Merried With You

Merried With You
Kumpul Time.



“Omg,At first I didn't believe that the line appeared first, then because I didn't believe it,lalu gue beli lagi tes pack nya minta tolong sama asisten gus,gue tes lagi,dan hasil nya tetap sama,terus air mata gue udah ngalir sendiri aja,…” ucap Sisil bercerita panjang lebar menjelaskan semuanya.


Sampai,tangis syeqil pecah sampai ke bawah,lalu Syeqil di bawa turun oleh babu sister nya,dan di antr ke Kala.


Kala memberi Syeqil asi dan menggoyang-goyangkan tubuh Syeqil supaya ia tertidur kembali.


“Ni anak kenapa nangis nya cuman sebentar doang ya….” Gumam Vio merasa heran.


“Ntr kalau dia merengek melulu lo pusing,lo merasa muak….”sindir Dela,lalu ponsel vio berbunyi,tertera nama yang menghubungi nya adalah calon nya.


“Why….” Tanya Vio pindah duduk lalu duduk di kursi tamu,sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


“I misa you….”ucap Gala sedang duduk di taxi dan menyilangkan kakinya.


“I too…” balas Vio,”but,where you go….” Tanya Vio lagi,karena mendengar suara jalan dan angin yang kencang.


“can you hear it...?”Tanya Gala.


“Yes can…” jawab Vio.


“I'm on my way to the office, I'm tired of using a car, so I take a taxi….” Ucap Gala mencoba membohongi Vio.


“Really,you boring…,baiklah saat sudah sampai kantor hubungi aku sayang…” ucap Vio lalu mengecup telepon dan mematikan ny.


“Bangke lo,dia belum selesa,lo udah matikan saja,dasar anak kampret….” Caci Sisil sedang menggendong Syeqil,namun Vio mengambil dan ingin menggendong Syeqil juga.


Sedangkan dela sibuk di dapur lagi masak spageti untuk mereka.


“Dek,lo sejak kapan mau menjelajahi dapur del….” Tanya Kala ikut membantu.


“Sejak melihat menjadi ibu rumah tangga itu seru dan senang….” Balas Dela tersenyum.


Kala memanggil babu sister Syeqil,meminta membawa Syeqil ke atas dulu,karena mereka ingin makan,mereka menikmati masakan yang dibuat Dela.


“Ini sepertinya lo bisa buka restaurant,ya ngga sih….” Ujur Vio.


“Yeahhh….” Seru Sisil.


“Kenapa gue rindu masa-masa kita kuliah ya…” ujur Della sambil melilit spageti yang ia bikin lalu menyuap nya.


“Gue juga,seru banget tau,kalau kampus lo di Amerika gimana Vio….” Tanya Kala.


“Seru banget,gue lebih tepatnya tidak pernah belajar di kampus,but gua bisa jawab pertanyaan dari dosen sih….” Jawab Vio menyudahi makanan nya.


“Lalu lo enggak ada gitu suka sama teman kampus lo….” Tanya Sisil.


“Pasti nya ada,tapi saat dia sudah menyukai gue juga,gue jadi ilfill,lalu menjauhi nya…” ujur Vio lagi.


“Dasar anak damn…” umpat Dela.


Kala hanya tertawa,mendengar celotehan mereka bertiga,sampai hari sudah tidak terasa,jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Mereka berpamitan sama Kala lalu menyamperin Syeqil dan menciumi nya.


Vano juga belum pulang,ingin jalan-jalan sore,mereka berniat untuk susul vano ke kantor,Kala hanya bersama Syeqil,dan babu sister nya.


Pergi dengan menunggukan mobil sport milik Vano,sampai lobby,Vano langsung menyusul anak dan istrinya kebawah,ingin heran,tapi ini istrinya,Vano mengambil Syeqil dan menggendong nya.


“Ya Allah tolong dulu aku nya sayang,ini mah,anak nya dulu,ini gimana cara tutup kaca nya