
“Ini seriusan kita harus lari sekuat tenaga,baru aja masuk kampus sudah dapat hukuman,g*la tu orang…” umpat Kala kepada Dela dan Sisil juga ikut berlari ke kelas.
Saat sampai kelas,Vano sudah menunggu di kelas,wajah mereka tampak lesu dan pucat terutama Kala.Saat masuk kelas,Vano menaiki alisnya melihat ketiga perempuan ini kenapa selalu telat.
“Karena jam pelajaran saya sudah habis,maka kali ini kalian saya maafkan,sekarang duduk,dan Kala,keruangan saya…” perintah Vano keluar dari ruangan kelas.
“Dipikir-pikir,bukan Gue aja yang telat,tapi kenapa hanya Gue yang di panggil…” Guman Kala meletakan tas nya lalu keluar kelas dan keruangan Vano.
Kala masuk Kedalam ruangan Vano,terlihat Vano tengah sibuk dengan laptop nya,namun saat Kala masuk,Vano mengabaikan laptopnya dan menyuruh Kala untuk duduk.
“Pak,kalau dipikir-pikir bukan saya saja yang telat,tapi kenapa hanya saya yang dipanggil keruangan bapak,apa bapak punya dendam pribadi ke saya….” Tanya Kala caplas-ceplos.
“Tidak,saya meminta kamu kesini,saya ingin bilang Nantik pulang sama saya,kita akan lihat rumah,karena mama bilang,interior rumah harus setuju kedua belah pihak,jadi mama minta kamu pulang sama saya…” Ucap Vano menjelaskan.
“Saya setuju saja pak,saya tidak ingin yang ribet-ribet,lagian saya juga kurang enak badan pak…” ucap Kala duduk di sofa Vano dengan lemas.
“Baiklah,kalau kamu kurang enak badan,biar saya izinkan sama Diko atau dosen yang akan masuk Kedalam kelas kamu,kamu saya antar pulang.” Ucap Vano mengambil ponsel nya dan ingin menghubungi Diko,tapi Kala langsung berdiri dan berjalan ke arah Vano ingin mengambil ponsel Vano,namun di halang oleh tangan Vano,tapi Kala bersikeras ingin kuliah,dan terus bergerak sehingga membuat dirinya jatuh ke tubuh Vano.Vano And Kala saling Tatap-tatapan.
Vano yang tadi menelepon Diko,dan sudah di angkat Diko,namun suara Vano tidak keluar,tapi yang lebih terkejutnya.Saat Diko mengangkat telpon dari Vano,Diko juga bertujuan ingin keruangan Vano,saat Diki membuka pintu ruangan,terlihat Tubuh Kala jatuh ke tubuh Vano,dan Vano sedang menahan pinggang Kala,supaya tidak jatuh Kebawah.
“Wow wow,Gue nggak lihat…” ucap Diko lirih lalu kembali keluar,Vano langsung melepaskan pinggang Kala sehingga membuat Kala hampir jatuh namun ditahan kembali dengan Vano.
Vano bangkit dari kursi dan mengejar Diko,tapi Vano meminta Kala untuk menunggu Didalam dan jangan kemana-mana.
“Apa Vano Anggara Witama…” jawab Diko berbisik tapi tersenyum jahil.
“Kala hari ini nggak masuk kelas lo ya,karena badan nya kurang vit,lo tolong izinin ke dosen yang akan masuk kelas Kala.” Ucap Vano.
“Kurang Vit,apa kurang vit….” Tanya Diko jahil.
“Kurang vit…” jawab Vano lalu berjalan balik Kearah ruanganya.
Diko tertawa melihat tingkah Vano yang tadi ia lihat,di sepanjang lorong,Diko hanya senyam senyum mengingat kejadian tadi,Diko juga sempat berpikir ingin mengambil foto,tapi tidak ingat,sampai masuk kelas,Diko terus tersenyum.
“Ayo,saya antar pulang…” ajak Vano mematikan laptopnya.
“Pak Vano…” panggil kala.
“Vano Kal Vano…” telah Vano.
“Ihh nggak bisa,saya itu hanya kurang vit pak,bukan sakit parah,saya ingin masuk kelas…” ucap Kala menolak.
“Ya saya tau,maka dari itu sebelum terkena sakit parah,sembuhkan dulu sakit kecilnya,sekarang saya antar.” Ucap Vano menarik tangan Kala dan berjalan melewati lorong atau melewati tangga darurat.