Merried With You

Merried With You
Mabuk.



Kini Kala dan teman-teman berada dikamar yang sama,sedangkan Vano dan Diko berada di atas balkon untuk melakukan sesuatu untuk Nantik malam.Vano dan Diko berbincang sambil tertawa,sedangkan Kala,Dela,Sisil,mereka rebahan di ranjang milik mereka bertiga,dan bercerita tentang hari ini,namun disela berbincang,Kala tiba-tiba mual dan berlari ke toilet,dia hanya memuntahkan cairan putih,namun berbeda dengan Sisil dan Dela,mereka terkejut dan sudah siap siaga berdiri di depan pintu toilet untuk memastikan Kala,saat Kala keluar dari toilet,Kala terkejut melihat ada dua temannya berada didepan pintu menunggu dirinya.


Dela dan Sisil menatap Kala dengan tatapan yang tajam,lalu menarik Kala untuk duduk di tepi ranjang,yang satu pegang minyak angin,yang satu lagi pegang ponsel untuk menghubungi Vano,namun Kala malah terkekeh tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya ini.Kala bangkit dari ranjang dan dia sudah tau ala yang ada dipikiran kawan-kawan nya ini,Kala menjelaskan kalau dia hanya masuk angin karena diluar sangat dingin,dan dia belum makan malam,lalu Kala membuak kopernya dan menutup gorden balkon lalu dia membuka bajunya dan mengganti dengan baju tidur,tapi sesudah mengganti baju tidur,Dela dan Sisil masih memperhatikan Kala,sehingga membuat Kala merasa risih.


“Tolong ya,jangan membuat Gue risih dengan tatapan kalian itu,jangan berpikir aneh-aneh deh…” tegur Kala membaringkan tubuhnya ranjang,tapi kedua wanita ini malah mendirikan Kala,dan mendorong Kala untuk masuk Kedalam kamar Vano,Kala tadinya menolak,dan kedua wanita kekeh mendorong Kala masuk Kedalam kamar Vano,Kala hanya diantar sampai depan kamar,dan mereka menunggu Kala masuk,Kala masuk Kedalam kamar itu namun ia tidak menemukan Vano Didalam,tapi Kala tidak ambil pusing dia malah membaringkan tubuhnya diatas kasur dan mematikan lampu.


Balkon Atas.


“Gue tau ini sulit untuk lo,tapi lo harus tetap berjuang,Gue bisa bantu lo kapan saja…” ucap Vano meneguk minum nya yang diisi di gelas kecil bening.


“Gila,kuat banget lo hari ini minum,Ok,Gue juga ikut untuk minum bersama lo…” ucap Diko menuangkan air itu Kedalam gelas bening ya.


“Lo secinta apa sih dengan Kala,sehingga lo mau menikah dengan dia,padahal banyak wanita yang sebaya dengan lo diluar snaa…” tanya Diko hampir kehilangan kesadaran.


”Gue sebenarnya tidak tau apa itu cinta atau nyaman,yang Gue tau hanyalah nyaman,kalau Gue nyaman dengan tu orang,Gue bisa merasakan cinta itu…” jawab Vano meneguk kembali minum nya.


“Dan dari awal kedua orangtua Gue sudah memberitahu tentang perjodohan Gue dengan Kala,dan Gue tanpa pikir panjang,Gue mengiyakan apa kata orangtua Gue,sebelumnya Gue tidak tau yang mana Kala,Kala siapa,tapi karena Gue yakin dengan jawaban Gue,Gue tidak berpikir banyak tentang dia,dan tidak mengharapkan lebih dari dirinya.”


“Bagaimana dengan Lo…” tanya Vano melirik ke arah Diko,namun Diko sudah terlelap,otak jahat Vano muncul,dia meninggalkan Diko sendirian di atas balkon dan kembali ke kamar nya,di sepanjang jalan,Vano memikirkan Kala,kenapa Kala tidak mau tidur dengan dirinya.Vano membuak pintu kamar dengan card dan melihat lampu Kamar sudah redup,dia menghidupkan kembali lampu kamar,dan melihat Ada seorang wanita tidur di atas ranjang nya,Vano mendekat Kearah Kala,dan dia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kala.


Vano tidak percaya ada Kala di kamar nya,Vano mendekatkan wajahnya ke wajah Kala lalu mencium kepala Kala,dan Kala merasakan ada gerakan yang mendekati dirinya,Kala bangun dan lagi dia mencium ada bau alkohol,Kala mengucek-cuek matanya,dan duduk di tepi ranjang,Sedangakn Vano masih berdiri bak seperti patung.


Melihat wajah Kala yang bangun tidur,Vano duduk di samping Kala dengan setengah sadar,dia menarik dagu Kala,dan melumut bibir Kala,Kala melepaskan ciuman itu,dia ingin berdiri ke toilet tapi Vano menahannya,dan Vano menjatuhkan tubuh Kala ke atas tubuhnya,lalu Vano merubah posisinya,dan mulai mencumbu Kala,Kala menutup matanya dan hanya pasrah dengan perlakukan Vano malam ini,Vano tidak terkendali lagi,dia terus merangsang Kala,membuat Kala merasa lelah,Kala menghentikan gerakan Vano dan mendorong tubuh Vano kesamping dirinya,Kala menyelimuti Vano,Sedangakn Kala masuk Kedalam kamar mandi,dia Memberishkan dirinya lalu kembali tidur di samping Vano,namun sebelum tidur,Kala menatap Vano dalam-dalam,Kala mendekatkan dirinya ke tubuh Vano dan memeluk Vano,Kala menggelakkan tubuhnya ke tubuh Vano,dan mereka tidur bersama.