Merried With You

Merried With You
Kebahagiaan Dela,Sisil,Kala



“Bik,bisa tolong setrika baju Sisil yang ini enggak….” Tanya Sisil memberikan baju tersebut dan Bibik mengambil baju tersebut lalu menyetrika baju Sisil dengan rapi,namun Sisil tidak meninggalkan bajunya tersebut,ia malah menunggu sambil memainkan ponselnya.


“Memangnya mbak Sisil mau kemana,tumben banget turun langsung minta Bibik menyetrika,biasanya kan suruh Bibik yang ambil….” Tanya Bibik sambil menyetrika baju Sisil.


“Ada yang ajak dinner malam ini bik….” Jawab Sisil meletakan ponselnya dan menatap sang Bibik saat berbicara.


“Hati-hati mbak,ntr kena ghosting lagi…” seru Bibik tersenyum jahil,karena Bibik juga tau tentang kisah percintaan Sisil.


“Ya ampun Bibik,bisa-bisanya Bibik tau bahasa gaul,omg,ini Enggk bisa,Bibik harus di jauhkan dari ponsel..” ucap Sisil tercengang mendengar ucapan Bibik.


“Ni mbak,baju nya…” seru Bibik memberikan kepada Sisil.


“Makasih bik,ntr lagi Sisil bakal keluar sebentar,untuk melihat Kala keluar dari rs bik..” Ucap Sisil menaiki tangga,namun ia menghentikan langkahnya dan memutar badan nya.”bik,ada kabar dari mama enggak…” tanya Sisil lagi.


“Tidak ada mbak..” jawab Bibik.”mbak Sisil mau Bibik telpon kan mama….” Tanya Bibik.


“Enggak perlu bik,Sisil naik dulu..” seru Sisil.


****


”Ini si Sisil lama banget,bosan juga nunggu lama-lama ya…” Guman Dela duduk di balkon sambil melihat ke arah luar rumah nya,namun beberapa menit,mobil Sisil muncul di hadapan Dela lalu mengklakson Dela yang sedang duduk menunggu dirinya.


“Kenapa masuk-masuk mobil Gue,lo udah cemberut aja,mo m*ti lo ya…” Ujur Sisil bercanda


“Iyah ni,bentar lagi Gue m*ti..” jawab Dela asal juga.


“Gila lo ya,Gue bercanda egok..” Ujur Sisil melajukan mobilnya.


****


Sedangkan Vano ada keperluan diluar,jadi ia meminta Kala untuk menunggu kedua teman Kala,sedangkan Kedua orang rua Vano sedang sakit-sakitan,Kala menuruti perkataan Vano,ia menunggu kedua sahabatnya itu sambil menonton televisi yang ada diruangan nya.Menunggu lama,akhirnya,kedua biang keributan ini tiba dengan rusuh masuk Kedalam ruangan Kala.


“Gue gamau basi-bisa lagi,lo mau ngomongin apa,buruan,Gue kepo…” ucap Dela mengambil tempat duduk pas didepan pandangan Kala,sedang Sisil duduk di atas ranjang Kala.


“Gue…” jawab Kala melihat raut wajah kedua teman nya ini.


“A*jing buruan egok,lo bikin penasaran kenapa dah,.” Ujur Sisil kesal mendekatkan tubuhnya.


“Gue sudah boleh pulang dari Rs…” ucap Kala mencoba bercanda.


“Bego,Gue kira apaaan,pulang sendiri aja deh lu Kal,esmosiaon Gue.” Ujur Dela berdiri menuju jendela kamar,namun Kala langsung berbicara.


“Gue hamidun…” ucap Kala melihat raut wajah kedua teman nya ini langsung berubah 360derajat.


“Ya ampun,ya Allah,ya ya ya ya,punya ponakan…” seru Sisil namun ia menghentikan kegembiraan nya,dan mendekat di perut Kala dan menempelakn telinga nya.


“Kok dia tidak bergerak sih teman…” ucap Sisil saking polosnya.


“Eh,monyet ni bayi masih kecil seperti apa ya,seperti ***** lo itu lo…” ucap Dela,dia juga gembira dan mencium wajah Kala,sampai di penuhi oleh lipstik”nya.”


Sisil melihat ***** nya lalu melirik lagi ke arah Dela.


”besar juga…” Ucap nya kembali duduk.