
Kala mengatur nafasnya dan berbicara lembut supaya Vano mau berbaik hati kepada dirinya.
“Begini Pak…” Ucap Kala belum selesai Kala berbicara,sudah ditanggung dengan suara telpon Vano,dan terpaksa Vano harus menahan Kala untuk berbicara.
“Ok katakan.” Perintah Vano.
“Begini Pak,karena kami dapat hukuman dari Pak Diko,karena kami tidak buat tugas akhir,kami harus meminta semua tanda tangan dan video bersama d semua dosen,bapak juga termasuk…” ucap Kala sedikit ragu,karena dia akan tau gimana reaksi Vano.
“Lalu.?” Tanya Vano berpura-pura tidak tahu.
“Yah saya aturannya tidak mau Keruang bapak,tapi karena Dela dan Sisil takut ketemu bapak,jadi saya lh korbannya…” Jawab Kala polos.
“Begitu,kalau begitu saya akan memberikan Tanda tangan Saya dan beserta video saya,setelah hari pernikahan kita selesai…” jawab Vano tersenyum melihat muka kaget Kala.
Kesabaran Kala sudah hilang,Kala berdiri.
“Ya ampun Vano…sekarang buruan deh,tanda tangan disini,terus bikin video kalau kamu sudah menerima lapor dan dari kami,buruan…” ucap kala tak sengaja menyebut nama Vano.
“Tidak bisa,saya sangat sibuk hari ini,dan hari ini saya akan ngajar juga di kelas kamu bukan baby…” ucap Vano berjalan ke arah pintu tapi di tahan oleh Kala.
“Ya ampun ini harus pakai cara apa lagi sih,sudah panggil pakai Vano,tapi nggak bisa,harus gimana sih…” batin kala.
“Ayolah pak Vano,kasihinilah kami pak…” bujuk kala.
“Hari ini tidak bisa kala,besok akan saya tanda tangan.” Ucap Vano menarik ganggang pintu tapi tangan ditarik oleh kala,dan membuat keseimbangan kala untuk menahan tak terkendali,dan membuat mereka terjatuh ke lantai.
Kala yang merasa kepalanya kesakitan merintih.
“Aww…” lirih kala memegang kepalanya.
“Yang mana sakit Kal….” Tanya Vano memegang kedua pipi Kala.
“Su-sudah hilang kok pak,bapak bilang besok tanda tangannya bukan,baiklah,besok akan saya minta ke bapak,saya permisi dulu pak.” Ucap Kala bangkit.
“Tidak,saya hanya bercanda,mana yang harus saya tanda tangan….” Tanya Vano.
Kala merasa hati nya berbunga-bunga dan kembali ke arah Vano,tapi membuat kaki Kala tersandung kursi membuat Kala jatuh keberapa kalinya di tubuh Vano.Namun kali ini berbeda,membuta Kala mencium Bibir Vano.
Vano terkejut sekaligus senang,walaupun mereka sebentar lagi akan menikah.Kala ingin memundurkan tubuhnya,tapi ditahan oleh Vano.Vano mencium Kala dan malah membuat Kala terkejut dengan tindakan Vano.
......................
...“Gue yakin banget nih pasti Pak Vano nggak mau kasih tanda tangan ke Kala dan Bikin Video.” Guman Sisil memakan makanan nya yang dipesan di kantin....
“Gue juga berpikir begitu,tapi kenapa lama banget ya si Kala….” Tanya Dela,tapi tak lama dari itu,Kala datang membawa kertas dan memegang ponselnya.
“Sepertinya dia mendapatkan sil,mari lihat…” Guman Dela berjalan ke arah Kala.
“Kalian malah ke kantin,kenapa nggak ke tempat pak Diko….” Tanya Kala.
“Pak Diko lagi di toilet,nggak mungkin dong,kami Ngikutin dia ke dalam toilet terus bilang gini,(pak Diko kami minta tanda tangan bapak,)terus pak Diko akan jawab begini.(kalian mau saya kencing*n.” Ucap Dela tertawa dan Sisil Kala juga ikut tertawa.
“Tapi kenapa lo lama banget diruangan pak Vano….” Tanya Dela dan Sisil.
Kala langsung teringat apa yang terjadi tadi,sehingga membuat dia melamun.
”ya-ya karena bujuk pak Vano supaya mau…” jawab kala ragu-ragu.