Merried With You

Merried With You
H-3 Kelulusan.



Selesai dari permasalahan Dela,hari-hari kembali seperti biasa dimana Dela telah melupakan kejadian itu,Dela kini hanya akan menyelesaikan pendidikan nya dulu dan terfokus yang perlu ia pikirkan,ambil positifnya buang negatifnya.


Dela yang Memilih untuk hidup bersama sang papa.


“Pagi sayang…” kecupan selamat pagi dari sang Papa kepada Dela.


“Pagi pa…” jawab Dela duduk di meja makan dan memakan sarapan yang telah disiapkan oleh asisten rumah tangga.


“Dela,tadi mama kamu ngirim pesan ke Papa kalau dia ingin bertemu dengan kamu Nantik di Cafe biasa,nantik pulang dari kampus Papa antar kamu kesana ya…” ucap sang Papa menyampaikan pesan kepada Dela.


“Nggak perlu pa,sampaikan saja ke mama kalau dela sibuk ngurus tugas kampus karena dela akan wisuda 3 hari lagi,dela berangkat dulu ya pa….” Seru Dela bangkit dari tempat duduk dan mencium tangan Papa nya.


Papa Dela tidak bisa membantah,bagaimana pun Dela sudah dewasa,dia tau mana yang baik untuk dirinya,mungkin tidak untuk sekarang,tapi lusa akan dia temui sendiri mama nya.Dela membawa mobil minicoper nya ke kampus,hari ini Dela pergi sendirian,karena Sisil akan membawa mobil juga.Namun tak disangka,Kala juga membawa mobil ke kampus karena dia masih tak ingin ada yang tau tentang hubungan nya dengan Vano.


“Sil,tumben lo cepat banget datangnya….” Tanya Dela keluar dari mobil bersamaan dengan Sisil yang keluar juga dari mobilnya.


“Gatau Gue kesambet apa,Gue takut Gue nggak lulus,dan 3 hari lagi akan kelulusan,Gue takut banget.” Balas Sisil tersenyum dan bersandar di kap mobilnya.


“Tu Kala datang,tumben tu orang bawa mobil,udah dibolehin sama pak Vano ya…” Guman Sisil kepada Dela.


“Maybe,tapi kalau di lihat-lihat hubungan mereka semakin akrab,tapi kelihatannya mereka belum berhubungan suami istri.” Ucap Dela kepada Sisil dan mereka berjalan Kearah mobil Kala.


“Hey,bagaimana dengan kabar kalian…” sapa Kala hangat mencium Dela dan Sisil.


“One Day One Kiss…” ucap Kala tersenyum


Dela dan Sisil merasa aneh melihat tingkah Kala,padahal ini sudah lama tidak dilakukan oleh Kala,tapi sekarang dia terapkan nya lagi.


“Yuk,kita masuk,kalian sama nggak sih sama seperti Gue…” ucap Kala belum selesai.


“Deg-degan,because three days left of graduation…” jawab Kala tersenyum menggandeng tangan Dela dan Sisil.


“Ya pastinya deg-degan lah ya,tapi yang lebih deg-degan Gue takut banget salah satu dari dosen akan memberi tugas,sedangkan deadline nya hanya 1 atau bisa aja diberi deadline setengah hari…” keluh Dela


“Sama sih,tapi jangan sampai deh…” jawab Sisil meletakan tasnya di bangku.


Jam pelajaran di mulai.


Jam pelajaran pak Diko.


“Saya hari ini tidak akan banyak memberi materi,saya hanya meminta kalian untuk merevisi kembali meteri yang telah saya berikan dalam beberap bulan ini,dan dikumpul nantik malam ke Dela dan Dela akan mengumpulkan sama saya,sekian terima kasih…” ucap Diko keluar dari ruangan.


“Gue,Gue yang disuruh kumpulan tugas,si*lan,gue aja gatau,kan udah Gue bilang apa,dosen tu memang nggak punya brain,omg….” Keluh Dela mengacak-acak rambutnya.


“B*ngs*t ini pasti setebal apa bego,Gue yakin Gue gabakal bisa mikir…” lirih Sisil langsung lemas mendengar tugas akhir yang diberikan.


Semua mahasiswa dipulangkan,waktu kuliah hari ini hanya 1 jam atau setengah jam.Kala den teman-teman sudah janjian dirumah Sisil akan membuat tugas ini,tapi sebelumnya Kala mengirim pesan dulu ke Vano karena dia akan pulang larut malam.Mendapat pesan dari Kala,Vano mengecek ponselnya dan melihat pesan dari Kala.


“Buatnya dirumah saja,jangan dirumah orang,tidak biak pulang malam-malam dari rumah orang.” Larang Vano keluar dari kelas untuk menyusul Kala di pakiran.


Pakiran.


“Kala,buatnya dirumah kita saja,mereka boleh menginap malam ini…” ucap Vano kepada Kala,Dela,Sisil.


“Jangan deh pak,kami bikin dirumah Sisil saja,ya nggak sil…” tolak Kala mengedipkan matanya ke arah Sisil.


“Bohong belaka itu pak,kami setuju dengan saran bapak,kami malam ini akan nginap dirumah bapak….” Ucap Sisil saking polosnya,sehingga membuat Dela juga ikut kesal melihat tingkah polos p*kima* ini…