
“Kamu mah,suka gitu,suruh satpam itu parkirkan…”jawab Vano membawa Syeqil masuk dan Kala menyusul dan memberi senyum kepada karyawan yang lain.
Sampai didalam ruangan Vano,Kala terkejut melihat ada teman Vano yang sedang duduk di kursi sambil bermain game.
“Hey,kenapa kalian pada disini sih,dan you,bukan nya tadi you habis vc sama Vio…”ucap Kala merasa bingung.
“Aku juga gatau sayang,mereka semua tiba disini tanpa tujuan,kamu boleh kok mengusir mereka….”ujur Vano mencibirkan bibirnya ke arah teman-teman nya,sambil menggendong Syeqil.
Kala ingin memvideokan mereka,namun Diko langsung menarik ponsel Kala.”Ehh,jangan dong cantik,kami para lelaki di sini,ingin membuat kejutan lo buat teman kamoh….”jawab Diko senyum-senyum sendiri.
Di saat semuanya sedang di tempat Vano,tiba-tiba aja ponsel Gala berdering,Gala langsung kaget,ia meminta semuanya diam,lalu mengangkat telepon dari calon nya itu.
Vio hanya menanyakan kabar Gala,lalu mematikan kembali sambungan telepon mereka,di saat sambungan telah selesai,Diko meminta tolong kepada yang lain untuk membuat acara kecil-kecil buat dirinya dan Dela,namun raut wajah Kala langsung berubah.
“Kenapa lo pengen banget sih nikah in teman gue Dela,dari Singapura,kalian kelihatan menyimpan rahasia sama gue….” Tanya Kala merasa Heran,saat Kala menanyakan itu,Syeqil langsung menangis,karena ia belum diberi asi,terpaksa Kala harus memberi asi kepada Syeqil dulu.
***
Diko memberi pesan kepada Dela kalau ia ingin bertemu nantik malam,di mall,tanpa menunggu beberapa menit,pesan Diko langsung di belas oleh Dela,dan jawaban Dela membuat Diko tersenyum tak henti.
Semua sudah berada di satu lokasi,namun menunjukkan ketidaksamaan mereka.
Awalnya,Diko dan Dela sudah sampai di mall,mereka jalan-jalan dulu,melihat dan masuk ke toko yang bagus,beralasan Diko meminta saran Dela untuk fashion.
Selesai dari itu,Diko membawa Dela makan di tempt makanan Jepang,yaitu sushi.Tempat itu terlihat sepi,hanya ada Diko dan Dela disana,Dela masih berpikiran positif,mungkin karena belum ada yang tahu restaurant ini buka,namun lama kelamaan Dela curiga.
“Lo mesan tempat ini ya….” Tanya Dela merasa bingung melihat sekeliling.
Namun Diko menjawab dengan enteng,”Enggak,maybe orang lain yang mesan tempat ini,khusus untuk kita.”ucap Diko juga melihat sekeliling.
Yah memang benar,tempt ini di pesan oleh Vano,karena ia tidak ingin suasana ini di lihat oleh banyak orang.
Sambil menunggu makanan datang,percakapan mereka berlarut-larut sampai membahas tentang penyakit Dela,raut wajah Diko berubah seketika saat Dela mulai membuka topik tentang penyakitnya,dan juga ia takut kalau Kala belum mengetahui tentang rahasia besar ini,sedangkan yang lain sudah mengetahui nya.
Namun Diko mencoba untuk menenangkan Dela,dengan cara berpindah tempat duduk disamping Dela dan membelai lembut bahu Dela,saat Diko mencoba menenangkan Dela,Sedangkan di tempt lain,Sisil dan Raka sudah memasuki Mall,mereka langsung mencari tempat makan,dan Raka mengajak ke tmpt makan sushi yang baru saja di buka ini.