
“Aku pulang Ma…” sorak Dela masuk dari pintu akan tetapi langsung terhenti langkahnya karena melihat sang mama melalukan hal yang tidak senonoh.
Mama Dela langsung terkejut melihat Dela sudah pulang jam segini,Mama Dela langsung berdiri gugup dan berjalan pelan ke arah Dela.
Dela yang melihat itu emosi nya langsung memuncak,dia yang awalnya ngira mama nya adalah korban,dan dia saat ingin masuk tadi sudah berusaha untuk menyembunyikan kemarahannya kepada Papa nya,namun dia salah besar.Dela langsung menepis tangan sang mama yang ingin membelai pipinya.
“JANGAN SENTUH AKU…”Bentak Dela gemetaran.
“Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mama itu…” bentak Dela lagi menyingkirkan air matanya.
“Del,mama bisa jelasin sayang…” ucap Mama Dela sama dengan gemetaran nya seperti Dela.
“Jangan panggil aku sayang…” sorak Dela naik ke tangga dengan berlari.
Dela menghempas pintu kamar nya dan terduduk,Dela melepaskan air matanya,lalu mengacak-acak rambutnya.Dela berteriak sekuat mungkin.
Mama Dela datang ke kamar Dela dengan tatapan yang sendu sambil mengetok-ngetok pintu kamar Dela.Mama Dela masih belum menyerah,dia masih berdiri di depan kamar Dela,sampai hari sudah mau malam.
Dela keluar dari kamar nya,ia melihat sang mama yang menunggu dia di sofa samping kamar nya.Saat melihat Dela keluar kamar,sang mama langsung berdiri menyusul turun Kebawah Dimeja makan.Tak itu juga,Dimeja makan ada juga sang Papa yang sama sikapnya seperti maka Dela,Dela menatap mereka dengan tatapan yang sangat jijik,dan benci.
Dela mengambil makan malam nya lalu berniat ingin naik kembali,namun suara Papa nya menghentikan langkah kaki Dela.
“Kamu sudah lihat bukan semuanya,bukan Papa saja yang berbuat jahat,tapi mama kamu juga,dan perlu kamu ketahui mama kamulah yang memulai pertama…” ucap sang Papa.
Dela menghentikan langkahnya,lalu memutar kembali badan nya,sambil memegang makanan nya.
“Jaga mulut kamu Dela….” Bentak sang Papa.
“Jaga mulut….Papa bilang jaga mulut aku….IYA…Seharusnya Papa yang jaga keluarga ini,bukan malah ikut bermain…” bentak Dela
“SEHARUSNYA PAPA YANG JAGA KELUARGA INI….” Bentak Dela menekan.
“An*ing,aku nyesal dilahirkan oleh orangtua seperti mama…” pekik Dela menunjuk mama nya yang hanya menunduk.
Dela berteriak sekuat mungkin dan menghempaskan piring makan nya,lalu naik kembali ke atas kamar dan menghempaskan pintunya sekuat mungkin.Dela kembali menangis,ia tidak tau harus berbuat apa,dan dia juga tidak tau kenapa bisa begini keluarga nya,yang ia dulu pamerkan kepada teman-temannya.Namun kini malah keluarganya yang paling hancur.Dela menangis dibawah bantalnya.
****
Keesokan harinya Dela bangun untuk pergi ke kampus,Dela turun dengan mata sembam nya.Dela sama sekali tidak sarapan,Dela pergi dengan tatapan yang kosong,ditambah lagi dia mengemudi dengan sangat kencang,namun Dela mengerem mobil di pinggir jalan,lalu dia memutar kembali mobilnya lalu berjalan berlawan arah.
Dela datang kerumah Sisil,Ia berniat menjemput Sisil,namun Sisil langsung terkejut dengan kedatangan Dela dengan mata yang sembam.
“Del…” ucap Sisil lirih memegang bahu Dela.
Dela langsung menjatuhkan dirinya ditubuh Sisil,lalu menangis sejadi-jadinya.Sisil membawa Dela masuk Kedalam rumah dan juga menghubungi Kala untuk datang kerumah nya,karena mereka juga di skors oleh kampus.
Kala yang mendengar Dela lagi ada masalah,ia langsung mengambil kunci mobilnya dan mengemudi kerumah Sisil.