Merried With You

Merried With You
Bertemu Kembali.



“Menurut lo gimana kalau Gue lamar Dela di Korea….” Tany Diko kepada Vano,mereka masih di kampus karena akan ada rapat untuk kepergian besok,sedangkan Kala dan The geng,sudah pergi untuk merayakan kelulusan mereka,mereka pergi ke club untuk merayakan ini,mereka bersenang-senang,yang Vano tau mereka hanya pergi ke pusat belanjaan,namun ternyata salah,Vano telah di bohongi.


Kala dan The geng telah mengganti baju mereka,seperti biasa,Kala hanya minum tapi tidak menari seperti Dela dan Sisil,Kala duduk di meja bar sambil melihat lampu yang berubah warna dan memperhatikan Dela dan Sisil.


Namun ada dua laki-laki yang sedang merayu perempuan yang sepertinya belum pernah kesini,Kala menyipitkan matanya lalu tersenyum,Kala hanya acuh,dia kembali minum,namun kenapa malah sekarang lari kedua teman nya,Kala berjalan Kearah mereka dengan pandangan yang sedikit kabur atau tidak fokus.


“Jangan bertindak tidak senonoh teman,lepaskan teman-teman saya…” Ujur Kala masih bersikap sopan.


Tapi ternyata Dela dan Sisil tidak mabuk,mereka hanya berjoget,jadi mereka melihat Kala yang sudah terlalu mabuk,mereka menggeret Kala Ketempat yang sepi,tapi kedua laki-laki itu masih Menggangu Kala dan teman”nya,Disaat mereka akan dipegang yang tidak pantas dipegang,Kala langsung sigap menghancurkan botol anggur itu ke kepala satu laki-laki,dan laki-laki yang satu lagi karena melihat temannya terluka,dia sangat marah dan ingin main tangan kepada Kala,tapi langsung tiba kaki terbang ke wajah pria tersebut membuat wajahnya berdarah,dan tumbang sama seperti kawan nya.


Pria itu membawa ketiga perempuan itu Ketempat yang tidak rame atau membawa mereka keluar.Kala masih dibawah alam sadarnya dia hampir tertidur di jalan yang ramai,mereka kelur dari sana dan mencari tempat yang sepi atau dekat minimarket.Pria itu membeli 3 buah air minum putih dan memberikan nya kepada ketiga wanita itu,namun diluar pikiran pria itu,kedua teman Kala malah menumpahkan air dingin itu ke wajah Kala supaya Kala kembali sadar.


Pria itu terkejut melihat sikap teman Kala ini,dan hanya bisa diam melihat sikap ketiga wanita ini,Ya Kala sudah setengah sadar,Kala tersenyum Kearah Dela dan Sisil,dia juga mengucek-ngucek matanya supaya bisa melihat dengan jelas.


Pria itu adalah Raka yang pernah bertemu dengan Kala dan minum Kopi di Caffe bersama Kala.


“Kala lo nggak malu apa di lihat in sama cowo ganteng mabuk-mabuk begini,dan lagi lo hampir saja membunuh pria tadi dengan botol anggur lo,Kala bego…” umpat Dela menjewer telinga Kala,yang sudah sadar 85%


“Sakit A*ji*g…” Jawab Kala mengelus telinganya.


“Lo tanya ni orang kenapa kesini,bantu kita gila,seriusan lo bego Kala,kalau nggak ada ni orang,pasti kita sudah di balik jeruji besi dan sudah mati juga gara-gara lo memecahkan botol ke kepala orang…” jawab Sisil yang kesal.


“Sory ya Raka,teman Gue memang sedikit gesrek….”ucap Kala tersenyum.


“Dela lo antar Gue pulang,anyway,Raka bisa aku minta tolong antarkan kawan aku yang sedang mabuk ini….” Ucap Kala meminta tolong kepada Raka untuk mengantar Sisil,dan juga menyebut Sisil yang mabuk,padahal dirinya lh yang mabuk.


Raka langsung menjawab Iya,sedangkan Dela dan Kala pergi Meninggalakn Sisil disana,Sisil bingung melihat tingkah kawan nya ini,malah dia yang ditinggalkan dengan pria asing ini,sedangkan dia tidak bawa mobil.


“Mari saya antar pulang,ini amanat dari Kala…” ajak Raka kepada Sisil,dan membukan pintu mobil untuk Sisil.


“Ya ampun nggak perlu deh,aku bisa naik taksi,Terimakasih…” tolak Sisil berjalan menyelusuri jalan yang sepi sambil melihat ponselnya.


Raka menyusul Sisil dan menggapai tangan Sisil,. “Kalau terjadi yang seperti tadi tidak baik untuk wanita,saya akan menyesal kalau tidak mengantar anda.” Ucap Raka membawa Sisil masuk Kedalam mobil.


“Gila ni cowo,nekat banget,padahal belum kenal juga,dan apa maksudnya menyesal sih,argh nggak pikirkan lah,yang penting Gue pulang…” Batin Sisil menguap,tanpa ia sadari ia tertidur Disepanjang jalan,sehingga Raka awalnya berhenti memperhatikan wajah Sisil yang mirip dengan mantan kekasihnya,Raka melihat lekat-lekat wajah Sisil yang cantik sempurna,namun Raka tak ambil pusing,dia membangunkan Sisil untuk menanyakan dimana rumah Sisil.