Merried With You

Merried With You
Hukuman Lagi.



Saat tiba di kampus,Kala melihat Dela dan Sisil telah tiba di pakiran,dan Sisil telah mendapatkan mobilnya kembali.Kali ini mereka berangkat dengan mobil nya Masing-Masing.


“Kala,lo g*la ya,suruh asisten Gue untuk bangunin Gue pagi-pagi jam 6 gitu…” umpat Dela.


Sisil menyolo sambil menguap. “Iyah ni si kala,g*la lo,mana orangtua Gue lagi nggak ada dirumah.”


“Lah,kok bisa samaan,orangtua Gue juga nggak ada dirumah….” Ujur Kala tersenyum.


Dela dan Sisil tertawa karena Kala sudah mulai banyak berbicara.


“Eh tapi seru juga berangkat tepat waktu gini,seperti anak paling smart Gue…” ucap Sisil tertawa kecil,karena ini pertama kalinya mereka datang telat waktu dan masih belum banyak siswa di kampus.


“Iyah sil,kali ini kita nggak bakal dihukum lagi…” ucap Dela tersenyum,dan mereka berjalan menyelusuri lorong kampus yang masih sepi.


Saat mereka tengah asik berjalan bertiga,dan seakan menguasai jalan,namun Vano dan Diko lewat berlawanan arah dengan mereka,Vano tersenyum melihat Kala yang menepati janjinya akan datang tepat waktu.


Kala,Dela,Sisil menunduk tanda menghormati dosen mereka.Lalu masuk Kedalam kelas.Siswa lain nya terkejut dengan kedatangan tiga orang ini yang baru jam 8 pagi,biasanya mereka datang jam 10 atau jam 11.


“Kesambet apa kalian bertiga….” Tanya Cewek judes di kelas dan cukup cantik.


“Kesambet ikan teri campur asin nih…” jawab Dela sinis.


Semua yang berada disana tertawa karena jawaban Dela yang selalu bikin orang emosi.


****


”baiklah,karena minggu depan lalu saya telah menentukan kelompok belajar kalian,maka hasil dari belajar kalian boleh di kumpulkan didepan,dalam waktu 2 menit dari sekarang…” ucap Diko


“Lah,memang ada tugas ya,kok Gue nggak tau,seriusan kelompok Gue siapa sih,kok nggak ada mengabari sih….” Ucap Dela bingung mencari kelompoknya siapa.


Sama dengan Sisil dan Kala,mereka mencari kelompok mereka,tapi tidak ditemukan.


“Kala,Dela,Sisil,hasil tugas akhirnya mana…” tanya Diko melirik ke tiga sahabat itu.


“Benar kata Gue,Gue sekelompok dengan mereka,padahal barusan gue udah senang nggak ada hukuman,tapi ini,hukuman lagi…” batin Kala,Dela,Sisil.


“Sekarang kalian minta tanda tangan semua dosen dan bikin video bersama dosen itu,lalu minta tanda tangan sama orang yang berjualan di pasar….” Ucap Diko menyuruh mereka keluar dan menyelesaikan tugas yang di kampus,sedangkan tugas yang di pasar internasional,Mareka akan melakukan nya nanti.


“Baiklah,kita harus minta tanda tangan semua dosen,dan salah satu dari mereka akan sangat sulit minta tanda tangan dan buat video…” ucap Kala duduk di bangku.


“Dari Dosen ono tu,sepertinya dia mudah untuk di bujuk.” Ucap sisil berjalan ke arah dosen laki-laki itu.


“Baiklah,85% dosen sudah kita minta,dan terlihat sangat mudah,tapi gatau dengan dosen selanjutnya.” Guman Dela,berjalan ke kantin untuk membeli minum


“Ini sudah hampir 2 jam waktu kita terbuang untuk membereskan hukuman ini,dan hanya tinggal Pak Vano dan Pak Diko.” Ucap sisil membuang nafasnya,karena Dosen dua ini akan sangat sulit,yang satu jutek,yang satu lagi yang memberi hukuman.


“Dela,sisil,lo Keruang pak Vano,gue Keruang pak Diko,dah bye…” ucap kala berlari kecil,ingin menghindari Keruang pak Vano.Tapi langkah nya langsung ditahan oleh Sisil dan Dela,mereka menarik kerah belakang baju Kala.


“Kala kok curang begitu,gimana kalau Kala yang Keruang pak Vano,kami berdua Keruang Pak Diko.” Ucap dela tersenyum jahil.


“Jangan.jangan gue,seriusan ini bakal nggak dapat kalau gue…” ucap Kala wajah mulai khawatir


“Ayolah Kal,belum juga dicoba,kami antar deh Kedepan ruangan pak Vano…” ucap dela menarik lengan Kala.


Detak Jantung Kala mulai tak beraturan,Karena mengingat kejadian dia tak sadar mencium pipi Vano.


“Kal sepertinya Pak Vano ada Didalam,buruan lo masuk supaya waktu kita nggak terbuang banyak…” Ucap Sisil mendorong Kala Kedalam ruangan Vano.


Vano melihat wajah Kala yang terlihat khawatir,dan takut.Kala menghela nafas dan mulai berbicara.