
Suster memberitahu kalau pasien yang baru tiba sedang melakukan operasi dan cek.
Kala terkejut kenapa harus sampai operasi,kala berlari Keruang operasi dan di ikuti Vano yang memperhatikan gerak gerik Kala yang berlari menggunakan Gaunya dan Hak tinggi.
Namun belum sampai pintu ruang operasi,Dokter dan Suster yang lain keluar dengan tatapan yang sedih.Kala menghentikan langkah dokter dan perawat lainnya,Kala dengan wajah yang penuh harapan,Kala sendiri tidak tau apa penyakit mama dan papanya,yang kala lihat selama ini Papa dan Mama sehat-sehat sjaa.
Disana sudah ada Mama Riri dan Papa Reza,begitu juga dengan Bibik yang membantu Keluarga Kala dirumah.Dokter memberi jawaban untuk kala yang sudah menunggu jawaban dari dirinya.
“Kedua orang tua anda terkena penyakit Diseksi Aorta,penyakit yang sangat parah dan susah untuk diselamatkan, dan saat dibawa kesini waktunya sangat lama,karena kedua orangtua anda sudah lama pingsan nya dan dibawa baru sekarang.Maaf kan saya.
DISEKSI AORTA
Diseksi aorta adalah kondisi ketika lapisan dalam pembuluh darah aorta robek dan terpisah dari lapisan tengah dinding aorta. Terkadang, gejala diseksi aorta mirip dengan gejala pada penyakit jantung dan stroke.
Kembali ke topik.
Saat mendengar ucapan Dokter,kala langsung berlari Keruang operasi tapi kedua tubuh orang tuanya sudah di bawa dengan kasur pasien,Kala menahan kasur itu dan melarang petugas untuk mendorong orang tuanya.Air mata kala tak henti,Kala membuka kain yang menutupi tubuh kedua orang tuanya,tangis kala semakin pecah.
Kala yang tidak terima dengan kepergian orangtua dia,dia menahan petugas untuk membawa pergi orang tuanya.Dela dan Sisil yang melihat itu,tangis mereka pecah,karena mereka sangat dekat dengan kedua orang tua Kala.Dela dan Sisil melepaskan tangan Kala dari kasur Kedua orang tuanya.
Kala pingsan dan di angkat oleh Vano,mereka semua kerumah Kala.
Setelah Memberishkan kedua orang tuanya,mereka ikut mengantarkan mama dan Papa kala sampai rumah Terkahir mereka,begit juga dengan Kala,Kala di pegang erat oleh Dela dan Sisil.Mereka semua menggunakan baju serba hitam.Setelah selesai pemakaman,Kala duduk ditengah-tengah kuburan orang tuanya.Tangisan Kala belum berhenti sampai sekarang.Kedua sahabat nya masih setia menemani Kala disana,Dan juga Vano,Bibik,sedangkan orang tua Vano sudah pulang karena mereka belum ada istirahat.
“Ma,Pa,kenapa mama sama Papa harus rahasiakan ini sama kala sih,kenapa tidak memberitahu kala ma,pa,kenapa mama pergi jauh Meninggalakn kala,bawa kala sama kalian,Kala nggak bisa hidup tanpa kalian berdua…” ucap Kala menangis sambil memegang batu Nissan kuburan milik orang tuanya.
“Mama,Papa….” Pekik Kala di tengah-tengah hujan dengan air mata uang terus mengalir.
“Kal,yuk pulang,ntr mama sama Papa lo sedih tau kalau lihat lo begini,yuk pulang ntr lo sakit kala…” ajak Dela dan Sisil mendekati Kala.
Tangisan Kala semakin pecah saat kedua sahabatnya memeluk dirinya.Kala meletakan bunga dari dirinya untuk kedua orang yang telah melahirkan dan merawat dirinya hingga sekarang,dan kini dia marah ditinggal saat kala ingin membahagiakan kan orang tuanya dengan cara menunukan kalau kala sebentar lagi akan mendapat gelas S.H nya.
Jangan Lupa Like
Komen
Shere
VOTE!!!’n
Selamat membaca🦋🦋🦋🦋🦋🦋