Merried With You

Merried With You
Departure.



“Enggak nyangka,kita bisa melangkah sejauh ini…” Guman Kala Didalam mobil.


“Dan enggak nyangka juga,Allah bersama kita…” seru Dela.


“Lo mau Gue langsung antar ke rumah Kal….” Tanya Vio yang sedang menyetir.


“No,Gue bakal di jemput dengan suami Gue dirumah Dela,karena Gue juga sudah minta dia jalan kerumah Dela.” Tolak Kala.


“Arghh,kenapa tiba-tiba Gue malas untuk balik ke Amerika sih….” Ucap. Vio risih,mengacaukan rambutnya.


“Argh,ini semua gara-gara lo dan lo….” Tuduh Vio.


“Lh,kenapa Gue,Gue dari tadi bicara kagak ada,nuduh kagak jelas…” bantah Dela.


“Sama tuh…” sambung Kala.


“Lah,memang gara-gara lo berdua,yang Lo(Kala),sebentar lagi lo lahiran,dan lo(Dela),bakal tinggal sendiri,it’s okey Kala,But not With Dela…” terang Vio.


“Hadueh,gpp kali,lagian Diko juga sudah pindah ke singapore…” ucap Dela.


“Iyah sih,tapi lo benar-benar sendiri Del,lo gamau ikut sama Gue ke Amerika….” Tanya Vio sekilas mengajak.


“No,Gue bakal nemani Kala sampai lahiran,Gue juga sudah janji sama Kala,ygy Kal…” ucap Dela.


“Hooh…”


****


”How are you today….” Tanya Vano Didalam mobil…


“Happy banget,Terimakasih sayang…” seru Kala mencium pipi Vano.


“Really….” Tanya Vano lagi..


“Hooh..” jawab Kala.


“Baiklah…” balas Vano.


***


Ruang Gruop Cht.


Vio.”Gue bentar lagi mau terbang,jaga diri kalian baik-baik…”


Dl.”I hope you arrive safely🫶.”


Kl.”I also hope so, remember, at the time of my birth, you must be in front of my eyes🤬.”


”Lama-lama Gue di sini,Gue juga rindu sama ni anak,padahal Gue sangat jahat kepada ni orang,But,kenapa malah cinta ini enggak hilang-hilang.” Batin Diko melirik ponselnya.


*suara ketokan pintu.


“Masuk…!” Perintah Diko.


“Selamat Malam Bos,ada ingin bertemu dengan bos…” seru asisten Diko.


“who's he…” tanya Diko heran,karena ia merasa tidak ada teman nya di singapore.


“I don't know, but he's waiting in the break room and he's also carrying a suitcase, like a Caucasian…” jelas asisten Diko.


Diko bangkit dari tempat duduk nya dan meninggalkan ruangan nya,lalu berjalan Keruang istirahat.


Saat tiba di ruang istirahat,Diko belum mengetahui siapa orang itu.


“Hey,who are you…” sapa Diko berdiri tegap.


Wanita itu berbalik badan,dan Diko langsung terkejut melihat siapa wanita itu.


“Even from behind you won't be able to recognize me, damn it…” maki wanita itu,melirik sinis.


“Well, how do I know that you will come to my place and dress like this, and…” ucap Diko belum selesai wanita itu sudah meminta Diko untuk duduk.


“Bukan nya lo harus kembali ke Amerika,malah nyasar kesini…” Tanya Diko kepada wanita itu(Vio.)


“Aturannya begitu,But,my boyfriend ajak untuk ketemu di singapore…” jawab Vio menyandarkan tubuhnya di kursi.


“Lo mau pindah ke ruangan pribadi Gue,atau lo mau nginap di rumah Gue….” Tanya Diko melihat raut wajah Vio sangat lelah.


“no need, I've also booked a hotel near here…” yolah Vio.


“Gue harap lo kesini membawa kabar bahagia bukan,raut wajah lo yang suram begini…” Ujur Diko juga ikut menyandarkan tubuhnya.


“Jangan terlalu harap Gue mambawa kabar bahagia,karena itu sangat mustahil….” Jawab Vio memejamkan matanya.


“Lo kelihatan lelah,mending lo balik ke hotel deh,biar Gue antar lo….” Ucap Diko.


“No need,yang Gue butuh sekarang orang yang bisa membuat teman Gue bahagia sebenar-benarnya…” ucap Vio,membuat Diko kembali duduk.


“I don't know what you're saying or what you mean…” jawab Diko gugup.


“You know, but you can't do it yet, because,lo masih merasa bersalah terhadap dirinya,atau merasa takut untuk mendekat kembali,maka dari itu,mencoba lah menjadi teman yang tulus,bukan mengharapkan cintanya kembali…” ucap Vio bangkit dan menarik kopernya,lalu masuk Kedalam Taxi yang terparkir di depan gedung Diko.