Merried With You

Merried With You
Kepulangan Mama Angkat.



Raut muka Raka langsung berubah ketika Kala menanyakan tentang kue makaroni itu,namun pria itu menghormati Pertanyan Kala.Dia menjawab. “Saya telat memberi kue itu ketika detik-detik terakhirnya….” Jawab Raka merasa sedih menunduk.


Kala terkejut,dia spontan meminta maaf kepada Raka. “Ya ampun,Raka, i am sorry…”


“No problem Kal,lanjut minum nya….” Ucap Raka.


Lalu mereka bercerita tentang hal lain,tertawa bersama,lalu Kala pamit,karena hari sudah sore.Raka berniat mengantar Kala untuk pulang,namun Kala tidak memperbolehkan,karena jam segini Vano akan sudah ada dirumah..


Kala melemparkan senyum,lalu masuk Kedalam mobil,Kala juga tak lupa melambaikan tangannya ke Raka.Kala kembali mengemudi mobilnya,tak lama menempuh jalan,Kala sampai dihalaman rumahnya.Kala melepaskan topi,jaketnya,tak lupa juga dengan kaca mata yang ia pakai.Kala meletakan di sembarang tempat,tapi ada suara parau wanita di arah dapur.


Itu membuat Kala yang mendengar dia langsung menoleh dan terkejut,Kala langsung lari Kearah dapur dan memeluknya.Kala terlihat senang.


“Kenapa lama banget sih pulangnya mam….” Tanya Kala mencium mama angkatnya.


“Kan kami Ninggalin kamu supaya kamu bisa menikmati waktu bersama dengan Vano sayang…” jawab Mama kala.


“Ya ampun,mama ini,Kala mau fokus ke kuliah dulu ma,kan sebentar lagi Kala wisuda..” jawab Kala duduk di kursi meja makan dan melihat ada apa Didalam tudung nasi itu.


“Iyah mama tau,tapi pasti kamu sudah ada (muach) ya nggak….” Ucap Mama angkat Kala membuat Kala yang sedang makan terkejut lalu menyemburkan makanan nya.


Mendengar perkataan tadi,Kala langsung mengingat hal yang terjadi di kampus,Kala termenung beberapa saat,lalu dia berpura-pura bohong kepada mama nya,mengatakan tidak.


Kala izin naik ke atas untuk mandi,saat masuk Kedalam kamar,Kala terkejut melihat Vano ada Didalam kamar,dan hanya memakai handuk,Kala terkejut dan ingin kembali keluar,namun ia melihat sang mama masih memperhatikan dirinya,terpaksa Kala harus masuk Kedalam kamar dengan raut muka yang bingung.


“Y,y,ya karena kita belum lihat satu sama lain…” jawab Kala asal.


“Baiklah,kalau begitu mau melakukannya,supaya bisa melihatnya…” tanya Vano bangkit berdiri dan berjalan ke arah Kala.Kala terkejut mendengar ucapan Vano dia langsung memundurkan langkahnya,namun sudah tidak bisa mundur lagi,karena ada kursi di belakang Kala.


Kala mencoba mengalihkan pembicaran,dia bertanya kenapa tidak memberitahu kalau mama pulang kepada Vano.


“Ahh,i,iya kenapa tidak memberitahu kepada aku kalau mama pulang,supaya aku bisa cepat untuk pulang…” ucap Kala mencoba mencari celah untuk kabur.


“Aku sudah menghubungi kamu,tapi tidak di angkat…” jawab Vano menarik pinggang Kala yang ingin berlari.


Kala tidak bisa berbuat apa-apa lagi,dia hanya bisa diam karena pinggang nya sudah di kunci oleh Vano.Vano melepaskan ikatan rambut Kala,dan membiarkan rambut Kala terurai.


“Ya,cantik untuk di lihat kalau di depan orang ramai.” Lirih Vano kepada Kala.


Kala hanya diam,karena badanya benar-benar dikunci oleh Vano.Vano mulai menyelipkan,anak-Anak rambut Kala,lalu ingin mencium Kala,tapi gagal karena suara ketokan pintu.


“Mbak Kala,mbak Kala,ada teman mbak yang datang….” Sorak pembantu baru dirumah mereka.


Kala dan Vano melirik Kearah pintu,Kala tersenyum lepas namun berbeda dengan Vano,Vano seperti kehilangan harta karun,dia langsung melemas dan masuk Kedalam kamar mandi,sedangkan Kala keluar dan mengikat rambutnya ke atas asal.