar,tidak ada masalah yang timbul,tidak ada kekacauan,tidak ada halangan,mereka juga tak lupa mengambil foto bersama.
Semua nya makan-makan.
“Kal,mama dan Papa ada urusan di Singapore,selama 3 bulan,jadi mama dan Papa tidak bisa melihat kamu lahiran sayang,maaf kan mama sama Papa ya…” ucap bokap nyokap Vano kepada Kala,karena mereka sangat tau kalau Kala tidak ingin mereka pergi tapi kali ini urusan nya sangat penting.
“Ma,Pa,kenapa lama banget sih,..” tanya Kala dengan mata yang sudah ber’air”
“Memang enggak bisa di tunda dulu ma,pa,van…” Ujur Kala melirik ke tiga yang duduk di depan dan di sampingnya.
Vano melihat wajah Kala yang ingin menangis,ia langsung menjelaskan.
”Sayang,mama sama Papa sudah memberitahu aku sebelumnya kalau dia tidak bisa menyaksikan kamu lahiran…” ucap Vano melirik Kala
Kala membuang mukanya dan menarik nafasnya lalu mengatur kembali,ia membuat senyuman nya.
”it’s okey ma,pa,Maybe kali ini memang penting,semoga mama sama Papa sehat-sehat disana,selalu jaga kesehatan,pola makan,dan jangan sampai kurus ya,dan lagi,jangan lupa doakan Kala,baby Kala,dan Vano…” ucap Kala melirik ke arah Bokap nyokap Vano,namun.
Bokap Vano tahu lirikan Kala,ia mendekati Kala dan memeluk Kala lalu mengelus punggung Kala,.”Kal,kamu sudah Papa anggap anak Papa sendiri,kamu juga harus jaga kesehatan dan bayi kamu ya,Papa nantikan cucu yang gtg atau cantik seperti kamu,okey…” bujuk Bokap Vano tersenyum dan mencium kening Kala.