
Diruang kelas.
“Gue bingung,siapa yang akan dipilih,lo aja Kal,lagian Gue yakin banget anak-anak bakal milih lo deh…” saran Dela menunjuk kala yang sedari tadi hanya bengong.
“Kenapa harus Gue sih,yang lain aja,lagian setiap acara Gue mulu deh yang kena,yang lain,supaya yang lain bisa tunjukan kemampuan nya…” jawab kala bangkit dari kursinya lalu berjalan ke depan dan bertepuk tangan supaya anak-anak yang lain memperhatikan nya…
“Baiklah,Gue yakin banget disini pasti banyak yang memiliki kemampuan yang hebat,But nggak di publis,Gue disini sangat mengharuskan kalian untuk ikut serta dalam acara yang di informasi oleh dekan tadi,dan Gue meminta kalian untuk ikut,DIHARUSKAN…!” Ucap kala menekan.
“Kal,lo juga pasti tau,salah satu dari kami,lo juga punya kemampuaan yang hebat,dan lo juga harus di ikut sertakan Kala…” sorak salah satu mahasiswa yang ada Didalam.
“Yah benar,kalau lo ikut Kal,pasti yang lain mau deh,lo juga tau kalau anak-anak diruangan ini tidak akan mau kalau salah satu dari kita tidak ikut…” jawab siswa lainnya.
Dela langsung bersorak seakan menang dan bahagia. “Kala lo lihat sendiri,Gue nggak main-main Kal,pokoknya Kala Syeikila diharukan ikut dalam acara ini,ya nggak gais…”
“Dela b*ngs*t,pandai banget ni orang…” umpat kala berjalan ke kursinya.
Semua siswa yang ada diruangan itu,mereka semua berdiskusi tentang apa tema acara mereka besok,karena ini akan di pertontonkan dari anak”-orangtua,pastinya ini akan menjadi motivasi juga buat mereka.
Semua siswa berpikir keras,dan mereka mendapatkan ide,di setiap ruangan akan di pilih hanya tiga orang,yang ikut termasuk kala dan dua orang lain nya,acara ini akan di ceritakan didepan publik dan akan di siarankan.
Jam istirahat.
Ponsel Kala berbunyi,dimana telpon dari sang Mama.
“Ya mam….” Tanya Kala sedikit menjauh dari kantin kampus.
“Kala,sepulang kuliah pulang sama Vano,kalian akan ditunggu di restoran tempat biasa sayang…” ucap mama Eva
“Mam,Kala bisa di antar sama Dela dan Sisil kok ma…” jawab Kala.
“Dengan Vano kala,bukan dengan Dela dan Sisil,kali ini hanya pertemuan keluarga.” Jawab mama Eva mematikan telpon.
“Kala,mama kamu sudah menelepon bukan,berarti kamu akan pulang bersama saya,bukan bersama Dela dan Sisil,tunggu saya di pakiran khusus dosen,dan sekarang kamu boleh keluar…” ucap Vano dan menyuruh kala untuk keluar.
“G*la ni orang,padahal bisa di kantin,eh tapi gpp sih,Maybe pak vano nggak mau orang tau…” Guman Kala menuju kantin.
****
“Ini mobil pak Vano yang mana sih,pandai nya suruh-suruh tunggu,tapi Gue sendiri gatau yang mana mobilnya.” Guman kala,bukan nya mencari malah duduk di tepi gedung kampus.
“Kala…” panggil seorang laki-laki.
“Kenapa lama banget sih pak,.” Tanya Kala mengikuti Vano dan masuk mobil.
“Vano Kal Vano…” ucap Vano menekan.
“Yah pak Vano…” ucap Kala menekan.
Diperjalanan menuju restoran.
“Tema acara kelas kalian apa kal….” Tanya Vano membuka pembicaran.
“About,Pelecehan Seksual yang merajalela dan harus di tindak lanjutin.” Jawab Kala datar.
“Kenapa harus tentang itu….” Tanya Vano lagi…
“Ya karena ,di kota kita ini terlihat sangat jelas,kalau pelecehan seksual itu sangat dianggap enteng oleh pelaku atau orang yang ingin berbuat,jadi kita harus menekankan kepada seluruh orang”Indonesia terutama orang tua,harus menjaga ketat anak-anak mereka,dari hal kecil apapun itu,karena ketika anak perempuan di perlakukan tidak adil,mereka akan tertinggal bekasnya,sedangkan pria,mereka tidak ada bekasnya…” Ucap kala menjelaskan kepada Vano yang sedari tadi memperhatikan nya berbicara.